Masjid Al-Barkah

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu Jalan Untuk Meraih Kesempurnaan

By  |  pukul 2:38 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 03 Oktober 2022 pukul 9:05 am

Tautan: https://rodja.id/3l1

Ilmu Jalan Untuk Meraih Kesempurnaan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 3 Rabi’ul Awwal 1444 H / 29 September 2022 M.

Kajian sebelumnya: Ilmu Merupakan Kemuliaan Bagi Orang Yang Mempelajarinya

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu Jalan Untuk Meraih Kesempurnaan

Kita telah sampai pada segi ke-124: Ilmu adalah jalan untuk meraih kesempurnaan/kedudukan yang mulia disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan di sini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an memuji kekasihNya, Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam dalam firmanNya:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ‎﴿١٢٠﴾‏ شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ‎﴿١٢١﴾

“Sesungguhnya Nabi Ibrahim adalah seorang imam panutan yang selalu tunduk kepada Allah dan hanif (menghadapkan dirinya kepada Allah dan berpaling dari selainNya). Dan beliau tidak termasuk orang yang melakukan perbuatan syirik. Beliau selalu mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.” (QS. An-Nahl[16]: 120-121)

Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa di dalam ayat ini terdapat empat macam pujian yang Allah tunjukan kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam. Allah memulai memuji Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam dengan disebutkan dia sebagai ummat. Makna ummat adalah panutan/teladan yang sebagai orang yang selalu kita ikuti dalam kebaikan-kebaikannya.

Baca Juga:
Urutan dan Tata Cara Pelaksanaan Haji - Al Baqarah Ayat 199-202

Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu menjelaskan bahwa “ummat” di sini maksudnya adalah orang yang mengajarkan kebaikan. Berarti dia harus punya ilmu. Seseorang tidak akan bisa mengajarkan kalau tidak punya sesuatu yang akan diajarkan.

Inilah pujian yang menunjukkan tingginya kedudukan Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam. Bahwa sikap-sikap beliau selalu menjadi teladan kebaikan yang dicontoh oleh orang-orang yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menegakkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perbedaan antara “ummat” dan “imam” ada dua segi, yaitu:

Pertama, kata-kata “imam” itu adalah semua yang diikuti, baik itu dengan kemauannya atau tidak. Dari sinilah “jalan” dalam bahasa Arab juga disebut imam. Karena jalan itu yang diikuti jalurnya. Hal ini di antaranya disebutkan dalam firman Allah:

وَإِن كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ لَظَالِمِينَ ‎﴿٧٨﴾‏ فَانتَقَمْنَا مِنْهُمْ وَإِنَّهُمَا لَبِإِمَامٍ مُّبِينٍ ‎﴿٧٩﴾

“Sesungguhnya adalah penduduk Aikah melakukan perbuatan dzalim, maka Kami berikan balasan bagi mereka. Dan sesungguhnya keduanya itu benar-benar mengikuti jalan yang terang.” (QS. Al-Hijr[15]: 78)

“Imam” bisa disebutkan untuk sebuah jalan karena dia diikuti, tetapi “ummat” tidak akan disebut sebagai jalan.

Kedua, bahwa yang namanya ummat itu ada tambahan makna padanya. Karena ketika orang disebut sebagai ummat, dia adalah orang yang mengumpulkan sifat-sifat kesempurnaan (yaitu ilmu dan amal), dimana dia sendiri yang memiliki sifat tersebut. Nabi Ibrahim ‘Alaihish Shalatu was Salam di zamannya seorang diri yang memiliki sifat-sifat menyebarkan ilmu, membela tauhid, berani untuk membantah perbuatan syirik yang dilakukan oleh kaum musyrikin di zamannya, sehingga sifat mulia ini hanya ada pada diri beliau saat itu.

Baca Juga:
Hadits Arbain 28 - Mendengar dan Taat Kepada Penguasa

Maka orang disebut sebagai ummat adalah orang yang menghimpun sifat-sifat mulia yang mungkin tidak semua terkumpul pada selainnya. Kalaupun ada orang yang memilikinya mungkin memiliki satu atau dua, tapi tidak terkumpul semua pada diri orang lain. Maka seolah-olah dia berbeda dengan selainnya karena semua sifat-sifat ini ada pada dirinya.

Ini menunjukkan bahwa makna ummat merupakan makna yang lebih tinggi maknanya dibandingkan dengan makna imam.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Ilmu Jalan Untuk Meraih Kesempurnaan” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.