Masjid Al-Barkah

Mendidik Anak Tanpa Amarah

Pentingnya Menjaga Perasaan Anak

By  |  pukul 10:09 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 05 September 2022 pukul 8:24 am

Tautan: https://rodja.id/3k0

Pentingnya Menjaga Perasaan Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 2 Safar 1444 H / 30 Agustus 2022 M.

Kajian sebelumnya: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Kelembutan

Pentingnya Menjaga Perasaan Anak

Kadang kala amarah kita itu melukai perasaan anak. Karena ketika marah ada kata-kata yang tidak pantas terlontar, ada sikap yang tidak baik dilakukan, terkadang juga kita silap, saat marah kita memukul atau melakukan kekerasan fisik terhadap anak. Ini tentunya akan melukai perasaan.

Hati yang terluka itu sebenarnya susah untuk disembuhkan. Maka sangat penting dan perlu kita menjaga perasaan anak. Karena yang kita hadapi adalah seorang insan yang memiliki hati dan perasaan, bukan benda mati. Dia juga sama seperti kita yang memiliki perasaan.

Maka jangan suka marah. Jagalah perasaan anak sedemikian rupa. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap jiwa dan kepribadiannya. Apabila perasaan anak dijaga dan dibina secara baik, maka kelak ia akan menjadi anak yang lurus dimasa depannya maupun dalam kehidupannya secara utuh. Namun jika tidak maka akibatnya adalah akan terjadi sebaliknya. Yaitu anak tumbuh menjadi pribadi yang lemah tidak percaya diri, atau dia akan menjadi pribadi yang keras tanpa empati. Maka dari itu orang tua hendaknya betul-betul menjaga hal ini.

Baca Juga:
Tata Cara Shalat Safar - Silsilah Dauroh Fiqih Shalat

Oleh karena itu pembinaan perasaan ini memiliki urgensi yang begitu besar dalam mengasah dan membentuk kepribadian anak. Jika perasaan anak baik, maka dia akan dapat melalui setiap tahapan perkembangan usia dengan tenang dan bahagia. Tapi jika tidak maka akan ada keguncangan-keguncangan dalam hidupnya. Tentu ini akan menyebabkan efek traumatis terhadap anak.

Kita tahu anak-anak yang punya kebiasaan menyimpang dimasa dewasanya, itu karena ada kejadian-kejadian traumantis yang dia lewati dimasa kanak-kanak. Ini akan membayanginya sampai dia dewasa.

Maka dari itu orang tua harus memainkan peran terbesar dalam membina perasaan ini. Karena orang tua adalah tempat bersandar. Kalau anak tidak lagi mendapati orang tuanya sebagai tempat bertumpu dan bersandar, maka dia akan kehilangan pegangan dan kehilangan arah. Dia akan cari orang-orang di luar sana yang bisa menjadi tempat sandaran dan tumpuannya. Tentu ini berbahaya. Di luar sana kita tidak tahu seberapa lurus dan tulus mereka berinteraksi dengan anak kita.

Tidak ada orang yang lebih menyayangi seseorang selain orang tuanya. Ini adalah fitrah yang ada pada hewan sekalipun. Maka membuat mereka jauh dari kita karena perasaan mereka yang terluka, ini akan berbahaya sekali.

Apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk menjaga perasaan anak-anak? Mari download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Baca Juga:
Nasihat-Nasihat Dari Kisah Ashabul Kahfi

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Menjaga Perasaan Anak” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.