Masjid Al-Barkah

Mukhtashar Shahih Muslim

Kulit Yang Disamak

By  |  pukul 10:36 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 27 Februari 2023 pukul 9:31 am

Tautan: https://rodja.id/3pl

Kulit Yang Disamak merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 21 Rajab 1444 H / 12 Februari 2023 M.

Kajian sebelumnya: Larangan Istinja’ dengan Tangan Kanan

Kajian Hadits Tentang Kulit Yang Disamak

Kajian kita sampai pada bab إذا دبغ الإهاب فقد طهر (Apabila kulit disamak, maka ia menjadi suci).

Hadits 118:

عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ قَالَ رَأَيْتُ عَلَى ابْنِ وَعْلَةَ السَّبَئيِّ فَرْوًا فَمَسِسْتُهُ فَقَالَ مَا لَكَ تَمَسُّهُ قَدْ سَأَلْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ قُلْتُ إِنَّا نَكُونُ بِالْمَغْرِبِ وَمَعَنَا الْبَرْبَرُ وَالْمَجُوسُ نُؤْتَى بِالْكَبْشِ قَدْ ذَبَحُوهُ وَنَحْنُ لَا نَأْكُلُ ذَبَائِحَهُمْ وَيَأْتُونَا بِالسِّقَاءِ يَجْعَلُونَ فِيهِ الْوَدَكَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَدْ سَأَلْنَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ دِبَاغُهُ طَهُورُهُ.

Dari Yazid bin Abi Habib bahwasannya Abul Khair menceritakan, ia berkata: “Aku melihat Ibnu Wa’lah Asbaiy memakai pakaian yang terbuat dari kulit. Lalu kemudian aku pun memegangnya. Lalu kemudian Ibnu Wa’lah berkata: ‘Kenapa kamu memegangnya? Sungguh aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Abbas: ‘Kami tinggal di Maghrib, dan tinggal bersama kami kaum Barbar dan orang-orang Majus. Dan kami diberikan hadiah dengan kambing yang telah mereka sembelih. Dan tentunya kami tidak mau memakan sembelihan mereka. Dan mereka datang membawa kepada kami bejana yang terbuat dari kulit, dimana mereka menyimpan di situ minyak samin.’

Maka Ibnu Abbas -semoga Allah meridhainya, berkata: “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang masalah ini. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Menyamak kulitnya itu menjadikan kulit tersebut suci.'” (HR. Muslim)

Dari hadits ini kita ambil faedah bahwa menyamak kulit bangkai menjadikan kulit tersebut menjadi suci. Namun para ulama berbeda pendapat apakah setiap kulit kalau disamak menjadi suci atau bagaimana? Pendapat mayoritas para ulama mengatakan bahwa semua kulit apabila disamak maka ia menjadi apa suci. Kecuali dua binatang, yaitu anjing dan babi. Dasarnya yaitu keumuman hadits:

إذا دُبِغ الإهابُ فقد طهُر

“Apabila kulit telah disamak, maka ia telah suci.” (HR. Muslim)

Kata mereka bahwa hadits ini umum, tidak boleh dikhususkan kecuali oleh dalil. Dan telah ada dalil yang menunjukkan akan kenajisan anjing dan babi. Maka untuk anjing dan babi tidak bisa suci kulitnya.

Sebagian ulama lagi berpendapat bahwa dibedakan antara binatang yang halal dimakan dagingnya apabila disembelih dengan binatang yang tidak halal dimakan dagingnya apabila disembelih. Adapun kalau misalnya halal, seperti unta, kambing, sapi, kijang, maka yang seperti ini menjadi suci dengan disamak.

Adapun binatang yang dagingnya tidak halal, walaupun disembelih dengan baca bismillah pun tetap tidak halal. Maka pada waktu itu tidak menjadi suci ketika disamak.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Kulit Yang Disamak” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.