Masjid Al-Barkah

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Jenis-Jenis Manusia dalam Menyambut Seruan Dakwah

By  |  pukul 1:30 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 9:35 am

Tautan: https://rodja.id/3ju

Jenis-Jenis Manusia dalam Menyambut Seruan Dakwah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 27 Muharram 1444 H / 25 Agustus 2022 M.

Kajian sebelumnya: Pelajaran Bagi Yang Memiliki Hati

Ceramah Agama Islam Tentang Jenis-Jenis Manusia dalam Menyambut Seruan Dakwah

Terakhir kita membahas tentang jenis-jenis manusia dalam menyambut seruan dakwah. Ada dua golongan yang menerima seruan dakwah;

  1. Orang-orang yang cukup disampaikan padanya dalil dan ajakan kepada kebenaran maka dia langsung mengikutinya.
  2. Orang yang kelihatannya dia belum bisa menerima ketika kita dakwahi, tapi setelah disampaikan kepadanya petunjuk maka dia langsung memikirkannya, berusaha merenungkannya, kemudian dia menerimanya.

Inilah dua golongan orang yang menerima kebenaran dan menerima seruan dakwah yang disampaikan kepada mereka.

Setelah itu Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala melanjutkan penjelasannya bahwa orang-orang yang berpaling tapi dia mengaku mengikuti yang benar, ini juga ada dua jenisnya, yaitu:

  1. Ada sebagian orang di antara mereka yang kita perlu mendakwahi dia melalui berdebat dengan cara yang baik. Hal ini supaya kita bisa mematahkan argumentasinya.
  2. Golongan kedua ini harus dengan cara yang lebih keras. Bahkan mereka ini orang-orang yang diperintahkan untuk kita memerangi mereka di dalam Islam.
Baca Juga:
Prinsip Aqidah Berkaitan dengan Khulafaur Rasyidin

Barangsiapa yang memperhatikan metode dakwah di dalam Al-Qur’an, dia akan mendapati bahwa seruan dakwah di dalam Al-Qur’an mencakup dan meliputi semua golongan manusia ini. Sebagaimana misalnya yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ…

“Serulah manusia ke jalan Allah dengan cara hikmah atau dengan nasihat yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl[16]: 125)

Adapun orang-orang yang perlu disikapi dengan keras, mereka ini adalah orang-orang yang Allah perintahkan untuk kita memerangi mereka supaya tidak terjadi lagi fitnah berupa kesyirikan. Dan supaya agama ini jadinya hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala semata-mata. Seperti yang disebutkan di surah Al-Baqarah ayat 193 maupun di ayat yang lain.

Kita diperintahkan untuk memerangi mereka karena mereka menolak. Sedangkan kita sudah berusaha untuk mematahkan argumentasinya ternyata juga masih menolak. Maka tidak ada cara lain mereka ini adalah orang-orang yang harus diperangi sebagaimana yang diperintahkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

Ini semua kalau kita perhatikan berhubungan dengan ilmu. Tidak akan mungkin kita bisa mendakwahi manusia dengan tingkatan-tingkatan ini kecuali dengan ilmu. Kita akan bisa menilainya dengan ilmu.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian

Baca Juga:
Mengenal 5 Hukum Fikih (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Mari turut membagikan link download kajian “Jenis-Jenis Manusia dalam Menyambut Seruan Dakwah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.