Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Keutamaan Menyegerakan Berbuka

By  |  pukul 3:00 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Juli 2022 pukul 4:54 pm

Tautan: https://rodja.id/3id

Keutamaan Menyegerakan Berbuka adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 12 Dzulhijjah 1443 H / 12 Juli 2022 M.

Kajian sebelumnya: Hukum Berpuasa Sehari Sebelum Masuknya Bulan Ramadhan

Keutamaan Menyegerakan Berbuka

Kita sampai pada باب فضل تعجيل الفطر وما يفطر عليه وما يقوله بعد الإفطار (Bab tentang keutamaan untuk mempercepat berbuka tatkala sudah jelas masuk waktu magrib dan apa yang diucapkan ketika berbuka puasa). Ini semua bagian dari adab-adab yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika seorang menjalankan puasa.

عَنْ سَهْلِ بنِ سَعْدٍ، أَنَّ رسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: لاَ يَزالُ النَّاسُ بخَيْرٍ مَا عَجلوا الفِطْرَ متفقٌ عَلَيْهِ.

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Umat ini akan senantiasa tetap berada di dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka (apabila telah masuk waktunya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini adalah salah satu di antara adab-adab dan sunnah-sunnah di dalam berpuasa. Yaitu kita dianjurkan untuk benar-benar berbuka tepat pada waktu telah masuknya waktu maghrib.

Ini adalah satu bentuk kasih sayang Allah Ta’ala dan RasulNya kepada umat ini. Begitu sudah masuk waktu, langsung berbuka, tidak menunggu-nunggu. Karena ada kelompok sesat yang mereka kalau berbuka menunggu sampai munculnya bintang-bintang. Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidaklah demikian. Mereka mengikuti bimbingan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1218-1223 - TPP: Sebaik-baiknya Zaman, Rumah Tangga yang Allah Kehendaki Kebaikan, hingga Larangan Meludah ke Depan ketika Shalat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Di dalam hal ini kita melihat bahwa mereka para Sahabat dahulu Radhiyallahu ‘Anhum dan para Salafush Shalih betul-betul menjalankan sunnah-sunnah Nabi dengan sebaik-baiknya. Dan mereka tidak akan menyimpang dari sunnah Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam apabila mengerjakan.

Jadi kalau umat ini betul-betul mengerjakan tuntunan dan ajaran Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka mereka tidak akan tersesat.

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لا تَزالُ أُمَّتي على سُنَّتي مالم تَنتظِرْ بفِطْرِها النُّجومَ

“Umatku ini akan senantiasa berada pada tuntunanku selama mereka tatkala berbuka puasa tidak menunggu sampai munculnya bintang-bintang.” (HR. Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaiman, Al-Hakim)

Ini berarti bahwa berbuka tepat pada waktunya adalah sunnah Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam.

Hadits berikutnya:

وعن أَبي عَطِيَّةَ قَالَ: دخَلتُ أَنَا ومسْرُوقٌ عَلَى عائشَةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا فقَالَ لهَا مَسْرُوقٌ: رَجُلانِ منْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ ﷺ كلاَهُمَا لا يَأْلُو عَنِ الخَيْرِ: أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ المغْربَ والإِفْطَارَ، والآخَرُ يُؤَخِّرُ المغْرِبَ والإِفْطَارَ؟ فَقَالَتْ: مَنْ يُعَجِّلُ المَغْربَ وَالإِفْطَارَ؟ قالَ: عَبْدُاللَّه يعني ابنَ مَسْعودٍ، فَقَالَتْ: هكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يصْنَعُ. رواه مسلم.

Dari Abu ‘Athiyah, dia berkata: “Aku dan Masruq pernah kami masuk menemui Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, maka Masruq berkata kepadanya: ‘Ada dua orang dari sahabat-sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keduanya tetap dan tidak pernah meremehkan kebaikan, salah satunya mempercepat berbuka (ketika sudah masuk waktu Maghrib), sedangkan yang satu lagi mengakhirkan berbukanya.’

Baca Juga:
Ayah dan Ibu Adalah Guru di Rumah

Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bertanya: ‘Siapakah yang berbuka tepat pada waktunya apabila telah masuk waktu maghrib?’ Masruq menjawab: ‘Abdullah -yaitu Abdullah bin Ma’sud Radhiyallahu ‘Anhu-‘

Maka kata Aisyah Radhiyallahu ‘Anha: ‘Begitulah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu.'” (HR. Muslim)

Ini adalah hadits yang menjelaskan kepada kita tentang bagaimana semangatnya para Tabi’in untuk bertanya kepada orang yang berilmu. Dan juga bagaimana mereka mencermati para Sahabat Nabi dalam melaksanakan amal-amal ibadah yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya.

Hadits berikutnya:

وَعنْ عُمر بنِ الخَطَّابِ، قالَ: قَالَ رَسولُ اللَّه ﷺ: إِذا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ ههُنَا وأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ ههُنا، وغَرَبتِ الشَّمسُ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصائمُ متفقٌ عَلَيْهِ.

Dari Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Apabila telah datang malam hari, yakni datangdari sebelah ini (sebelah timur) dan siang telah berlalu dari sebelah ini (sebelah barat), juga matahari telah terbenam, maka itulah saat waktu berbuka bagi orang yang berpuasa.'” (Muttafaqun ‘alaih)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Keutamaan Menyegerakan Berbuka” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Ceramah Tentang Puasa: Targhib Ramadhan

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.