Masjid Al-Barkah

Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu

Membersihkan Kerikil Yang Ada Di Tempat Sujud

By  |  pukul 10:55 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 10 April 2023 pukul 9:42 am

Tautan: https://rodja.id/3r4

Membersihkan Kerikil Yang Ada Di Tempat Sujud ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 12 Ramadhan 1444 H / 3 April 2023 M.

Download kajian sebelumnya: Meludah Ketika Shalat

Kajian Tentang Membersihkan Kerikil Yang Ada Di Tempat Sujud

Pada kajian sebelumnya kita membahas sujudnya orang yang sakit di atas sesuatu yang tinggi. Misalnya ketika seseorang yang sakit tidak mampu untuk sujud dengan menempelkan dahinya di tanah, maka akhirnya dia letakkan balok kayu di depannya sehingga dia bisa sujud di atas balok kayu tersebut. Atau misalnya meletakkan bantal di depannya sehingga dia bisa menempelkan dahinya dibantal tersebut. Ini ada larangan dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka hendaknya kita menjauhi.

Membersihkan kerikil yang ada di tempat sujud dan mempermainkannya

Membersihkan kerikil yang ada di tempat sujud dan mempermainkannya adalah sesuatu yang dilarang apabila hal tersebut tidak dibutuhkan. Apabila dibutuhkan, boleh melakukannya sekali tapi kalau ditinggalkan tetap lebih baik. Ini dengan catatan apabila adanya kerikil di tempat sujud itu tidak mengurangi kekhusyukan kita. Kalau adanya kerikil di tempat sujud ini mengurangi kekhusyukan tentu kita lebih mengedepankan kekhusyukan. Kita bisa hilangkan dan kalau bisa sekali saja ketika menghilangkannya.

Baca Juga:
Ahlussunnah wal Jamaah Memperingatkan Bahayanya Menyerupai Orang Kafir - Kitab Al-Ishbah

Hal ini berdasarkan hadits, dari Mu’aiqib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengatakan kepada orang yang membersihkan debu yang ada di tempat sujudnya:

إِنْ كُنْت فاعِلا فَوَاحِدة

“Apabila engkau memang terpaksa melakukannya, maka lakukan hanya sekali saja.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa sebaiknya seseorang tidak membersihkan tempat sujudnya dari debu ataupun kerikil yang ada di tempat tersebut. Apalagi kalau misalnya tempatnya sebenarnya sudah bersih. Misalnya di masjid ada debu di tempat sujud, sebaiknya tidak dibersihkan/diusap kalau memang sedang berada di dalam shalat. Kecuali kalau itu bisa mengganggu kekhusyukan, maka sebaiknya kekhusyukan lebih didahulukan. Karena kekhusyukan itu rohnya shalat kita. Dan menghilangkan kerikil atau debu dari tempat sujud ini kalau sekali dibolehkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Hadits dari Mu’aiqib Radhiyallahu ‘Anhu ini dalam riwayat lain disebutkan:

لا تمسح وأنت تصلي، وإن كنت لابد فاعلاً فواحدةٍ لتسوية الحصى

“Jangan engkau mengusapnya ketika sedang shalat. Tapi apabila engkau terpaksa harus melakukannya, maka lakukan sekali saja untuk meratakan kerikil ini.” (HR. Abu Dawud)

Ini menunjukkan bahwa pada asalnya lebih baik tidak kita bersihkan dan bersujud dengan apa adanya. Dan ini termasuk di antara bentuk merendahkan diri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan meletakkan dahi kita di tempat yang ada debu/kerikilnya.

Baca Juga:
Menutup Aurat Ketika Shalat

Begitu pula ketika ada sesuatu yang menempel di dahi kita. Misalnya kita sujud di tempat yang berdebu, sebaiknya kita tidak membersihkan yang menempel di dahi kita. Sebaiknya biarkan seperti itu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah dilihat oleh sahabat Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan:

رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يسجد في الماء والطين حتى رأيت أثر الطين في جبهته

“Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sujud di tanah yang basah, sampai aku melihat ada bekas tanah ada bekas tanah di dahi beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

أربع من الجفاء: … وذكر منها «ومسح الرجل التراب عن وجهه وهو في صلاته

“Ada empat hal yang termasuk tindakan kurang baik: salah satunya adalah seseorang mengusap debu dari wajahnya ketika dia sedang shalat.”

Ini menunjukkan bahwa ketika shalat kita diperintahkan untuk benar-benar merendahkan diri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita benar-benar mengagungkan shalat. Jangan melakukan hal-hal yang mengurangi nilai merendahkan diri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Kerikil Yang Ada Di Tempat Sujud” penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Memperingatkan Wanita Muslimah Untuk Menjaga Kesucian

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.