Masjid Al-Barkah

Mendidik Anak Tanpa Amarah

Mengasah Kecerdasan Anak dalam Memanfaatkan Waktu

By  |  pukul 9:10 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 31 Oktober 2022 pukul 8:59 am

Tautan: https://rodja.id/3lz

Mengasah Kecerdasan Anak dalam Memanfaatkan Waktu merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 29 Rabi’ul Awwal 1444 H / 25 Oktober 2022 M.

Kajian sebelumnya: Menyampaikan Pelajaran dengan Kisah

Mengasah Kecerdasan Anak dalam Memanfaatkan Waktu

Salah satu perkara yang harus bisa diatasi oleh para orang tua atas anak-anak mereka adalah rasa bosan. Semua manusia punya rasa bosan, anak-anak juga demikian.

Bosan itu sendiri lebih kepada ketidakmampuan orang untuk memanfaatkan waktunya, sehingga muncul rasa bosan. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita di dalam Al-Qur’an bagaimana mengatasi rasa bosan, yaitu pertama Allah mengatakan:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ‎﴿٧﴾‏ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب ‎﴿٨﴾‏

“Dan apabila kamu sudah selesai dari satu urusan/pekerjaan/aktivitas, maka lakukan aktivitas lain yang berbeda dengan aktivitas sebelumnya.” (QS. Al-Insyirah[94]: 7-8)

Jadi melakukan aktivitas yang variatif ini dapat mengusir rasa bosan dan jenuh. Demikianlah muslim memanfaatkan waktunya. Nabi juga mengatakan bagaimana seorang hamba bisa mempertahankan konsistensi di dalam amal. Yaitu jangan lihat banyaknya amal itu kita lakukan, tapi kontinuitasnya walaupun sedikit.

Ini perlu kita ajarkan kepada anak, bagaimana mengajari mereka untuk cerdas dalam memanfaatkan waktu. Kadang-kadang anak kalau tidak diarahkan dia terfokus pada satu aktivitas itu saja. Sehingga lama-lama dia bosan. Hal itu indikasinya dapat dilihat dari mulai bertingkah menunjukkan gejala-gejala kebosanan. Misalnya dia tiba-tiba marah dan sejenisnya.

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1458-1461 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Jadi anak juga harus dilatih bagaimana dapat memanfaatkan dan disiplin waktu. Ini harus diasah dan dibiasakan dari kecil.

Nabi mengatakan dalam haditstnya:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengannya adalah kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya)

Salah satunya adalah waktu luang yang kadang-kadang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Hadits ini menunjukkan bahwa waktu luang itu adalah nikmat, dengan catatan bila kita mampu memanfaatkannya. Namun jika tidak maka akan menjadi kerugian dan penyesalan di dunia dan di akhirat. Dan ini adalah peringatan mendalam dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yang mana Nabi mengatakan ini banyak menipu manusia.

Coba kita lihat berapa banyak anak-anak maupun remaja yang jatuh dalam penyimpangan disebabkan banyaknya waktu kosong tanpa diisi dengan sesuatu yang bermanfaat. Sehingga kekosongan ini dimanfaatkan oleh setan untuk menggiring mereka kepada hal-hal yang buruk. Maka kita harus mendorong/melatih anak untuk dapat mengisi waktu kosong dengan kebaikan dan tidak terfokus pada satu aktivitas saja.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Mengasah Kecerdasan Anak dalam Memanfaatkan Waktu” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Baca Juga:
Tipu Daya Iblis Untuk Menerima Semua Harta

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.