Masjid Al-Barkah

Tematik

Memadukan Kelembutan dengan Ketegasan

By  |  pukul 9:38 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 06 Februari 2023 pukul 9:20 am

Tautan: https://rodja.id/3oz

Memadukan Kelembutan dengan Ketegasan merupakan bagian dari kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 1 Rajab 1444 H / 23 Januari 2023 M.

Kajian Tentang Memadukan Kelembutan dengan Ketegasan

Siapapun yang hidup di dunia, pasti akan menghadapi masalah. Dan itu dialami oleh semua yang hidup. Masalah yang dihadapi pun bermacam-macam, mulai dari ekonomi, kesehatan, rumah tangga, dan lain sebagainya.

Walaupun masalah itu tidak mungkin lepas dari kehidupan, kita tidak pernah diperintahkan untuk mencari dan meminta masalah. Oleh karena itu salah satu bacaan dzikir pagi dan petang adalah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ…

“Ya Allah, sungguh aku meminta kepadaMu maaf dan keselamatan di dunia dan akhirat…”

Kita tidak pernah minta masalah, tapi kalau datang masalah jangan lari. Hadapi masalah tersebut. Namanya berumah tangga pasti ada masalah. Itu dihadapi.

Dalam menghadapi masalah itu ada yang sukses dan ada yang gagal. Yang berhasil itu karena taufik (bantuan/pertolongan/petunjuk) dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun yang gagal itu karena tidak mendapatkan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian, orang bisa gagal dalam menghadapi masalah karena karakter (sifat yang ada di dalam diri orang tersebut). Karena menghadapi masalah itu perlu modal. Modal yang terbesar itu bukan uang, setelah taufik dari Allah adalah sifat-sifat positif.

Baca Juga:
Kisah Kesabaran Nabi Ayub 'alaihissalam dalam Menghadapi Sakit - Bagian ke-2 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Dalam kajian ini kita jelaskan dua karakter sebagai modal menghadapi masalah. Yaitu kelembutan dan ketegasan.

Ada sebagian orang tidak mengerti kalau lembut bisa dipadukan dengan tegas. Jadi ada sebagian orang punya pemahaman bahwa kalau lembut berarti tidak tegas, sedangkan kalau tegas berarti tidak lembut. Padahal ketegasan dan kelembutan bisa jalan bersama.

Mereka pikir, kelembutan itu selalu identik dengan kelembekan dan ketidakberdayaan. Sebaliknya, ketegasan itu identik dengan kekasaran dan emosi yang meledak-ledak. Padahal sejatinya tidak demikian.

Motivasi Kelembutan

Salah satu sifat yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah kelembutan. Sebab kehadiran sifat ini akan mendatangkan banyak sekali kebaikan. Sebaliknya, alpanya sifat ini akan mengundang beragam keburukan. Bahkan Allah ta’ala sampai memuji Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam lantaran kelembutan beliau,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ، وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Wahai Muhammad, berkat rahmat Allah lah, engkau bersikap lemah lembut terhadap para pengikutmu. Sekiranya engkau bersikap kasar dan berhati keras; niscaya mereka akan menjauhi kamu.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 159)

Kelembutan itu diwujudkan antara lain dengan:

  • Kesabaran saat menghadapi hal-hal yang memancing emosi
  • Memilih kata-kata halus yang tidak menyinggung perasaan lawan bicara
  • Mengatur intonasi suara sehingga tetap pada level yang wajar
  • Menjaga ekspresi wajah dan gestur tubuh agar tetap nyaman dilihat
  • Menghargai orang lain dengan kesopansantunan.
Baca Juga:
Biografi Imam Al-Baghawi

Motivasi Ketegasan

Adapun ketegasan, maka ini lebih identik dengan keteguhan dalam berpegang dengan prinsip-prinsip kebenaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memotivasi,

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ

“Kalian wajib mengikuti tuntunanku dan tuntunan para Khulafaur Rasyidin. Berpegang teguhlah dengannya, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Jauhilah ritual-ritual baru keagamaan.” HR. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban, al-Hakim serta al-Albaniy.

Maka ketegasan itu diterapkan dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Istiqamah menjalankan ajaran agama
  • Tidak membiarkan kesalahan, namun pelakunya ditegur dan dinasehati
  • Disiplin menerapkan aturan yang telah disepakati.

Jadi, kelembutan dan ketegasan itu dua hal yang bisa dipadukan dan berjalan bersama.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajiannya.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Memadukan Kelembutan dengan Ketegasan” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.