Masjid Al-Barkah

Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah

Akhlakul Karimah

By  |  pukul 9:44 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 27 Maret 2023 pukul 10:19 am

Tautan: https://rodja.id/3qr

Akhlakul Karimah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 22 Sya’ban 1444 H / 14 Maret 2023 M.

Sebelumnya: Musibah Menggugurkan Dosa-Dosa

Kajian Tentang Akhlakul Karimah

Pada kajian sebelumnya telah kita kaji bersama bahwasanya salah satu kebaikan yang bisa menghapuskan keburukan-keburukan adalah musibah-musibah yang menimpa kita, kalau kita bisa menghadapinya dengan sabar dan ihtisab (mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala) dari musibah yang menimpa itu.

Kemudian juga telah kita kaji bersama pentingnya menggabungkan antara keshalihan pribadi dengan keshalihan sosial sebagai pengamalan dari sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits Mu’ad bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu:

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Dan perlakukanlah manusia dengan perlakuan yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Juga bahwasannya intisari dari akhlakul karimah adalah berlaku baik kepada sesama, tidak hanya kepada orang-orang yang sudah baik kepada kita kemudian kita membalasnya dengan kebaikan. Tapi juga membalas orang-orang yang berlaku buruk dan dzalim dengan kebaikan-kebaikan. Menyambung kerabat yang memutuskan tali silaturahim, memaafkan orang yang mendzalimi, ini adalah akhlakul karimah terbaik.

Dan juga bahwasanya intisari dari akhlakul karimah adalah bersegera melakukan hal-hal yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan jiwa yang menerima dan lapang dada.

Akhlakul karimah termasuk takwa dan termasuk dalam wasiat Allah ‘Azza wa Jalla yang diberikan kepada seluruh hamba-hambaNya. Penjelasannya adalah bahwasanya takwa kepada Allah itu mencakup segala apa yang Allah perintahkan, baik yang hukumnya wajib maupun yang sunnah. Juga menghindari apa yang Allah larang, baik yang hukumnya haram maupun makruh saja.

Baca Juga:
Kanikmatan dan Tingkatan Surga

Jadi, takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah, baik yang hukumnya wajib seperti menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, ini adalah ketakwaan (menjalankan perintah) yang sifatnya wajib. Atau yang berupa amalan-amalan seperti mengerjakan shalat sunnah rawatib, qiyamul lail, puasa sunnah, ini diperintahkan dan hukumnya sunnah.

Takwa juga mencakup meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik yang hukumnya haram, seperti syirik, bid’ah, kedzaliman, zina, riba, khamr.

Juga meninggalkan yang sifatnya makruh, misalnya minum dengan berdiri, membungkukkan badan sebagai penghormatan. Membungkukkan badan sebagai penghormatan (tidak sampai pada derajat rukuk atau sujud) dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dimana sebagian besar ulama membawanya kepada makna makruh, karena ini larangan dalam bab adab. Adapun rukuk dan sujud hukumnya lebih tegas lagi pelarangannya. Inilah yang dimaksud dalam hadits Anas bin Malik.

قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أَخَاهُ أَوْ صَدِيقَهُ أَيَنْحَنِي لَهُ ؟ قَالَ : لا .

Sesorang bertanya: “Wahai Rasulullah, seseorang di antara kita bertemu saudaranya apakah dia boleh membungkuk (sebagai penghormatan)?” Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Tidak.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini dibawa oleh para ulama kepada membungkuk yang tidak sampai derajat rukuk. Yang seperti ini hukumnya adalah makruh menurut jumhur ulama.

Dan akhlakul karimah juga ada yang wajib dan ada yang sunnah. Yang wajib misalnya adalah jujur dalam memberikan penilaian kepada saudara kita, tidak memutuskan silaturahim, menjawab salam. Ada juga yang sifatnya sunnah, seperti mengucapkan salam ketika berjumpa dengan orang lain, memasang wajah yang cerah saat berjumpa dengan mereka, membantu orang lain.

Baca Juga:
Darah Haid, Nifas dan Istihadhah

Maka jelaslah bahwasanya akhlakul karimah ini termasuk dalam takwa. Maka akhlakul karimah termasuk dalam wasiat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada seluruh hambaNya, baik yang hidup di zaman sekarang maupun orang-orang terdahulu.

…وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ…

“Dan telah Kami wasiatkan kepada orang-orang sebelum kalian juga kepada kalian, hendaklah kalian bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (QS. An-Nisa'[4]: 131)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Penggugur Dosa dan Kesalahan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama “Akhlakul Karimah” ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.