Masjid Al-Barkah

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu

Ilmu adalah Jalan Untuk Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat

By  |  pukul 1:59 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 30 November 2022 pukul 2:40 pm

Tautan: https://rodja.id/3n7

Ilmu adalah Jalan Untuk Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 15 Rabi’ul Akhir 1444 H / 10 November 2022 M.

Kajian sebelumnya: Menuntut Ilmu Lebih Utama Dibandingkan Shalat Sunnah

Ceramah Agama Islam Tentang Ilmu adalah Jalan Untuk Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat

Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala membawakan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

انما الدنيا لأربعة نفر عبد رزقه الله مالا وعلما فهو يتقي في ماله ربه ويصل فيه رحمه ويعلم لله فيه حقا فهذا باحسن المنازل عند الله ورجل آتاه الله علما ولم يؤته مالا فهو يقول لو ان لي مالا لعملت بعمل فلان فهو بنيته وهما في الاجر سواء ورجل آتاه الله مالا ولم يؤته علما فهو يخبط في ماله ولا يتقي فيه ربه ولا يصل في رحمه ولا يعلم لله فيه حقا فهذا بأسوا المنازل عند الله ورجل لم يؤته الله مالا ولا علما فهو يقول لو ان لي مالا لعملت بعمل فلان فهو بنيته وهما في الوزر سواء

“Hanyalah dunia ini untuk empat orang manusia:

Baca Juga:
Khutbah Jumat: Gembira Dengan Ketaatan

Pertama, seorang hamba yang Allah anugerahkan kepadanya harta dan ilmu (pemahaman agama). Maka dia bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hartanya, dia menyambung hubungan silaturahim (dengan hartanya itu), dan dia mengetahui hak Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hartanya, maka kedudukan hamba yang pertama ini paling tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, seseorang yang dianugerahkan ilmu tapi tidak diberikan padanya harta. Maka dia berkata: ‘Seandainya saya punya harta, maka saya akan mengamalkan seperti amal yang dilakukan oleh Si Fulan itu,’ dengan niatnya yang lurus ini maka orang yang pertama tadi dan orang yang kedua ini dalam masalah pahala mereka mendapatkan pahala yang sama di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(Jelas yang pertama lebih utama karena dia berbuat. Tapi dari yang kedua ini tidak kurang juga, karena dia meniatkan kebaikan disebabkan ilmu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan sehingga dengan sebab ilmu itu dia memperbaiki niatnya.)

Ketiga, seseorang yang Allah berikan padanya harta tapi tidak dianugerahkan ilmu agama padanya. Maka dia berbuat seenaknya dalam hartanya (tidak menggunakan hartanya di jalan yang baik), tidak bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak menyambung hubungan dengan kerabatnya, dan tidak mengetahui hak Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hartanya (digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Maka inilah orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Hadits Arbain Ke 6 – Hadits Tentang Syubhat

Keempat, seseorang yang tidak dianugerahkan harta tidak juga ilmu agama, maka orang ini mengatakan: ‘Seandainya aku punya harta maka aku akan berbuat seperti yang diperbuat oleh Si Fulan (yakni golongan manusia yang ketiga tadi).’ maka dia mendapatkan keburukan dari niatnya dan kedua-duanya dalam urusan dosa sama nilainya.” (HR. Tirmidzi, Al-Hakim dan selain keduanya)

Hadits ini menggambarkan tentang keutamaan ilmu dari segi ilmu menjadikan seseorang -dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala- diperbaiki niatnya. Sehingga ketika tidak memiliki harta maka dia bisa meniatkan kebaikan-kebaikan seperti orang yang memiliki harta dan menggunakan hartanya di jalan kebaikan yang dengan itu dia mendapatkan pahala niat seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut.

Di hadits ini Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membagi orang-orang yang tinggal di dunia ini menjadi empat golongan manusia. Yang terbaik di antara empat golongan ini adalah yang mendapatkan karunia ilmu dan harta. Dia berbuat kebaikan kepada orang lain dan kepada dirinya sendiri dengan ilmu dan hartanya.

Golongan yang kedua adalah orang yang dianugerahkan ilmu tapi tidak diberikan harta. Tetap dia punya keutamaan karena ilmunya, meskipun tidak punya harta. Meskipun keduanya memiliki pahala yang sama dimana itu didapatkan dengan niatnya yang baik, tapi tetap saja golongan yang pertama diatas kedudukan orang yang kedua. Hal ini karena dia memiliki derajat orang yang berinfak dan bersedekah.

Baca Juga:
Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Menuntut Ilmu Lebih Utama Dibandingkan Shalat Sunnah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.