Masjid Al-Barkah

Ayat-Ayat Ahkam

Tafsir Ali Imran Ayat 81 – Jalan Para Rasul Itu Satu

By  |  pukul 9:42 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 31 Juli 2023 pukul 9:42 am

Tautan: https://rodja.id/3td

Tafsir Ali Imran Ayat 81 – Jalan Para Rasul Itu Satu adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 2 Muharram 1445 H / 20 Juli 2023 M.

Tafsir Ali Imran Ayat 81 – Jalan Para Rasul Itu Satu

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ ‎﴿٨١﴾‏ فَمَن تَوَلَّىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ‎﴿٨٢﴾‏

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: ‘Manakala Aku memberikan kepada kalian kitab dan hikmah kemudian datang kepada kalian rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya’. Allah berfirman: ‘Apakah kalian setuju dan mengambil perjanjianKu atas hal demikian?’ Mereka menjawab: ‘Kami setuju’. Allah berfirman: ‘Maka persaksikanlah oleh kalian dan Aku bersama kalian termasuk orang-orang yang bersaksi’. Maka Barangsiapa berpaling sesudah itu, maka mereka adalah orang-orang yang fasik.'” (QS. Ali ‘Imran[3]: 81-82)

Ada lima hukum yang bisa kita ambil dari dua ayat di atas:

Jalan Para Rasul Itu Satu

Pertama, diambil dari ayat-ayat ini bahwa jalannya para rasul itu satu. Yaitu berdakwah untuk mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ibadah dan berdakwah untuk mengikuti para Rasul.

Para Rasul itu bersaudara. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

نَحْنُ مَعْشَرَ الْأَنْبِيَاءِ أَوْلَادُ عَلات دِينُنَا وَاحِدٌ

“Kami para Nabi adalah anak-anak seayah, agama kami satu (sedangkan syariat berbeda-beda.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi agama tauhid itu satu, adapun syariat amaliyah maka berbeda-beda. Allah berfirman:

… لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا…

“Bagi setiap umat Kami jadikan di antara kalian aturan dan jalan.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 48)

Allah memberikan syariat kepada umatNya sesuai dengan waktunya. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menghapus hal tersebut dan membuat syariat bagi umat berikutnya dengan syariat yang sesuai dengan masanya. Sampai Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan syariat Nabi Muhammad, Allah menghapus semua syariat sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan tetaplah syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai akhir dunia ini.

Syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam harus kita yakini merupakan syariat yang kekal dan layak bagi setiap masa dan tempat.

Wajib Mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Wajib bagi seluruh penduduk bumi untuk mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Termasuk kaum Yahudi dan Nasrani.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di surah Al-A’raf ayat 158:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Katakanlah wahai Muhammad: ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang diutus untuk kalian semua. Allah yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, berimanlah kalian kepada Allah dan RasulNya, seorang Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimatNya dan ikutilah dia, mudah-mudahan kamu mendapat petunjuk”.  (QS. Al-A’raf[7]: 158)

Persaksian Allah

Diambil dari ayat-ayat ini persaksian Allah ‘Azza wa Jalla dan persaksian para Nabi ‘Alaihimush Shalatu was Salam akan kekafiran orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Jadi orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu kafir. Dan ini dipersaksikan oleh Allah dan para Nabi. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengambil perjanjian dari para Nabi agar mereka beriman semuanya dan agar mereka menolongnya. Allah mempersaksikan hal tersebut kepada para NabiNya.

Maka dari sini, orang yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam maka kafir.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Tafsir Ali Imran Ayat 81 – Jalan Para Rasul Itu Satu” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.