Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Nikmat Akal

By  |  pukul 4:09 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 18 November 2022 pukul 9:43 am

Tautan: https://rodja.id/3mo

Khutbah Jumat: Nikmat Akal ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 16 Rabi’ul Akhir 1444 H / 11 November 2022 M.

Khutbah Jumat: Nikmat Akal

Di antara nikmat yang Allah berikan kepada seorang manusia adalah akal. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan akal yang dengan akal itu ia memahami mana yang baik dan mana yang buruk, dengan akal itu dia berpikir dan memikirkan tentang hakikat kehidupan dalam kehidupan dunia. Karena sesungguhnya Allah menciptakan akal untuk melebihkan manusia diatas yang lainnya. Dengan akal itulah manusia bisa memahami ilmu. Oleh karena itulah Allah ciptakan manusia memang untuk ilmu, dengan kelebihan akal mereka.

Allah turunkan agama ini untuk orang-orang yang berakal. Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an, dalam ayat-ayat yang banyak. Allah mengatakan misalnya: لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (agar kalian berakal). Allah juga berfirman: أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (apa kalian tidak ingat?). Demikian dalam ayat-ayat yang lain, dimana sesungguhnya orang yang paling bahagia adalah yang menggunakan akal pikirannya untuk memahami ayat-ayat Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah mencela orang-orang yang tidak mau memahami ayat-ayat Allah dengan akal pikirannya itu. Dan Allah menyebutkan bahwasanya itu adalah merupakan sifat penduduk neraka jahannam. Allah berfirman:

Baca Juga:
Berhukum dengan Apa Yang Diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Sungguh Kami telah menciptakan untuk neraka jahannam itu penduduk-penduduknya dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tapi tidak digunakan untuk memikirkan ayat-ayat Allah, mereka memiliki mata tapi tidak digunakan untuk melihat ayat-ayat Allah, dan mereka memiliki telinga namun tidak digunakan untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itu orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf[7]: 179)

Sungguh celaan yang sangat tercela dan mengerikan terhadap penduduk api neraka, akibat mereka tidak menggunakan akal pikiran mereka dan alat-alat untuk memahami ayat-ayat Allah ‘Azza wa Jalla.

Maka saudaraku, syukuri nikmat akal ini dengan memahami ayat-ayat Allah yang Allah turunkan kepada RasulNya. Dengan memahami ayat-ayat Allah yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah jabarkan dan jelaskan kepada kita, semua itu untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat kita.

Maka sungguh, saudaraku.. Allah turunkan Al-Qur’an untuk ditadabburi. Allah berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka ada kunci-kuncinya?” (QS. Muhammad[47]: 24)

Mentadabburi tiada lain dengan akal pikiran kita, saudaraku. Memahami ayat-ayat Allah yang Allah turunkan kepada kita.

Baca Juga:
Hak Persahabatan - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Inilah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita, yaitu akal. Namun akal pun bisa menjadi malapetaka. Ketika seseorang lebih mendewakan akalnya daripada wahyu yang Allah turunkan. Yang pertama kali melakukan ini adalah iblis la’anahullah. Iblis menolak perintah Allah dengan akalnya. Ketika Allah perintahkan iblis untuk sujud kepada Adam. Apa kata iblis?

…خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

“Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan Adam dari tanah.” (QS. Al-A’raf[7]: 12)

Menurut iblis bahwasanya api lebih baik daripada tanah, seharusnya dia yang sujud kepada iblis. Ia tolak perintah Allah dengan akalnya. Maka orang yang mendewakan akalnya, yang lebih mendahulukan akalnya daripada dalil, dia adalah pengikut-pengikut iblis la’anahullah.

Ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sesuatu yang belum dipahami oleh akal-akal kita, kewajiban kita adalah mengimaninya. Seperti itulah Allah menceritakan dalam Al-Qur’an, Allah mengatakan:

وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا

“Adapun orang-orang yang kokoh keilmuannya, dia berkata: ‘Kami beriman kepadanya, semua berasal dari sisi Rabb kami.'” (QS. Ali ‘Imran[3]: 7)

Ketika kita melihat ada dalil dan akal seakan-akan bertabrakan, maka yang kita tuduh akal kita, bukan wahyu Allah ‘Azza wa Jalla. Karena manusia diberikan oleh Allah ilmu sedikit saja. Allah berfirman:

… وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Baca Juga:
Tafsir Al-Qur’an Surat Luqman Bagian 5

“Tidaklah kalian diberikan ilmu kecuali sedikit saja.” (QS. Al-Isra'[17]: 85)

Subhanallah… Kita yang diberikan oleh Allah ilmu yang sedikit, lalu dengan kurang ajarnya kita mengkritik wahyu-wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang turun dari Allah yang sempurna ilmuNya, dimana ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala mencakup segala sesuatu. Kemudian kita dengan entengnya menolak ayat-ayat Allah dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya karena tidak sesuai dengan akal kita?

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

لو كان الدينُ بالرأي لكان أسفلُ الخفِّ أولَى بالمسحِ من أعلاهُ

“Kalaulah agama ini berdasarkan akal saja, tentu bagian bawah khuf lebih layak untuk diusap daripada bagian atasnya.”

وقد رأيتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يمسَحُ على ظاهر خفَّيْه

“Tapi aku malah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap bagian atas khufnya saja.”

Subhanallah.. Karena agama kita menginginkan untuk menyerahkan diri kita kepada Allah dengan sebenar-benar penyerahan. Agama kita menyuruh kita untuk senantiasa samina’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat). Agama kita menyuruh kita untuk menuduh akal-akal kita. Karena akal kita ini lemah, akal kita punya keterbatasan, saudaraku sekalian. Sedangkan wahyu yang berasal dari Allah tidak terbatas.

Khutbah Kedua: Nikmat Akal

Seorang salah terdahulu berkata:

ثلاث لا يقبل معهن عمل: الشرك، والكفر، والرأي.

“Ada tiga perkara yang amal tidak akan diterima karenanya; syirik, kufur, mengedepankan akal (daripada dalil).”

Baca Juga:
Adab-Adab Yang Berkaitan Dengan Tidur

Allah mengatakan dalam surah Al-Hujurat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, jangan angkat suara kalian diatas suara Rasul dan jangan kalian keraskan suara kalian kepada Rasul seperti kalian memanggil teman-teman yang lain, supaya Allah tidak batalkan amal kalian dalam keadaan kalian tidak merasakannya.” (QS. Al-Hujurat[49]: 2)

Lihatlah saudaraku, kalau mengangkat suara diatas suara Rasul saja sudah bisa membatalkan amal, bagaimana kalau mengangkat pendapat diatas pendapat Rasul dan lebih mendahulukan akal daripada sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Maka ini lebih layak untuk membatalkan amal, saudaraku.

Maka kewajiban kita, saudaraku. Sebagai seorang hamba yang yakin bahwasanya dirinya lemah, ilmunya sedikit, akalnya terbatas, adalah untuk senantiasa mengikuti wahyu dari Allah dan senantiasa taslim dengan sebenar-benarnya taslim. Allah berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Tidak demi Rabbmu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikan engkau (wahai Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapatkan rasa berat untuk menerima keputusanmu, dan mereka taslim dengan sebenar-benarnya taslim (menyerah terhadap wahyu Allah ‘Azza wa Jalla, menerima walaupun tidak sesuai dengan akal dan hawa nafsu).” (QS. An-Nisa'[4]: 65)

Baca Juga:
Dalil Bahwa Al-Qur'an Kalamullah Dan Bukan Makhluk - Kitab Al-Ibanah

Download mp3 Khutbah Jumat

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Nikmat Akal” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.