Masjid Al-Barkah

Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid

Berdoa dengan Suara Lirih

By  |  pukul 8:52 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 15 September 2022 pukul 10:00 am

Tautan: https://rodja.id/3ka

Berdoa dengan Suara Lirih adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 3 Safar 1444 H / 31 Agustus 2022.

Kajian Tentang Berdoa dengan Suara Lirih

Sebelumnya penulis telah menyebutkan bahwa kebanyakan doa yang dipakai dalam Al-Qur’an, Sunnah dan bahasa Arab adalah doa meminta. Adapun yang sudah berlalu dari ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan diikuti oleh Imam Ibnul Qayyim Rahimahumullahu Ta’ala bahwa doa itu ada dua macam: doa meminta dan doa ibadah. Juga sudah disebutkan pada pertemuan sebelumnya bahwa antara doa ibadah dengan doa meminta ini saling melazimi satu dengan yang lainnya dan saling mengandung satu dengan yang lain. Ini dilihat dari sisi orang yang berdzikir dan membaca Al-Qur’an saat shalat, orang yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengerjakan ibadah, juga selainnya yang meminta semakna dengannya. Maka dinamakan di dalam nama doa sesuai dengan batasan ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan di dalam shalat-shalat yang disyariatkan berupa doa permintaan yang tidak sah shalat kecuali dengannya. Sebagaimana di dalam membaca surah Al-Fatihah saat shalat, duduk di antara dua sujud,  dan juga di dalam tasyahud. Pada keadaan-keadaan ini ada doa meminta.

Baca Juga:
Kaidah-Kaidah Fiqih (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Dan ada doa di dalam shalat yang merupakan doa ibadah. Seperti bacaan ruku’ dan sujud. Artinya dengan membaca itu kita beribadah kepada Allah dengan meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ampun dan semisalnya. Maka perhatikanlah kedudukan ini. Akan jelas bagimu orang-orang yang tidak tahu tentang tauhid.

Di antara yang menjelaskan dan menambah keterangan akan hal ini adalah ucapan Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullahu Ta’ala, yaitu ketika beliau mengomentari firman Allah:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ…

“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Berdoalah kalian kepada Allah atau berdoalah kalian kepada Ar-Rahman, yang mana saja kalian berdoa maka Allah memiliki nama-nama yang Husna…'” (QS. Al-Isra'[17]: 110) Kata Ibnul Qayyim: “Di dalam doa yang masyhur ini adalah doa meminta.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat berdoa kepada Rabbnya kadang-kadang mengatakan “Ya Allah” dan terkadang mengatakan “Ya Rahman”. Orang-orang musyrik mengira bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa kepada dua Tuhan, padahal Dia adalah satu Tuhan. Ketika orang-orang musyrik mengira seperti itu (mereka tidak percaya nama Ar-Rahman), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surah Al-Isra ayat 110 ini. Ini disebutkan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu.

Kemudian Imam Ibnul Qayyim mengatakan: “Jika hal ini sudah dikenal, maka firman Allah:

Baca Juga:
Buah dan Faidah dari Keimanan Bagian 5 - Kitab At-Taudhih Wal Bayan Li Syajaratil Iman (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً…

“Berdoalah kepada Rabb kalian dengan tunduk dan tersembunyi…” (QS. Al-A’raf[7]: 55)

Maka ini mengandung dua macam doa tadi. Yaitu doa meminta dan doa ibadah. Artinya ketika kita berdoa meminta kepada Allah, maka mintalah dengan suara yang lirih, tidak keras-keras, tidak teriak-teriak. Dan juga saat berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdzikirlah dengan suara yang lirih. Hal ini karena dzikir termasuk dari doa, dan doanya adalah doa ibadah.

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Antara doa rahasia dengan doa yang terang-terangan pahalanya 70 kali lipat. Dan para sahabat Nabi Radhiyallahu ‘Anhum dahulu senantiasa bersungguh-sungguh dalam berdoa. Meskipun demikian tidak pernah terdengar dari mereka suara kecuali hanya sekedar bisikan-bisikan antara mereka dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Artinya doa rahasia lebih utama dibandingkan doa yang terang-terangan. Hal ini patut diperhatikan. Bahwasanya jika berdoa dengan dua macam jenis doa ini, maka dua-duanya harus dengan tenang, tidak keras-keras, tidak terlalu berlebihan.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari kita download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama “Berdoa dengan Suara Lirih” ini melalui jejaring sosial facebook, twitter dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Al-Qowa'idul Mutsla - Bagian ke-2 (Ustadz Firanda Andirja, M.A.)

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.