Masjid Al-Barkah

Fiqih Do'a dan Dzikir

Doa Bangun Tidur

By  |  pukul 1:58 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 27 Februari 2023 pukul 9:21 am

Tautan: https://rodja.id/3pn

Doa Bangun Tidur merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 22 Rajab 1444 H / 13 Februari 2023 M.

Lihat sebelumnya: Doa Saat Terjaga Ditengah Malam

Kajian Tentang Doa Bangun Tidur

Kalau kita perhatikan, Islam sangat detail sekali dalam menyampaikan ajarannya kepada kita. Bayangkan mulai dari terjaga, kemudian bangun, sampai tidur kembali kita selalu diajarkan untuk berdoa dan berzikir mengingatkan Allah. Melalui dzikir-dzikir dan doa-doa tersebut kita diajarkan agar jangan pernah lupa mengingat Allah. Sehingga disediakanlah di dalam agama kita berbagai macam dzikir dan doa agar waktu-waktu kita tidak ada yang kosong dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mengingat Allah ‘Azza wa Jalla 24 jam bukan artinya 24 jam kita harus di masjid terus. Mengingat Allah 24 jam maksudnya adalah kita memanfaatkan waktu-waktu itu untuk mengingat Allah dimanapun berada, dengan cara apapun, dan dalam aktivitas apapun sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Ada beberapa doa yang diajarkan oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yang pertama:

Membaca doa berikut ini sekali:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dalil Landasan

Hudzaifah bin al-Yaman Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ … إِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ»

Baca Juga:
Rezeki Akan Langgeng dengan Ketaatan dan Hilang dengan Maksiat

“Biasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam… apabila bangun tidur, beliau membaca: “Alhamdulillâhil ladzî ahyânâ ba’da mâ amâtanâ wa ilaihinnusyûr” (Segala puji untuk Allah yang telah menghidupkan kita setelah mematikan kita. Dan hanya kepada-Nya lah kita dibangkitkan).” (HR. Bukhari)

Renungan Kandungan

Doa ini sangat familiar di telinga kita. Bahkan kebanyakan kita sejak kecil telah menghapalnya. Namun amat disayangkan, tidak sedikit di antara kita yang belum mengetahui artinya. Apalagi merenungi kandungannya. Padahal dengan memahami, merenungi dan mengamalkan prinsip-prinsip yang terkandung di dalam doa ini, insyaAllah kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. Di antara prinsip tersebut:

Prinsip Pertama: Bersyukur

Saat bangun tidur, kita mengawali pagi dengan mengucapkan Alhamdulillâh. Sebagai pujian dan ungkapan rasa syukur kepada Allah yang telah mengaruniakan nikmat teramat banyak kepada kita. Salah satunya adalah nikmat bangun tidur. Betapa banyak orang yang tidur, lalu tidak bangun lagi. Saking seringnya kita bangun tidur, hingga kita tidak merasa bahwa itu adalah nikmat. Padahal salah satu penyebab terbesar ketidaktenangan hidup, adalah kurang menyadari nikmat dan minim bersyukur kepada Allah. Mengapa di sana-sini orang mengeluhkan kondisi rumah tangganya, ekonominya, kesehatannya, rumah tempat tinggalnya, dan lain sebagainya? Sebab ia kurang mensyukuri apa yang dimilikinya. Ia selalu melihat orang yang lebih tinggi dibandingkan dirinya, dan jarang melihat orang yang di bawahnya.

Baca Juga:
Sebab-sebab yang Dapat Melapangkan Dada

Prinsip Kedua: Meyakini bahwa semua sudah diatur Allah

Setelah mengucapkan hamdalah, kita menyatakan bahwa Allah lah yang menghidupkan kita, sesudah sebelumnya mati. Maksudnya: Dialah yang membangunkan kita, setelah sebelumnya kita tidur. Jadi yang menentukan siapa orang yang setelah tidur bakalan bangun, dan siapa orang yang setelah tidur tidak bangun kembali, adalah Allah. Hanya Dia yang memiliki kuasa untuk menentukan dan melakukan itu. Bahkan Dia pula yang mempunyai kendali mutlak atas segala peristiwa dan kejadian di alam semesta. Meyakini prinsip ini, akan membuat kita lebih siap berlapang dada dalam menerima takdir Allah, sekalipun tidak enak di mata kita. Tentu hal itu setelah kita berupaya maksimal dan proporsional dalam berusaha dan berikhtiar.

Prinsip Ketiga: Mengingat bahwa kita akan kembali kepada Allah

Doa di atas ditutup dengan ungkapan “hanya kepada-Nya lah kita dibangkitkan”. Agar kita selalu menyadari bahwa setelah kehidupan dunia ini, akan ada kehidupan lain di akhirat. Di sana kita mempertanggungjawabkan segala yang kita lakukan di dunia. Di sana pula kita akan mendapatkan balasan sempurna atas kebaikan atau keburukan yang telah kita kerjakan. Meyakini prinsip ini, akan membuat kita semakin berhati-hati dalam berbuat, berucap, bersikap dan berkeyakinan.

Bagaimana kandungan dan makna dari doa ini? Mari download mp3 kajiannya. Download juga mp3 bacaan dzikir pagi dan petang.

Baca Juga:
Orang Tua Wajib Bertakwa Kepada Allah Dalam Urusan Anak-Anaknya

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Doa Bangun Tidur” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.