Masjid Al-Barkah

Tujuan-Tujuan Haji

Mengingat Keadaan Para Nabi dan Rasul dengan Ibadah Haji

By  |  pukul 9:01 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 24 Agustus 2023 pukul 9:03 am

Tautan: https://rodja.id/3u1

Mengingat Keadaan Para Nabi dan Rasul dengan Ibadah Haji adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Tujuan-Tujuan Haji. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 27 Muharram 1445 H / 14 Agustus 2023 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Mengingat Keadaan Para Nabi dan Rasul dengan Ibadah Haji

Di antara salah satu tujuan diwajibkan melaksanakan ibadah haji adalah untuk mengingatkan kita tentang keadaan para Nabi dan Rasul sebelumnya, yaitu bagaimana mereka melakukan perjalanan. Karena ibadah haji penuh dengan momen-momen yang sangat indah dan kandungan luar biasa yang akan mengingatkan seorang mukmin kepada para Nabi Allah.

Di bumi yang penuh dengan keberkahan ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemuliaan kepada para jamaah haji berpindah dari satu tempat ke tempat lain, karena manasik yang kita lakukan ini tentunya sudah pernah dilakukan oleh para Rasul dan Nabi sebelumnya shalawatullahi ‘alaihim.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

صَلَّى فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ سَبْعُونَ نَبِيًّ

“Sesungguhnya telah melakukan shalat di dalam masjid Al-Khaif 70 Nabi sebelumnya.” (HR. Ath-Thabrani)

Wahai para jamaah haji, sesungguhnya sebelum kalian melakukan ketaatan ini di tanah yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sudah terlebih dahulu para Nabi dan Rasul beribadah kepadaNya. Mereka menjawab seruan Allah, dan mereka merupakan hamba-hamba pilihan Allah. Sehingga ketika kita beribadah kepada Allah, kita harus merasakan bagaimana hati kita ada ikatan dengan para Nabi dan Rasul Allah. Yang mana dianjurkan bagi kita untuk berjalan diatas manhaj mereka dan mengikuti pedoman-pedoman mereka.

Baca Juga:
Berdiri Dalam Shalat Wajib

Dalam sebuah hadits yang disebutkan oleh Abdullah bin Abbas, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah melewati sebuah Lembah Azraq. Beliau bertanya kepada para sahabat: “Lembah apakah ini?” Para sahabat menjawab: “Ini merupakan Lembah Azraq.” Maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan:

كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام هَابِطًا مِنْ الثَّنِيَّةِ وَلَهُ جُؤَارٌ إِلَى اللَّهِ بِالتَّلْبِيَةِ

“Seolah-olah aku sedang melihat Nabi Musa yang dia sedang turun dari pendakian dan dia mengangkat suaranya mengucapkan talbiyah menjawab seruan Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Kemudian saat sampai di Lembah Harsya, maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya: “Lembah apakah ini?” Maka para sahabat menjawab: “Ini adalah Lembah Harsya.” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali melanjutkan:

كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى يُونُسَ بْنِ مَتَّى عَلَيْهِ السَّلَام عَلَى نَاقَةٍ حَمْرَاءَ جَعْدَةٍ عَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ خِطَامُ نَاقَتِهِ خُلْبَةٌ وَهُوَ يُلَبِّي

“Seolah-olah aku sedang melihat Nabi Yunus bin Matta ‘Alaihish Salam sedang menunggang unta gemuk yang berwarna merah dengan pakaian bulu dan tali kekang untanya terbuat dari pelepah daun kurma, sedangkan dia dalam keadaan bertalbiah.” (HR. Muslim)

Juga dalam hadits yang dibawakan oleh Abu Musa dan Anas bin Malik Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لقد مرَّ بالروحاءِ سبعون نبيًّا يَؤُمُّون بيتَ اللهِ العتيقَ

Baca Juga:
Pertanyaan Pada Hari Kiamat

“Sungguh telah melewati Rauha ini 70 orang Nabi. Kemudian mereka datang berkumpul di rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Abu Ya’la)

Demikian juga, jika Isa bin Maryam diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhir zaman, maka dia akan mengucapkan talbiyah jika melewati lembah tersebut. Sebagaimana hadits yang dibawakan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَيُهِلَّنَّ ابۡنُ مَرۡيَمَ بِفَجِّ الرَّوۡحَاءِ، حَاجًّا أَوۡ مُعۡتَمِرًا، أَوۡ لَيَثۡنِيَنَّهُمَا

“Dan demi jiwaku yang ada di genggamanNya, sesungguhnya akan melewati Lembah Rauha ini Nabi Isa bin Maryam untuk melaksanakan ibadah haji ataupun umrah, atau beliau benar-benar akan mengumpulkan keduanya.” (HR. Muslim)

Kemudian, apabila kita mendatangi rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala Ka’bah Al-Musyarrafah, kita akan ingat bahwa yang membangun dan meninggikan pondasi Ka’bah, mereka berdua adalah Khalilurrahman, Nabi Ibrahim, dan anaknya Nabi Ismail ‘Alaihimas Salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا

“Dan ketika Nabi Ibrahim dan Ismail mengangkat pondasi-podasi Ka’bah. Kemudian mereka mengatakan: ‘Ya Allah terima dari kami.'” (QS. Al-Baqarah[2]: 127)

Bayangkan dan renungkan, mereka adalah Nabi-Nabi yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun setelah membangun Ka’bah, mengangkat pondasinya, mereka berdoa agar ibadahnya diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Keutamaan Belajar Bahasa Arab (Ustadz Hamzah Abbas, Lc.)

Kemudian setelah selesai pembangunan Ka’bah, maka kita juga harus ingat bagaimana Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumumkan ibadah haji kepada manusia.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Menyaksikan Manfaat-Manfaat Haji yang Sangat Besar

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.