Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih

By  |  pukul 10:26 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 10 April 2023 pukul 9:58 am

Tautan: https://rodja.id/3r3

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 9 Ramadhan 1444 H / 31 Maret 2023 M.

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih

Di antara nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah diberikan kekuatan untuk senantiasa beramal shalih, menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Ini merupakan nikmat yang amat besar kepada seorang hamba, melebihi nikmat kehidupan dunia, melebihi nikmat makanan dan minuman.

Di bulan Ramadhan yang mulia ini, Alhamdulillah Allah berikan kepada kita kesehatan, diberikan kepada kita kekuatan untuk bisa menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita melaksanakan shalat tarawih, melaksanakan sahur, melaksanakan puasa Ramadhan dan amalan-amalan shalih yang lainnya. Demi Allah ini adalah pemberian Allah yang sangat luar biasa kepada kita. Maka kewajiban kita dengan amalan-amalan seperti ini yaitu menjaga amalan shalih.

Menjaga amalan shalih yang pertama yaitu jangan sampai amalan tersebut dibatalkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla akibat perbuatan-perbuatan kita.

1. Ujub

Di antara hal yang membuat amal kita dibatalkan oleh Allah yaitu kita merasa ujub dan bangga diri dengan amalan shalih, kita merasa seakan-akan lebih baik daripada orang lain karena kita banyak membaca Al-Qur’an, karena kita banyak shalat tahajud, karena banyak bersedekah dan berinfak, sehingga kemudian hati kita terkena penyakit sombong dan ujub. Sehingga dengan seperti itu Allah batalkan amalan kita.

Oleh karena itu Al-Imam Ibnul Qayyim mengatakan: Ujub dengan amal adalah ujub yang paling buruk, lebih buruk dibandingkan ujub dengan harta dan kedudukan.

Seorang mukmin ingat bahwasanya amalan shalihnya adalah bantuan dari Allah. Allah yang membantu dia, Allah yang memberikan kepada dia kekuatan. Ketika ia ingat bahwasanya Allah yang membantunya, maka ia tidak akan ujub, biidznillah.

Oleh karena itulah Allah mengatakan:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkau Ya Allah kami beribadah (maka ini menghilangkan kesyirikan) dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan dan bantuan (maka ini menghilangkan rasa ujub).” (QS. Al-Fatihah[1]: 5)

2. Mengharapkan kehidupan dunia

Yang kedua yang membuat amal kita dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu kita tidak ikhlas di dalam amalan kita, mengharapkan kehidupan dunia. Kita beramal shalih mengharapkan harta, mengharapkan kedudukan dan yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam surat Hud ayat 15 dan 16, Allah berfirman:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ‎﴿١٥﴾‏ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ‎﴿١٦﴾‏

“Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami akan berikan apa yang ia inginkan tersebut dari amalannya tanpa dikurangi sedikitpun. Mereka itu di akhirat tidak akan mendapat apapun kecuali api neraka, batal amalannya dan sia-sia usahanya.” (QS. Hud[11]: 15-16)

Jangan sampai saudaraku, ketika berpuasa Ramadhan niat kita adalah dunia, ketika shalat tarawih niat kita adalah meraih kehidupan dunia. Demi Allah saudaraku, amalan shalih terlalu mulia untuk diharapkan padanya dunia. Karena dunia sesuatu yang remeh di mata Allah ‘Azza wa Jalla, sedangkan amalan shalih suatu yang sangat mulia, makanya balasannya adalah surga.

Saudaraku, kita jaga amal shalih jangan sampai dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Melanggar larangan Allah saat sendirian

Di antara perkara yang membatalkan amalan kita yaitu berani untuk melanggar larangan Allah saat sendirian. Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunannya, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan di hari kiamat akan ada orang yang membawa pahala sebesar-besar gunung Tuhamah, dan ternyata Allah hancur-leburkan pahalanya itu.

Lalu para sahabat bertanya kepada Rasulullah: “Siapa mereka Wahai Rasulullah? Sungguh sangat merugi orang ini?” Kata Rasulullah:

أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Mereka adalah orang-orang yang apabila bersendirian dengan keharaman Allah dia tidak peduli dan berani untuk melanggar larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Ibnu Majah)

Karena ternyata ia takutnya hanya kepada manusia, dia tidak takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika di hadapan manusia ia tidak berani melakukan keharaman, tapi ketika sendirian dia berani, karena ia tidak takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Sungguh ini merupakan perkara yang sangat kita khawatirkan ketika kita takutnya hanya kepada makhluk bukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makhluk lebih kita takuti daripada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga saat sendirian kita berani melanggar larangan-larangan Allah ‘Azza wa Jalla.

Subhanallah.. Oleh karena itu Nabi Syu’aib berkata kepada kaumnya:

أَرَهْطِي أَعَزُّ عَلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ

“Apakah kaumku lebih kalian takuti daripada Allah Subhanahu wa Ta’ala?” (QS. Hud[11]: 92)

Tak selayaknya seorang mukmin lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah. Jangan sampai pengawasan Allah kepada kita itu yang paling hina di mata kita dibandingkan dengan pengawasan mahluk.

Mungkin kalau berada di suatu tempat yang penuh CCTV kita tidak akan berani melakukannya. Tapi ketika kita berada di tempat yang kosong tidak ada CCTV (dan kita yakin Allah yang mengawasi kita) kita tidak peduli. Seakan pengawasan Allah itu hina di mata kita. Na’udzubillah..

Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih

Saudaraku, ini yang pertama yang harus kita jaga, yaitu amal shalih. Jangan sampai dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian yang kedua, menjaga amal shalih itu agar bagaimana amal tersebut langgeng dan senantiasa menjadi kehidupan dan kebiasaan kita. Walaupun telah pergi Ramadhan namun amalan shalih itu tidak boleh pergi.

Bulan Ramadhan pasti akan meninggalkan kita, namun bacaan Al-Qur’an yang telah kita biasakan, shalat malam yang telah kita lakukan, jangan pula ikut pergi bersama Ramadhan. Karena sesungguhnya Ramadhan hanyalah sebuah sekolah, sebuah penempaan agar kita terbiasa dan membiasakan diri di atas amalan shalih. Yang diharapkan darinya agar kita wafat dalam keadaan husnul khatimah. Karena seseorang akan wafat di atas kebiasaannya, saudaraku.

Siapa yang terbiasa dengan amal keburukan, biasanya ia akan wafat diatas keburukan. Kecuali kalau Allah berikan kepadanya hidayah. Maka biasakanlah saudaraku.. Pertahankan dan jaga amalan shalih kita itu. Walaupun bulan Ramadhan telah pergi sekalipun, kita berusaha untuk istiqamah diatas jalan Allah, istiqamah diatas ketaatan kepada Allah, istiqamah untuk sabar meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan.

Demi Allah itulah karamah agung yang Allah berikan kepada seorang hamba. Karamah yang agung bukan seseorang bisa terbang di udara atau dia tidak mempan dibacok, bukan. Tapi karamah yang hakiki dijadikan oleh Allah dia istiqamah sampai akhir hayatnya.

Download mp3 Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Menjaga Amalan Shalih” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.