Masjid Al-Barkah

Fiqih Pendidikan Anak

Kedekatan dan Momen yang Tepat dalam Menasihati

By  |  pukul 1:46 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 29 Mei 2023 pukul 1:46 pm

Tautan: https://rodja.id/3rw

Kedekatan dan Momen yang Tepat dalam Menasihati ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 2 Dzulqa’dah 1444 H / 22 Mei 2023 M.

Kajian Tentang Kedekatan dan Momen yang Tepat dalam Menasehati

Banyak orang tua mengeluh bahwa sulit menasihati anak mereka. Ada orang tua yang bahkan berbicara sampai berbusa-busa, tetapi sepertinya tidak ada perubahan sama sekali. Masalah semakin rumit jika melibatkan ponsel. Yaitu ketika anak lebih memilih bermain HP daripada belajar atau istirahat. Inilah fenomena yang perlu kita perhatikan dan introspeksi. Kita berusaha mengoreksi diri kita terlebih dahulu. Apa sebabnya anak tidak mau menerima nasihat?

Pelu dipahami bahwa nasihat tidak bisa disampaikan secara sembarangan. Ada cara yang tepat untuk menyampaikan nasihat. Jika cara penyampaian diabaikan, maka nasihat akan ditolak. Misalnya, semakin dekat hubungan antara orang tua dan anak, maka semakin mudah nasihat diterima oleh anak. Begitu pula jika ada momen/waktu yang tepat dalam menyampaikan nasihat, maka nasihat akan lebih mudah diterima. Ini contoh memperhatikan cara.

Membangun kedekatan

Untuk membangun kedekatan dengan anak, kita harus memperhatikan contoh dari sejarah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam kesehariannya. Beliau sering mengajak anak-anak seperti Anas bin Malik, Ja’far bin Abi Thalib, Abdullah Ibnu Abbas, Hasan, dan Husein. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan anak-anak. Dan kedekatan hubungan itu betul-betul beliau manfaatkan untuk menularkan kebaikan kepada mereka.

Salah satu contoh adalah kisahnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma.

كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»

Suatu hari aku pernah dibonceng Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menaiki tunggangannya. Saat itu beliau bersabda, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa prinsip. Jagalah Allah; niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah; niscaya Engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah bila seluruh manusia bersatu padu untuk memberimu suatu manfaat, maka mereka tidak akan mampu memberikannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Sebaliknya bila mereka semua bersatu padu untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu melakukannya, kecuali bila telah ditakdirkan Allah. Pena takdir telah diangkat dan kitab takdir telah selesai dituliskan”. (HR. Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini hasan sahih)

Lihatlah, ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah begitu dekatnya dengan Ibnu Abbas, maka beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memanfaatkan kedekatan itu untuk menyampaikan nasihat. Dan itu momennya sangat pas. Karena suasana hati anak sedang nyaman. Jadi kalau ada orang tua memberikan nasihat kepada anak ternyata ditolak, maka ada beberapa kemungkinan. Mungkin karena hubungannya tidak terlalu dekat, atau momennya kurang pas.

Pastikan anak konsentrasi

Sebelum memberikan nasihat kepada anak, pastikan anak konsentrasi. Panggil anak dengan baik dan pastikan mereka fokus mendengarkan sebelum menyampaikan nasihat. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau memanfaatkan momen yang tepat untuk memberikan nasihat kepada anak-anak.

Ingatlah bahwa anak-anak masih ingatan dengan kenangan yang indah bersama orang tua. Kedekatan dengan anak sangat penting. Perhatikan juga hadits-hadits yang menjelaskan tentang momen Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan anak-anak, dan bagaimana beliau memanfaatkan kedekatan itu untuk memberikan nasihat.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Kedekatan dan Momen yang Tepat dalam Menasehati” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.