Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Kita Membutuhkan Ibadah Puasa

By  |  pukul 4:33 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 05 April 2023 pukul 8:44 am

Tautan: https://rodja.id/3qu

Khutbah Jumat: Kita Membutuhkan Ibadah Puasa ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 25 Sya’ban 1444 H / 17 Maret 2023 M.

Khutbah Jumat: Kita Membutuhkan Ibadah Puasa

Tak lama kita akan kedatangan sebuah tamu yang agung, bulan yang sangat mulia. Allah syariatkan bulan Ramadhan adalah untuk kebaikan kita semuanya. Allah tidak membutuhkan amal ibadah puasa kita, namun kitalah yang membutuhkan kepada amalan tersebut. Allah syariatkan agar Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang mulia, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian shiam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)

Allah menyebutkan bahwa tujuan daripada shiam adalah agar kalian bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena takwa di sisi Allah adalah sesuatu yang agung, balasannya adalah surga. Allah berfirman:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ‎﴿١٥﴾‏ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ ‎﴿١٦﴾

“Sesungguhnya orang yang bertakwa berada di dalam surga dan mata air yang mengalir, mereka mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka berupa kenikmatan tersebut.” (QS. Az-Zariyat[51]: 15-16)

Subhanallah.. Orang yang bertakwa ialah yang masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah bersama orang yang bertakwa, Allah berfirman:

Baca Juga:
Ramadhan Bulan Ketakwaan - Mutiara Sahur (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوا وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. An-Nahl[16]: 128)

Allah menjanjikan bahwa orang yang bertakwa pasti akan diberikan oleh Allah jalan keluar dari kesulitan hidupnya dan Allah berikan kepada mereka rezeki yang tak disangka-sangka. Allah berfirman:

…وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ …

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan jalan keluar dari kesulitan hidupnya, dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq[65]: 2-3)

Allah mengabarkan bahwa orang yang bertakwa, sehebat apapun tipu daya musuh-musuh Islam untuk menghancurkannya, maka pasti Allah akan bela ia. Allah berfirman:

…وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا…

“Jika kalian terus bersabar dan kalian terus bertakwa kepada Allah, tidak akan membahayakan kalian tipu daya mereka sedikitpun juga.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 120)

Allah juga menyebutkan bahwasanya apabila penduduk negeri itu semua bertakwa, maka Allah akan berikan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ…

“Kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pasti Kami akan bukakan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf[7]: 96)

Baca Juga:
Berbicara Kepada Manusia Sesuai Dengan Tingkat Pemahaman dan Kedudukan Manusia Bagian 2 - Kitab Al-Ishbah

Subhanallah, betapa janji Allah untuk orang-orang yang bertakwa itu sesuatu yang sangat mulia sekalian, saudaraku. Kemuliaan di dunia dan akhirat yang akan didapatkan bagi mereka yang bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Dan ternyata Allah syariatkan shiam Ramadhan tiada lain adalah agar kita mau bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar dengan ketakwaan itu kita bisa mendapatkan semua kemuliaan yang Allah janjikan kepada kita.

Maka seorang mukmin ketika melihat bagaimana besarnya pahala di sisi Allah, bagaimana sesuatu yang luar biasa Allah janjikan bagi mereka yang berpuasa Ramadhan, maka ia akan bersemangat, dia akan bergembira, dia akan berbahagia, dia akan menyongsong bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, bukan dengan penuh kesusahan dalam hatinya.

Allah syariatkan puasa Ramadhan juga untuk agar Allah ampuni dosa-dosa kita. Allah tahu bahwa kita manusia banyak dosa, maka Allah syariatkan bulan Ramadhan agar Allah gugurkan dosa-dosa kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan berharap pahala di sisi Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian Allah pun menyuruh kita untuk melakukan perbuatan amalan shalih di bulan Ramadhan tersebut dan menjanjikan pahala besar dan ampunan di sisiNya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Ketentuan Mahar Pernikahan Dalam Islam

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang qiyamullail (shalat tarawih) karena mengharapkan pahala dan karena keimanan, maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu mudahnya untuk mendapatkan dan meraih ampunan di sisi Allah di bulan Ramadhan ini, saudaraku. Sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kecelakaan bagi mereka yang masuk bulan Ramadhan lalu keluar dari bulan Ramadhan ternyata tidak diampuni oleh Allah. Rasulullah bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ دَخَلَ عَلَيْهِ شَهْرُ رَمَضَانَ ثُمَّ خَرَجَ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Semoga dihinakan (dalam riwayat Imam Ahmad: celaka seorang hamba) yang ia mendapatkan bulan Ramadhan lalu ia keluar dari bulan Ramadhan ternyata belum diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Al-Bazzar)

Khutbah Kedua: Kita Membutuhkan Ibadah Puasa

Seorang muslim lebih menginginkan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. Pahala akhirat bagi dia lebih ia cintai daripada pahala dunia. Maka ketika mendengar pahala yang begitu besar dari bulan Ramadhan, maka ia akan bergegas, dia semangat, dia pun senang mendengarnya, ia menjawab panggilan Allah dan RasulNya dengan hati yang gembira.

Bagaimana bila kita diberikan tawaran bekerja satu bulan, lalu kemudian bayangkan gajinya satu miliar. Hanya satu bulan kita bekerja gajinya satu miliar. Pekerjaan kita pun juga ringan, hanya tidak makan dan minum dari pagi sampai sore saja. Setelah itu diberikan gaji yang sangat besar, sebanyak satu miliar. Saya yakin semua kita ketika mendengar “satu miliar” akan senang dan berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan itu.

Baca Juga:
Hak-Hak Muslim atas Muslim yang Lainnya - Bagian ke-1 - Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Bagaimana saudaraku, Allah menawarkan kepada kita surgaNya? Lebih dari satu miliar, lebih dari satu triliun, bahkan lebih daripada dunia dan seisinya. Hanya untuk berpuasa di bulan Ramadhan satu bulan saja. Tidakkah kita tertarik kepada pahala yang luar biasa? Sementara tugas kita hanya tidak makan, tidak minum, meninggalkan syahwat dari pagi sampai sore, mengharapkan wajah Allah dan keimanan kepada Allah ‘Azza wa Jalla?

Namun terkadang hati kita lebih tertarik kepada dunia. Saat kita mendengar ada pahala dunia, saat kita mendengar ada iming-imingan dunia, kita lebih semangat. Tapi ketika mendengar tentang pahalanya surga kita tidak semangat. Entah mungkin karena kurang percaya kepada surga atau mungkin karena keyakinannya yang lemah? Na’udzubillah..

Download mp3 Khutbah Jumat: Kita Membutuhkan Ibadah Puasa

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Kita Membutuhkan Ibadah Puasa” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.