Masjid Al-Barkah

Al-Fawaid

Penampilan Indah Yang Dipuji

By  |  pukul 1:12 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 04 Agustus 2023 pukul 1:12 pm

Tautan: https://rodja.id/3tj

Penampilan Indah Yang Dipuji adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 2 Muharram 1445 H / 20 Juli 2023 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Penampilan Indah Yang Dipuji

Kita membahas tentang dua golongan yang menyimpang dari jalan yang lurus dalam hal ini yang berhubungan dengan mengenal keindahan makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan pada makhlukNya. Ada kelompok yang menetapkan semua yang Allah ciptakan itu indah, sampai pun kemungkaran dan keburukan-keburukan mereka anggap indah. Sampai pun perbuatan maksiat mereka anggap indah. Ini adalah orang-orang yang tentu saja telah dihilangkan di hati mereka kecemburuan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah, mengingkari kemungkaran, kemudian menegakkan jihad di jalan Allah. Ini akibat dari keyakinan mereka yang rusak.

Ada golongan yang kedua. Mereka berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela di dalam Al-Qur’an keindahan rupa, keindahan fisik, kesempurnaan postur dan tubuh manusia. Jadi mereka ini menganggap mutlak semua yang namanya penampilan dan keindahan fisik itu dicela dalam Islam. Mereka berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang orang-orang munafik:

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ…

“Dan jika kamu melihat mereka, kamu akan kagum dengan keindahan fisik mereka.” (QS. Al-Munafiqun[63]: 4)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا

“Dan berapa banyak Kami binasakan sebelum mereka generasi-generasi yang hidup di satu masa yang mereka itu lebih banyak hartanya dan lebih indah penampilan fisiknya.” (QS. Maryam[19]: 74)

Jadi mereka berdalil dengan ayat-ayat ini untuk mencela keindahan rupa secara mutlak. Artinya mereka itu lebih banyak hartanya lebih indah penampilan fisiknya.

Inilah kelompok kedua yang mengatakan tercelanya semua keindahan fisik secara mutlak.

Tambah lagi dalil yang mereka gunakan, hadits dalam riwayat Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada fisik dan harta kalian, akan tetapi Allah hanyalah memandang kepada hati dan amal-amal perbuatanmu.” (HR. Muslim)

Mereka juga berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan memakai sutra, emas dan bejana-bejana dari emas dan perak. Yang ini semua adalah termasuk perhiasan dunia yang paling besar. Dan Allah berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ…

“Dan janganlah kamu memandang kepada perhiasan yang bermacam-macam yang Kami berikan kepada mereka sebagai perhiasan kehidupan dunia agar Kami menjadikan fitnah bagi mereka dalam hal ini…” (QS. Tha Ha[20]: 131)

Dalam hadits juga disebutkan:

إِنَّ الْبَذَاذَة مِن الإِيمَان

“Kesederhanaan itu adalah termasuk iman.” (HR. Abu Dawud)

Ini dalil yang mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka, sehingga mereka berkata bahwa semua penampilan fisik yang indah itu dicela secara mutlak. Kata mereka juga bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencela orang-orang yang berlebihan pada makan, minum dan berpakaian.

Inilah dua golongan yang tersesat dalam memahami hal ini.

Pemutus Perselisihan

Islam selalu datang dengan petunjuk yang sempurna, dengan petunjuk yang moderat (tidak berlebih-lebihan dan tidak kurang). Inilah yang sesuai dengan agama fitrah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada hamba-hambaNya.

Jalan tengah dalam perselisihan ini adalah dengan kita mengatakan bahwa hukum keindahan pada rupa, keindahan pakaian, serta keindahan fisik/penampilan itu ada tiga macam. Tidak semua tercela dan tidak semua terpuji. Tiga macam itu adalah: dipuji, dicela, atau tidak berkaitan dengan pujian atau celaan.

Agama Islam diturunkan untuk menjadikan hal-hal yang berhubungan dengan urusan dunia kita bisa menjadi indah kalau mengikuti petunjuk dalam syariat yang indah ini.

Penampilan Yang Terpuji

Yang terpuji di antara hal tersebut adalah yang dilakukan karena Allah, yang membantu manusia untuk mengamalkan ketaatan kepada Allah, menunaikan perintah-perintahNya dan menjawab seruanNya. Kalau seseorang memakai pakaian yang indah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah, digunakan ketika beribadah, ketika shalat Jumat, ketika shalat berjamaah, ketika shalat ied dalam rangka untuk menampakkan nikmat yang Allah berikan kepadanya, maka ini terpuji.

Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memakai pakaian yang indah ketika menyambut utusan-utusan yang ingin belajar Islam. Subhanallah, mereka adalah orang-orang yang baru hijrah dan ingin memperbaiki dirinya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyambut mereka dengan penampilan yang indah untuk menghormati niat mereka yang agung, yaitu ingin berislam dengan benar. Ini terpuji.

Disebutkan dalam hadits, bahwa Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu pernah mengambil sebuah pakaian jubah dari bahan yang indah. Kemudian dia datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan beliau berkata kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, belilah pakaian ini untuk engkau memakai pakaian yang indah ini ketika melaksanakan shalat hari raya dan ketika menyambut tamu-tamu utusan yang ingin belajar agama.” Dan ini dipraktekkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits yang shahih.

Ini semakna dengan memakai pakaian besi sebagai pelindung dalam peperangan ketika menghadapi musuh. Seseorang berjalan dengan congkak dalam peperangan yang bertujuan untuk menjatuhkan mental musuhnya. Ini diperbolehkan dalam peperangan.

Maka sesungguhnya yang seperti ini terpuji jika terkandung di dalamnya niat untuk meninggikan kalimat Allah, membela agamaNya dan membikin marah musuh-musuh Allah.

Penampilan Yang Tercela

Adapun yang tercela adalah penampilan indah, rupa atau pakaian yang dipakai untuk semata-mata membanggakan kedudukan duniawi. Untuk kebanggaan dan kesombongan semata-mata serta sebagai sarana untuk mencapai keinginan syahwatnya. Dan ketika itu dijadikan sebagai puncak keinginan seorang hamba dan yang tertinggi dari cita-citanya. Karena kebanyakan jiwa-jiwa manusia tidak memiliki keinginan selain dari tujuan-tujuan tersebut.

Niat-niat sombong seperti ini tercela dari penampilan atau pakaian yang indah.

Penampilan Yang Tidak Dipuji dan Tidak Dicela

Adapun yang tidak dipuji dan tidak dicela adalah hal-hal yang tidak terdapat padanya dua tujuan ini. Bukan tujuannya untuk agama juga tidak tujuannya untuk dunia.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Penampilan Indah Yang Dipuji” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.