Masjid Al-Barkah

Mendidik Anak Tanpa Amarah

Bimbingan Yang Menyenangkan

By  |  pukul 2:19 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 12 Oktober 2022 pukul 8:33 am

Tautan: https://rodja.id/3l6

Bimbingan Yang Menyenangkan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 8 Rabi’ul Awwal 1444 H / 04 Oktober 2022 M.

Kajian sebelumnya: Jangan Menyalahkan Anak

Bimbingan Yang Menyenangkan

Pendidikan berkaitan erat juga dengan suasana yang kita ciptakan untuk pendidikan itu. Situasi dan kondisi juga harus mendukung ketika kita ingin menyampaikan sebuah ilmu dan bimbingna. Hal itu akan mempermudah anak untuk menerima pelajaran-pelajaran yang kita sampaikan.

Kalau kita mengacu kepada apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai guru dan teladan kita di dalam mendidik, Nabi selalu menggunakan momen-momen yang kadang-kadang momen itu bukan momen untuk menyampaikan ilmu. Misalnya Nabi sedang berboncengan dengan sahabat di atas kendaraan Nabi menyampaikan bimbingan. Terkadang di waktu-waktu yang santai dan longgar Nabi gunakan untuk menyampaikan nasihat dan bimbingan.

Para pendidik (guru maupun orang tua) harus memperhatikan situasi dan kondisi yang ada, dimana dan sedang apa. Itu sangat penting. Sebagai contoh jangan menyampaikan nasihat pada saat kondisi tidak sedang kondusif. Misalnya sedang marah, atau sedang amat bersedih atau amat terpukul karena musibah yang menimpa kita. Momen-momen tersebut mungkin tidak tepat untuk menyampaikan bimbingan dan pelajaran. Maka kita harus menciptakan suasana untuk menyampaikan bimbingan dan pendidikan itu.

Baca Juga:
Talbis Iblis Atas Ahli Puasa

Seorang pendidik harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan. Jadikan setiap detik kebersamaan dengan anak-anak kita sebagai pembelajaran yang menyenangkan bagi kita dan juga bagi mereka.

Biasanya ketika di hadapan hidangan, di atas kendaraan, terkadang Nabi menyampaikan pelajaran-pelajaran kepada para sahabat. Ciptakan suasana yang hangat namun kita isi dengan berbagai manfaat dan faedah. Karena tiap-tiap tempat itu berbeda. Pembelajaran anak di rumah berbeda dengan pembelajaran anak di sekolah. Pembelajaran di sekolah selalu terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum dan seterusnya. Karena yang belajar di situ bukan satu orang tapi banyak anak.

Adapun pembelajaran anak di rumah itu berlangsung setiap saat. Setiap momen bisa digunakan untuk menyampaikan pembelajaran kepada anak. Sangat banyak peristiwa-peristiwa keseharian yang bisa menjadi pintu masuk seluruh unsur-unsur pendidikan yang ingin kita berikan kepada anak-anak kita. Oleh karena itu kita harus berusaha agar semua tidak terlewatkan begitu saja. Kalau ada momen yang tepat untuk menyampaikan suatu nasihat atau pengarahan atau ilmu, maka kita gunakan itu. Kita perlu mengarahkan segenap upaya dan usaha untuk menerapkan berbagai macam cara sehingga setiap detik kebersamaan dengan anak bisa berubah menjadi sebuah pembelajaran yang berharga.

Belajar dari pengalaman adalah merupakan salah satu metodologi yang dipakai oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Bukan hanya kisah Nabi-Nabi terdulu, tapi juga apa yang baru mereka alami kemarin. Tentu para sahabat tidak melihat Ashabul Kahfi, tapi mereka mendapatkan kisah itu di dalam Al-Qur’an. Mereka juga tidak bertemu dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya, mereka tidak bertemu dengan Lukman atau orang-orang yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Qur’an. Tapi mereka mendapatkan faedah dari kisah-kisah tersebut meskipun mereka tidak hidup semasa dengan mereka. Itu salah satu metodologi Al-Qur’an, yaitu menyampaikan pendidikan dan bimbingan melalui kisah-kisah.

Baca Juga:
Memilih Dunia atau Negeri Akhirat (Ustadz Firdaus Sanusi, M.A.)

Namun bukan hanya kisah-kisah terdahulu. Tapi juga peristiwa yang baru terjadi kemarin. Itu salah satu hikmah Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur. Karena untuk bisa mengambil pelajaran dari pengalaman yang baru saja terjadi. Allah mengajarkan kita seperti itu. Sesuatu yang baru dialami/dirasakan/disaksikan/dilihat oleh para sahabat. Dan Allah menyuruh mereka untuk mengambil ibrah dari pengalaman itu. Sebagaimana dikatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik.  Allah bercerita, contohnya:

…وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ…

“Dan ingatlah perang Hunain ketika kamu takjub dengan jumlah yang banyak, tapi itu tidak berguna bagi kamu sedikitpun. Kemudian kamu mundur ke belakang dengan tercerai-berai…” (QS. At-Taubah[9]: 25)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Bimbingan Yang Menyenangkan” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.