Masjid Al-Barkah

Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah

Amalan Terbaik Setelah Amalan-Amalan Wajib

By  |  pukul 10:07 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 05 Juni 2023 pukul 10:08 am

Tautan: https://rodja.id/3s1

Amalan Terbaik Setelah Amalan-Amalan Wajib merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 3 Dzulqa’dah 1444 H / 23 Mei 2023 M.

Sebelumnya: Musibah Menggugurkan Dosa-Dosa

Kajian Tentang Amalan Terbaik Setelah Amalan-Amalan Wajib

Adapun amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib, maka jawabannya tidak sama dari satu orang ke orang yang lain. Karena orang-orang berbeda tentang kemampuan mereka. Misalnya jihad di jalan Allah secara fisik, maka tidak semua orang mampu. Untuk mereka yang memiliki fisik yang lemah atau cacat, maka tidak tepat kalau kita berikan jawaban kepada mereka bahwasanya yang terbaik bagi mereka adalah jihad di jalan Allah. Atau misalnya jawaban haji atau umrah yang juga merupakan ibadah yang agung. Tidak tepat kalau kita menjawab dengan haji atau umrah jika yang bertanya adalah orang yang tidak memiliki harta yang cukup untuk bisa berangkat ke tanah suci.

Kemudian juga sesuai dengan waktu yang mereka miliki. Ada sebagian ibadah yang secara global dia lebih afdhal daripada ibadah yang lain. Tapi pada waktu tertentu bisa jadi ibadah yang lain itu justru malah lebih afdhal baginya. Saat sepertiga malam terakhir, maka yang terbaik di sini adalah shalat malam dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian juga dalam waktu-waktu tertentu seperti ketika terjadi kelaparan, maka bisa jadi yang terbaik bagi seorang muslim adalah melakukan ibadah-ibadah sosial. Ini menjadi amalan yang lebih afdhal dan tepat pada waktu tersebut.

Baca Juga:
Khutbah Jum'at: Kata Mutiara Semangat Dalam Hidup dan Kebaikan

Jawaban Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang amalan terbaik, ternyata jawaban beliau adalah berbeda-beda. Kadang beliau menjawab yang terbaik adalah mencintai karena Allah, kadang beliau menjawab iman kepada Allah, kadang jihad fii sabilillah, kadang berbakti kepada kedua orang tua, kadang shalat diawal waktunya, ada juga kadang-kadang beliau menjawab dengan ibadah haji.

Inilah sebabnya kenapa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab pertanyaan para sahabat yang bertanya tentang amalan terbaik untuk mereka dengan jawaban yang berbeda-beda. Karena orang yang bertanya berbeda-beda, kemampuan mereka berbeda-beda, waktu mereka bertanya juga berbeda-beda. Maka hikmah dan kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan bimbingan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala membuat jawaban beliau juga berbeda-beda.

Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan bahwa pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan satu jawaban sama yang berlaku untuk setiap orang. Inilah faktanya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda, maka Ibnu Taimiyah pun juga memberikan jawaban yang sama dengan jawaban Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Tapi kata beliau, ada satu jawaban yang seperti disepakati oleh para ulama. Bahwasanya senantiasa berusaha untuk terus berdzikir memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah amalan terbaik yang seorang hamba bisa menyibukkan dirinya dengannya. Ini adalah secara global. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu yang diriwayatkan oleh Muslim. Dimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Baca Juga:
Memenuhi Hak Allah

سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوْا: وَمَا الْمُفَرِّدُوْنَ  يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ: اَلذَّاكِرُوْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتُ

“Al-Mufarridun telah mengalahkan yang lain.” Para sahabat berkata, “Siapa Al-Mufarridun wahai Rasulullah?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kaum pria dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Dzikir di sini mencakup dzikir secara hati (mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala), dan juga mencakup dzikir dengan lisan (menyebut dan memuji asma Allah Subhanahu wa Ta’ala). Dan dzikir terbaik adalah yang menggabungkan antara amalan hati (mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hati) sekaligus mulut kita komat-kamit atau basah dengan ucapan dzikir.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Penggugur Dosa dan Kesalahan

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama “Amalan Terbaik Setelah Amalan-Amalan Wajib” ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.