Masjid Al-Barkah

Talbis Iblis

Ayat Al-Qur’an Yang Mengharamkan Nyanyian

By  |  pukul 8:43 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 15 Maret 2023 pukul 2:18 pm

Tautan: https://rodja.id/3pz

Ayat Al-Qur’an Yang Mengharamkan Nyanyian ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 29 Rajab 1444 H / 20 Februari 2023 M.

Kajian Tentang Ayat Al-Qur’an Yang Mengharamkan Nyanyian

Ibnul Jauzi Rahimahullahu Ta’ala menyebutkan beberapa dalil-dalil dari Al-Qur’an dan sunnah yang berisi larangan terhadap nyanyian dan ratapan. Ada tiga ayat di dalam Al-Qur’an yang berisi petunjuk atas larangan hal tersebut.

Ayat yang pertama adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Luqman ayat 6, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ…

“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang sia-sia…” (QS. Luqman[31]: 6)

Mengenai tafsir ayat ini, para Mufassirin menyebutkan beberapa riwayat, di antaranya dari Abu Shaba, bahwa ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surah Luqman Ayat 6 ini, yaitu وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ. Ibnu Mas’ud pun berkata: ‘Demi Allah itu adalah nyanyian.'”

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas berkaitan dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surah Luqman Ayat 6 tersebut. Ibnu Abbas mengatakan: “Itu adalah nyanyian atau yang semacamnya.”

Diriwayatkan dari Said bin Yasar, ia mengisahkan: “Aku bertanya kepada Ikrimah makna dari لَهْوَ الْحَدِيثِ (percakapan kosong). Dan Ikrimah menjawab: ‘Yaitu maksudnya adalah nyanyian.'”

Demikian pula diriwayatkan dari Al-Hasan, Said bin Zubair, Qatadah, dan Ibrahim An-Nakha’i. Mereka menyebutkan yang dimaksud di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut adalah nyanyian.

Ayat ini adalah ayat yang paling sering diangkat oleh para ulama untuk mengharamkan musik, lagu dan nyanyian.

Ayat yang kedua adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surah An-Najm ayat 61:

وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ

“Sedang kamu lengah darinya.” (QS. An-Najm[53]: 61)

Mengenai tafsir ayat An-Najm ayat 61 ini, diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan bahwa maknanya adalah nyanyian berdasarkan dialek suku Himyar.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Madzhab Imam Ahmad Terkait Nyanyian” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.