Masjid Al-Barkah

Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu

Rukun-Rukun Shalat

By  |  pukul 2:37 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 02 Agustus 2022 pukul 3:10 pm

Tautan: https://rodja.id/3ir

Rukun-Rukun Shalat ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 25 Dzulhijjah 1443 H / 25 Juli 2022 M.

Download kajian sebelumnya: Hukum Perbedaan Niat Shalat Imam dengan Makmumnya

Kajian Tentang Rukun-Rukun Shalat

Rukun shalat adalah perbuatan dan perkataan yang membangun shalat kita. Apabila rukun ini ditinggalkan maka ada dua keadaan:

1. Meninggalkan rukun shalat secara tidak sengaja

Apabila masih bisa dilakukan, maka harus melakukannya. Contohnya apabila ada orang belum membaca Al-Fatihah kemudian hendak ruku’ (belum ruku’ secara sempurna), kemudian dia ingat belum membaca Al-Fatihah, maka dia diwajibkan untuk kembali berdiri dan membaca Al-Fatihah. Ini wajib, kalau tidak seperti ini maka shalatnya batal.

Tapi kalau misalnya seseorang sudah sujud dan baru ingat belum membaca Al-Fatihah, maka rakaat ini dianggap tidak ada. Orang tersebut diharuskan menyelesaikan rakaat itu tapi rakaat itu harus diganti dengan rakaat yang lainnya.

2. Meninggalkan rukun shalat secara sengaja

Apabila seseorang meninggalkan rukun shalat dengan sengaja, maka dibagi menjadi dua lagi. Apabila tanpa udzur maka shalatnya jelas batal. Misalnya ada orang tanpa udzur meninggalkan membaca Al-Fatihah, maka shalatnya batal tidak bisa diganti dan tidak bisa diperbaiki.

Baca Juga:
Doa Para Ulama

Misalnya juga ada orang berdiri, setelah membaca Al-Fatihah langsung sujud sengaja tanpa ruku’, maka shalatnya batal tidak bisa diperbaiki dan tidak bisa diganti dengan sujud sahwi. Karena dia meninggalkan rukun dengan sengaja tanpa udzur (alasan yang dibenarkan oleh syariat).

Keadaan yang kedua apabila seseorang punya udzur, akhirnya dia meninggalkan rukun dengan sengaja, maka tidak ada masalah. Contohnya berdiri dalam shalat, ini adalah rukun shalat. Tapi ketika ada orang sakit tidak bisa berdiri atau berdirinya sangat berat sekali, kalau dia berdiri pusing akhirnya tidak bisa khusyuk. Maka orang seperti ini dibolehkan untuk shalat dalam keadaan duduk.

Inilah hukum orang yang meninggalkan rukun shalat. Di antara rukun shalat yang dibahas pada kajian kali ini adalah:

  1. Menit ke-10:09 Berdiri (dishalat wajib) bagi yang mampu,
  2. Menit ke-15:07 Takbiratul ihram,
  3. Menit ke-19:19 Membaca Al-Fatihah disetiap rakaat,
  4. Menit ke-22:43 Ruku’,
  5. Menit ke-22:43 Tumakninah,
  6. Menit ke-26:27 I’tidal,
  7. Menit ke-26:27 Tumakninah dalam i’tidal,
  8. Menit ke-34:51 Sujud,
  9. Menit ke-26:27 Tumakninah dalam sujud,
  10. Menit ke-36:10 Duduk di antara dua sujud,
  11. Menit ke-36:10 Tumakninah ketika di antara dua sujud,
  12. Menit ke-39:20 Tasyahud akhir,
  13. Menit ke-39:20 Duduk untuk tasyahud akhir,
  14. Menit ke-42:32 Salam,
  15. Menit ke-44:32 Tartib.

Lihat juga: Rukun-Rukun Shalat Beserta Penjelasannya

Baca Juga:
Jika Suami Tidak Mencintai Istrinya

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Rukun-Rukun Shalat” penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.