Masjid Al-Barkah

Fiqih Pendidikan Anak

Hadiah Untuk Anak

By  |  pukul 2:15 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 27 Oktober 2022 pukul 9:24 am

Tautan: https://rodja.id/3lv

Hadiah Untuk Anak ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 28 Robi’ul Awwal 1444 H / 24 Oktober 2022.

Kajian Tentang Hadiah Untuk Anak

Allah membuat manusia lahir ke muka bumi ini tidak dalam keadaan kosong (tidak punya sifat apa-apa). Jadi Allah ‘Azza wa Jalla ketika menciptakan manusia, dibekali dengan sifat-sifat bawaan. Sifat-sifat itu ada yang sama pada seluruh manusia, namun ada yang berbeda-beda.

Di antara contoh sifat yang sama adalah mencintai kebaikan dan menyukai orang yang berbuat baik kepadanya. Sifat menyukai kebaikan itu yang biasa diistilahkan dengan fitrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ

“Setiap bayi itu terlahir dengan membawa fitrah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak penafsiran para ulama tentang makna fitrah. Salah satu penafsiran yang kuat adalah bahwa setiap dari kita itu punya fitrah yang maknanya adalah kesiapan untuk menerima kebenaran.

Jadi kalau fitrah ini belum tercemar/rusak, ketika diarahkan untuk baik itu mudah. Hal ini karena sudah diberi modal berupa kecintaan kepada kebaikan.

Ketika terlahir, selain mencintai kebaikan, kita juga mencintai orang-orang berbuat baik kepada kita. Maka ketika berbicara tentang hadiah, yang senang diberi hadiah itu bukan hanya anak kecil, bahkan orang dewasa pun senang dengan hadiah.

Baca Juga:
Pelajaran dan Hikmah dari Kisah Suhail bin Amr

Kalau orang dewasa saja masih suka diberi hadiah, apalagi anak kecil. Ini sudah tabiat. Karena anak akan menyukai orang yang sering memberi hadiah, maka ini seharusnya dimanfaatkan oleh orang tua. Yaitu dengan sering memberi hadiah kepada anak. Hal ini supaya anak semakin sayang kepada orang tuanya. Kalau anak sayang kepada orang tuanya, maka anak akan semakin dekat. Dengan seperti itu maka anak akan lebih mudah menerima nasihat dari orang tuanya.

Ini salah satu solusi bagi para orang tua yang mengeluhkan anaknya yang sulit dinasihati. Yaitu membangun kedekatan bersama anak dengan cara memberi hadiah.

Panutan kita semua, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat memahami tentang sifat bawaan manusia ini. Makanya kalau kita perhatikan dalam sejarah kehidupan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kita akan temukan bahwa Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering memberi hadiah. Bahkan bukan hanya kepada anak kecil, tapi juga kepada orang-orang dewasa.

Tujuan Memberi Hadiah

Pertama, untuk mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Rajin-rajinlah kalian berbagi hadiah, maka kalian akan saling menyayangi.” (HR. Bukhari)

Ini perintah dari Allah ‘Azza wa Jalla melalui lisan RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Kedua, beliau menjadikan hadiah itu sebagai sarana untuk pendekatan dan sarana dakwah kepada orang yang sedang beliau tuju dengan hadiah tersebut.

Baca Juga:
Aqidah Shahihah Sumber Berbagai Macam Anugerah

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bercerita bahwa kebiasaan para sahabat ketika mempunyai pohon, pertama kali pohon itu berbuah maka mereka petik lalu mereka bawa kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar didoakan. Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:

اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنِّي عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَإِنِّي أَدْعُوكَ لِلْمَدِينَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَمِثْلِهِ مَعَهُ

“Ya Allah berkahilah buah-buahan kami. Berkahilah tempat kota/desa kami tinggal. Berkahilah ukuran timbangan (sha’ dan mud) kami. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hambaMu, kekasihMu dan juga NabiMu, sedangkan aku pun juga hambaMu dan NabiMu. Dan Nabi Ibrahim pernah berdoa kepadaMu untuk kebaikan kota Mekah, dan aku memohon kepadaMu kebaikan untuk kota Madinah mirip seperti doa beliau untuk kota Mekah, bahkan aku memohon dua kali lipatnya.” (HR. Muslim)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Hadiah Untuk Anak” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Baca Juga:
Perdamaian Antara Hasan bin Ali dengan Muawiyah Radhiyallahu 'anhu

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.