Masjid Al-Barkah

Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah

Dzikir Muqayyad

By  |  pukul 2:13 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 03 Oktober 2023 pukul 10:44 am

Tautan: https://rodja.id/3tb

Dzikir Muqayyad merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 7 Muharram 1445 H / 25 Juli 2023 M.

Sebelumnya: Amalan Terbaik Setelah Amalan-Amalan Wajib

Kajian Tentang Dzikir Muqayyad

Di antara jawaban yang hampir disepakati oleh para ulama adalah bahwasanya amalan terbaik setelah yang fardhu adalah dzikir, yakni mengingat dan memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ini juga yang telah di-nash oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits shahih dari beliau, bahwasanya amalan yang lebih afdhal daripada menginfakkan emas dan perak, lebih afdhal daripada berjihad di jalan Allah, juga yang paling suci di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan paling mengangkat derajat adalah dzikrullah (mengingat dan memuji atau menyebut Allah Subhanahu wa Ta’ala).

Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala menyebutkan ada tiga macam dzikir. Yaitu:

  • Mu’aqqatah (yang ditentukan waktunya),
  • Muqayyadah (yang terkait dengan amalan atau kondisi tertentu),
  • Mutlaqah (yaitu yang tidak terikat dengan waktu).

Sebagian ulama membagi dzikir menjadi dua saja, mutlaqah dan muqayyadah. Mutlaqah adalah yang bebas/tidak terikat, sedangkan muqayyadah adalah yang terkait dengan waktu atau kondisi atau amalan.

Ini adalah pembagian yang dilakukan oleh para ulama. Jadi, kadang-kadang ada perbedaan dalam mengklasifikasinya. Ini sesuatu yang wajar, kadang-kadang ada yang membaginya menjadi dua, kadang-kadang membaginya menjadi 3, tapi maknanya sama. Maknanya mereka tidak berselisih, yang beda adalah cara mengklasifikasinya saja. Alhamdulillah.

Jenis dzikir mu’aqqatah sudah dibahas pada kajian sebelumnya.

Dzikir Muqayyad

Jenis kedua menurut klasifikasi adalah Ibnu Taimiyah adalah Dzikir Muqayyadah. Maka beliau mengatakan bahwa diantara amalan yang paling utama adalah mengingat Allah dan memujiNya dengan dzikir yang muqayyadah, yaitu yang dikaitkan dengan amalan-amalan atau kondisi-kondisi tertentu.

Dzikir Sebelum dan Setelah Makan

Apa yang kita ucapkan saat kita makan atau minum? Yaitu yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada Umar bin Abi Salamah, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan kepada Umar bin Abi Salamah Radhiyallahu ‘Anhu:

سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Ucapkan Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang dekat darimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihat: Hadits Tentang Makan dan Minum

Ini adalah ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk sahabat Umar bin Abi Salamah Radhiyallahu ‘Anhu.

Di sini, beliau mengatakan “سَمِّ اللَّهَ”, terjemahan leterleknya “sebutlah nama Allah,” tapi yang dimaksud beliau adalah mengucapkan Bismillah. Dan ini sudah dikenal di kalangan ahli bahasa, dikenal para ulama syariat bahwasanya menyebut nama Allah, maksudnya adalah Bismillah. Bukan menyebut nama Allah dengan dzikir yang lain. Jadi, jangan kita memahami, “Oh, berarti menyebut asma Allah apa saja bisa, al-Jabbar bisa, al-Karim, al-Mannan?” Tidak seperti itu. Maksud dari سَمِّ اللَّهَ adalah mengucapkan Bismillah.

Maka dzikir yang shahih yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat kita akan makan atau minum adalah mengucapkan Bismillah.

Ditegaskan lagi oleh hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang diriwayatkan oleh Abu Dawud Rahimahullahu Ta’ala, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اذا اكل احدكم طعاما فليذكر اسم الله

“Jika seorang di antara kalian makan suatu makanan, hendaklah dia mengucapkan Bismillah.” (HR. Abu Dawud)

Adapun setelah makan maka sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah juga Al-Imam Ahmad:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan ini kepadaku dan telah merizkikannya kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku.” (HR. Ibnu Majah dan Imam Ahmad)

Ini contoh pertama untuk dzikir muqayyad. Apalagi contoh yang lainnya dan bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian Dzikir Muqayyad

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama “Dzikir Muqayyad” ini ke jejaring sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Barakallahu fiikum.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.