Masjid Al-Barkah

Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah

Musibah Menggugurkan Dosa-Dosa

By  |  pukul 2:24 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 15 Maret 2023 pukul 1:24 pm

Tautan: https://rodja.id/3pt

Musibah Menggugurkan Dosa-Dosa merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 23 Rajab 1444 H / 14 Februari 2023 M.

Sebelumnya: Ikutilah Keburukan dengan Kebaikan

Kajian Tentang Musibah Menggugurkan Dosa-Dosa

Di antara hal yang bisa menghapuskan dampak dari dosa adalah musibah-musibah yang menggugurkan dosa. Musibah adalah segala sesuatu yang menyakitkan kita. Yakni semua yang menimpa berupa hal yang tidak kita sukai, yang menyakitkan dan membuat sedih. Ini disebut sebagai musibah. Bahkan kalau ada seorang yang tidak kita sukai datang bertamu ke rumah kita sedangkan kita tidak suka dengan kunjungannya, maka oleh para ulama itu disebut sebagai musibah juga. Sehingga kalau kita sabar dalam menghadapi kunjungan orang yang tidak kita sukai ini, maka kita mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala karena kesabaran. Dan hal itu juga bisa menggugurkan dosa-dosa dan maksiat.

Di antara contohnya adalah hal-hal yang membuat kita sakit seperti hamm (terbebani pikiran tentang masa depan). Ketika seseorang memikirkan masa depannya, memikirkan apa yang nanti dia makan disiang hari, memikirkan apa yang akan dia lakukan pada pekan yang akan datang, bagaimana pendidikan anak-anak dia nanti, maka ini semuanya bisa menggugurkan dosa seorang muslim yang baru saja berbuat maksiat.

Contoh yang lain adalah kesedihan. Kesediaan yang kita dapatkan saat kehilangan harta, saat diejek dan dihina, saat kehilangan orang-orang yang kita cintai, ini semuanya menimbulkan kesedihan bagi seorang muslim. Maka ini adalah musibah dan dia bisa mendapatkan pengampunan dosa ketika dihadapkan pada musibah ini.

Atau gangguan yang dihadapi oleh seorang muslim pada hartanya. Berupa ancaman untuk dicuri, dirampok, dijambret dan lain sebagainya. Demikian pula gangguan pada kehormatan. Baik itu dengan ghibah, namimah, atau dengan perkataan-perkataan yang buruk, gelar-gelar yang jelek, ini semuanya juga adalah gangguan pada kehormatan seseorang.

Atau gangguan pada jasadnya diserang oleh musuh, terkena duri, terkilir, terjatuh, ini semuanya terhitung sebagai musibah.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ما من مرض أو وجع يصيب المؤمن إلا كان كفارة لذنوبه حتى الشوكة يشاكها، أو النكبة ينكبها

“Tidaklah ada suatu penyakit atau rasa sakit yang mengenai seorang mukmin kecuali hal itu akan menjadi penggugur dosa baginya. Bahkan kalau dia tertusuk duri atau tertimpa bencana, maka itu menjadi penggugur dosa baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwasanya penyakit dan rasa sakit itu menggugurkan dosa. Jadi dibedakan antara penyakit dengan rasa sakit. Ketika seseorang tertusuk duri, dia merasakan sakit tapi tidak disebut sebagai penyakit. Ketika seseorang jatuh kemudian terkilir, maka itu adalah rasa sakit dan bukan penyakit. Tidaklah seorang muslim mengalami hal ini kecuali akan menjadi penggugur dosa baginya.

Di akhir hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan: “Bahkan kalau dia tertusuk duri atau bencana yang menimpa dia.” Ini semuanya menggugurkan dosa.

Para ulama menjelaskan bahwasanya musibah-musibah ini menjadi penggugur dosa kalau kita menghadapi musibah-musibah ini dengan sabar dan ihtisab (mengharap pahala kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala).

Memang redaksi hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim ini tidak menyebutkan syarat harus sabar dan ihtisab. Tapi ini disebutkan dalam hadits-hadits yang lain. Misalnya dalam hadits Qudsi:

إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

“Kalau Aku menguji hambaKu dengan dua hal yang dia cintai (yakni kedua matanya), kemudian dia sabar, maka Aku akan menggantikan kedua mata itu dengan surga.” (HR. Bukhari)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Penggugur Dosa dan Kesalahan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama “Musibah Menggugurkan Dosa-Dosa” ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.