Masjid Al-Barkah

Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah

Setia dan Cinta Kepada Ahlul Bait

By  |  pukul 3:43 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 02 Desember 2022 pukul 8:31 pm

Tautan: https://rodja.id/3nd

Setia dan Cinta Kepada Ahlul Bait adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada Sabtu, 23 Sya’ban 1443 H / 26 Maret 2022 M.

Kajian sebelumnya: Berpegang Teguh kepada Sunnah

Setia dan Cinta Kepada Ahlul Bait

Ahlus Sunnah senantiasa setia dan cinta kepada Ahlul Bait. Sesuai wasiat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sabdanya:

أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِيْ أَهْلِ بَيْتِيْ.

“Sesungguhnya aku mengingatkan kalian terhadap Ahlul Baitku (keluargaku), sesungguhnya aku mengingatkan kalian terhadap Ahlul Baitku (keluargaku), sesungguhnya aku mengingatkan kalian terhadap Ahlul Baitku (keluargaku).” (HR. Muslim dan yang lainnya)

Lanjutan dari riwayat ini, Husain bertanya kepada Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu: “Wahai Zaid, siapakah sebenarnya Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bukankah istri-istri beliau termasuk Ahlul Baitnya?” Zaid bin Arqam berkata: “Istri-istri beliau adalah Ahlul Baitnya. Tetapi Ahlul Bait yang dimaksud adalah orang yang diharamkan menerima sedekah sepeninggal beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Husain bertanya lagi: “Siapakah mereka?” Zaid bin Arqam menjawab: “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja’far dan keluarga Abbas.” Husai bertanya: “Apakah mereka semua diharamkan untuk menerima sedekah?” Jawab Zaid: “Iya.”

Baca Juga:
Khutbah Jumat Tentang Allah Ingin Diibadahi Sesuai Dengan Yang Allah Cintai dan Ridhai

Jadi, yang termasuk Ahlul Bait (keluarga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) adalah isteri-isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa allam, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوفًا وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Wahai para isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk (merendahkan suara) ketika berbicara sehingga berkeinginan (buruk)lah orang berpenyakit di dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu, wahai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab[33]: 32-33)

Karena mereka adalah Ummahaatul Mu’-miniin (ibu-ibu kaum Mukminin), serta meyakini bahwasanya mereka adalah isteri-isteri beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di akhirat nanti.

Menit ke-7:11 Pertanyaan pada pekan yang lalu, hadits:

يا أيُّها النَّاسُ ! إنِّي قد تركتُ فيكم ما إن أخذتم به لن تضِلُّوا ، كتابَ اللهِ وعترتي أهلَ بيتي.

“Wahai manusia, aku tinggalkan kepada kalian selama kalian berpegang dengannya kalian tidak akan sesat, Kitabullah dan keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani. Imam At-Tirmidzi mengatakan hadits ini Hasan Gharib)

Baca Juga:
Sifat Wara' Menyelamatkan Akhirat Hamba

Dikatakan oleh Imam Abu Hatim bahwa ada rawi yang munkar, yaitu Zaid bin Hasan. Dikatakan juga oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani bahwa rawinya dhaif. Tapi Syaikh Al-Albani Rahimahullah menghasankan hadits ini karena ada beberapa syawahidnya.

Kalimat عترتي أهلَ بيتي tidak bisa lepas dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan Imam Hakim:

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما كتاب الله وسنتي

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama berpegang dengan dua perkara itu, yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Malik dan Hakim)

Artinya Al-Qur’an dan Sunnah wajib dipegang. Kemudian wajib daripada عترتي أهلَ بيتي dijelaskan oleh para ulama, artinya adalah orang-orang dari Ahlul Bait Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download Mp3 Kajian

Jangan lupa untuk membagikan link download kajian tentang “Setia dan Cinta Kepada Ahlul Bait” ini melalui Facebook, Twitter atau yang lainnya. Jazakumullahu khoiron.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Baca Juga:
Shirathal Mustaqim

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.