Masjid Al-Barkah

Ayat-Ayat Ahkam

Tafsir Ali Imran Ayat 63 – Orang Yang Berpaling Dari Agama Allah

By  |  pukul 9:48 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 17 Oktober 2022 pukul 8:48 am

Tautan: https://rodja.id/3l9

Tafsir Ali Imran Ayat 63 – Orang Yang Berpaling Dari Agama Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 10 Rabi’ul Awwal 1444 H / 06 Oktober 2022 M.

Tafsir Ali Imran Ayat 63 – Orang Yang Berpaling Dari Agama Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِالْمُفْسِدِينَ

“Maka apabila mereka berpaling, sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 63)

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Apabila mereka berpaling”

Kata ganti “mereka” itu kembalinya kepada orang-orang Nasrani yang Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajak kepada mereka untuk bermubahalah, sebagaimana ayatnya sudah kita baca di surat Ali Imran ayat yang ke-61.

Sudah lalu penjelasannya bahwa mereka tidak mau bermubahalah. Kenapa mereka yakin seandainya mau bermubahalah, niscaya mereka akan ditimpa adzab. Ini menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ketika diajak bermubahalah mereka takut ditimpa adzab. Karena seandainya betul mereka bermubahalah bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tentu doa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan dikabul dan laknat Allah akan menimpa mereka. Maka mereka tidak mau. Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu haq dan mereka semua di atas kebatilan.

Baca Juga:
Bab Mencari Air Wudhu Apabila Telah Masuk Waktu Shalat - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Allah berfirman: “Apabila mereka berpaling”

Maksudnya yaitu berpaling dari mubahalah dan dari mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka mereka itu adalah orang-orang yang membuat kerusakan.

Allah berfirman: “Maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang membuat kerusakan.”

Dalam ilmu ushul tafsir, ini adalah masuk dalam kaidah الإظهار في موضع الإضمار (menyebutkan isim dhahir pada tempat isim dhamir). Allah tidak berkata: “Sesungguhnya Allah mengetahui mereka (Nashara).”

Kaidah “menyatakan isim dhahir pada tempat isim dhamir” ini memiliki banyak faedah.

Apa saja faedah tersebut? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.