Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Keutamaan Berjihad dan Menangis Karena Allah

By  |  pukul 3:38 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 27 September 2022 pukul 2:31 pm

Tautan: https://rodja.id/3kq

Keutamaan Berjihad dan Menangis Karena Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 23 Safar 1444 H / 20 September 2022 M.

Kajian sebelumnya: Jihad Fi Sabilillah Lebih Utama dari Shalat Sunnah

Keutamaan Berjihad dan Menangis Karena Allah

Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala berkata:

وَعَنْ أبي هُرَيْرَةَ ، رضي اللَّه عنهُ ، قَالَ : قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يلجُ النًَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيةِ اللَّهِ حتَّى يعُودَ اللَّبَن في الضَّرعِ ، وَلاَ يَجْتَمِعُ عَلَى عَبْدٍ غُبَارٌ في سبيل اللَّهِ ودخَان جهَنَّم » ، رواه الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Tidak akan masuk neraka seorang yang menangis karena takut kepada Allah, sehingga susu bisa masuk ke dalam kantungnya. Dan tidak akan bertemu pada seorang hamba debu yang berterbangan di jalan Allah dan asap api neraka.'” (HR. Imam Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hadits hasan shahih)

Hadits berikutnya:

وعن ابن عبَّاسٍ ، رضي اللَّه عَنْهُمَا ، قَالَ : سمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ: «عيْنَانِ لا تَمسُّهُمَا النَّارُ : عيْنٌ بكَت مِنْ خَشْيةِ اللَّهِ ، وعيْنٌ باتَت تحْرُسُ في سبِيلِ اللَّهِ». رواه الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ .

Baca Juga:
Hukum Menggugurkan Kandungan Atau Aborsi

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Dua jenis mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka; mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang tidak tidur di malam hari karena berjaga di jalan Allah.'” (HR. Imam At-Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits hasan)

Dua hadits ini menjelaskan kepada kita tentang mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka. Yaitu mata yang menangis mengucurkan air mata karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jadi menangis karena takut pada Allah Ta’ala adalah suatu amal yang mulia. Namun tangisan di sini bukan tangisan yang dibuat-buat, bukan tangisan yang didramatisirkan, tetapi tangisan yang betul-betul dari lubuk hati seorang hamba yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dia menangis dalam keadaan sendiri karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena orang yang takut kepada Allah Ta’ala akan menjaga dirinya, menjaga lisannya, menjaga pendengarannya, menjaga penglihatannya, dan menjaga seluruh anggota badannya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta’ala. Kalaupun dia terjerumus ke dalam dosa, maka dia kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia menyesali dan menangisi perbuatannya. Maka orang yang demikian keadaannya akan diselamatkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dari adzab api neraka.

Baca Juga:
Menghadapi Berita Yang Belum Diprediksi

Hadits berikutnya:

وعن زَيدِ بنِ خَالدٍ ، رضِي اللَّه عَنْه ، أنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « من جهَّزَ غَازِياً في سبيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، ومنْ خَلَفَ غَازياً في أَهْلِهِ بخَيْر فَقَدْ غزَا » . متفقٌ عليهِ .

Dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyiapkan untuk seorang yang ikut berperang di jalan Allah, maka dia sama dengan orang yang telah berjihad di jalan Allah. Dan barangsiapa yang dia menggantikan seorang yang pergi berjalan berperang di jalan Allah (memberikan nafkah kepada keluarga orang yang pergi berperang), maka dia sama dengan orang yang ikut berperang.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Hadits ini menjelaskan kepada kita keutamaan orang yang memberikan dana atau perbekalan kepada orang yang pergi berjihad di jalan Allah.

Misalnya dalam sebuah kondisi ada perintah dari pemimpin kaum muslimin bahwa kaum muslimin harus berperang. Lalu kemudian ada orang yang pergi ikut berperang. Namun dia tidak memiliki sesuatu untuk persiapan peperangan. Pada saat itu bekal dan kendaraannya diberikan oleh seseorang. Maka orang yang membiayai/menafkahi orang yang pergi berperang sama dengan dia telah ikut berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Baca Juga:
Kalimat Tauhid adalah Pemersatu Umat dan Syarat untuk Masuk Surga - Bagian ke-1 - Jakarta 1438 / 2017 (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Keutamaan Berjihad dan Menangis Karena Allah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.