Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Ilmu Yang Paling Mulia

By  |  pukul 2:36 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 15 Maret 2023 pukul 1:58 pm

Tautan: https://rodja.id/3q4

Khutbah Jumat: Ilmu Yang Paling Mulia ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 4 Sya’ban 1444 H / 24 Februari 2023 M.

Khutbah Pertama: Ilmu Yang Paling Mulia

Sesungguhnya hakikat keberhasilan dan kesuksesan adalah diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman:

…فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Siapa yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh ia telah sukses. Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 185)

Allah mengingatkan bahwa kesuksesan itu bukan di dunia. Dunia hanyalah kehidupan yang sementara. Dunia adalah kesenangan yang menipu. Setiap manusia pasti akan merasakan kematian. Oleh karena itu Allah berfirman sebelumnya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ…

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 185)

Siapapun dia, tidak ada di dunia ini manusia yang selamanya hidup. Kekal di dunia tidak mungkin, saudaraku. Allah berfirman kepada RasulNya:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) akan meninggal dan mereka pun semua akan menjadi mayat.” (QS. Az-Zumar[39]: 30)

Semua kita akan kembali kepada Allah ‘Azza wa Jalla, semua kita akan dikumpulkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Maka saudaraku, karena kehidupan dunia adalah sesuatu yang sementara, maka hendaknya seorang hamba melihat bahwasanya kesuksesan yang paling sukses adalah ketika ia dimasukkan ke dalam surga Allah ‘Azza wa Jalla dan diselamatkan dari api neraka.

Baca Juga:
Tafsir Ali Imran Ayat 86 - Adzab Bagi Yang Murtad dari Islam

Dan tidak mungkin saudaraku, tidak mungkin kita bisa mendapatkan surga Allah kecuali dengan ilmu dan amal. Kita berilmu tentang jalan menuju surga yang bisa kita titi dan senantiasa kita pegang. Makanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الجَنَّةِ

“Siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)

Siapapun kita yang ingin dimudahkan jalannya menuju surga, hendaklah ia menuntut ilmu Allah.

Ilmu apa yang dimaksud? Tentu ilmu agama. Karena dalam ilmu dunia tidak ada tentang jalan menuju surga Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak ada dalam ilmu matematika ataupun fisika ataupun biologi ataupun lainnya yang menjelaskan tentang apa yang Allah ridha dan apa yang Allah benci, tentang jalan menuju surga dan ke neraka, tentang halal dan haram, adanya hanya dalam ilmu agama.

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan jadikan ia faqih dalam agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Agama Allah, itulah ilmu yang paling mulia, ilmu yang sangat kita butuhkan untuk kehidupan di dunia dan akhirat kita.

Demi Allah, saudaraku.. Tak mungkin manusia bahagia tanpa agama yang Allah turunkan kepada kita. Tak mungkin beres urusan manusia tanpa agama yang Allah turunkan kepada kita. Sebatas kecerdasan/kepandaian dan ilmu dunia, itu sama sekali tidak akan menimbulkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Berapa banyak orang-orang yang diberikan oleh Allah kecerdasan dalam kehidupan dunia, pengetahuan tentang ilmu dunia, tapi mereka berbuat kerusakan di muka bumi.

Baca Juga:
Diadzabnya Mayit Akibat Tangisan Orang Yang Hidup

Namun ketika seorang hamba dekat dengan Rabbnya, memahami tentang syariatnNya, siapa penciptanya dan ia berusaha mengenal nama-nama dan sifatNya, maka dia akan menjadi hamba yang terbimbing dalam hidupnya, yang menjadi baik akhlaknya, senantiasa yang ia pikirkan adalah bagaimana Allah ridha kepada dirinya dan dia takut akan adzab api neraka. Maka ia pun berusaha berbuat baik kepada manusia, dia berusaha untuk beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sehingga pada waktu itu hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan manusia betul-betul ia pelihara. Karena itulah agama kita, saudaraku.

Maka sungguh sangat naif ketika ada seseorang yang mengatakan bahwasanya seseorang yang candu agama katanya itu sesuatu yang tercela. Subhanallah. Apakah ini ucapan orang-orang yang beriman? Tidak. Apakah ini orang-orang yang takut kepada Allah? Tidak. Kalaulah ia mengharapkan Allah dan kehidupan akhirat, dia pasti akan berusaha bersungguh-sungguh mempelajari agama Allah ‘Azza wa Jalla.

Maka inilah Din kita, agama Allah. Pelajarilah baik-baik. Kita akan dapatkan betapa agungnya agama ini, betapa agama ini bersifat universal, agama ini sudah menjelaskan segala sesuatu. Dalam masalah yang sangat kecil saja, yaitu yang berhubungan dengan buang air, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menjelaskannya. Bagaimana dengan masalah-masalah yang lebih besar dari itu, saudaraku?

Maka demi Allah agama kita adalah agama satu-satunya yang diridhai oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Menyampaikan Pelajaran dengan Kisah

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah agama Islam.” (QS. Ali-Imran[3]: 19)

Khutbah Kedua: Ilmu Yang Paling Mulia

Namun kehidupan dunia seringkali menipu kita, saudaraku. Sehingga dengan kenikmatan dunia yang kita rasakan, seakan-akan kita akan hidup selama-lamanya dalam kehidupan dunia. Dunia membuat kita lalai kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dunia membuat kita semakin jauh dari Allah ‘Azza wa Jalla, dunia menjadikan kita terkadang sombong, angkuh dan ia pun kemudian ujub kepada manusia.

Oleh karena itulah Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an tentang bahaya dunia. Allah menyebutkan:

…وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid[57]: 20)

Menipu dari Allah, menipu dari kehidupan akhirat, menipu dari tujuan sebetulnya kehidupan manusia. Bahwa manusia hidup di dunia untuk ibadah kepada Allah.

Allah ciptakan dunia benar untuk manusia, tapi Allah tidak menciptakan manusia untuk dunia. Allah ciptakan manusia adalah untuk ibadah kepada Allah, untuk mencari keridhaan Allah. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu saja.” (QS. Az-Zariyat[51]: 56)

Allah berfirman:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ (115) فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ…

“Apakah kalian mengira bahwa kalian diciptakan oleh Allah sia-sia begitu saja dan bahwasanya kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha Tinggi Allah raja yang haq…” (QS. Al-Mu’minun[23]: 115)

Baca Juga:
Mendidik dengan Cinta

Allah juga berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan hidup di dunia sia-sia?” (QS. Al-Qiyamah[75]: 36)

Kata Imam Syafi’i: “Tidak diberikan perintah dan tidak diberikan larangannya?”

Maka saudaraku.. Inilah Din, inilah agama yang harus kita peluk, inilah aqidah yang harus kita yakini. Bahwa kita semua akan meninggal, kita akan kembali kepada Allah, kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Maka berpikirlah untuk hari tersebut. Persiapkanlah untuk hari tersebut. Karena sesungguhnya ia adalah hari yang besar.

Download mp3 Khutbah Jumat Ilmu Yang Paling Mulia

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Ilmu Yang Paling Mulia” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.