Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut

By  |  pukul 9:55 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 5:50 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=53228

Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 8 Safar 1445 H / 25 Agustus 2023 M.

Khutbah Jumat: Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut

Perniagaan yang tak akan pernah ada bangkrutnya adalah perniagaan bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Perniagaan di dunia mungkin saja pelakunya terkena kebangkrutan, tapi perniagaan dengan Allah tidak mungkin akan pernah ada bangkrutnya. Siapa mereka yang mengharapkan perniagaan yang tidak pernah ada kerugiannya? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”

“Sesungguhnya orang yang senantiasa membaca ayat-ayat Allah, mendirikan shalat, dan menginfakkan harta mereka baik rahasia maupun terang-terangan, merekalah orang-orang yang mengharapkan perniagaan yang tak ada kerugiannya” (QS. Fatir[35]: 29)

Ini adalah tiga sifat orang yang mengharapkan jual beli yang tidak ada kerugiannya sama sekali. Apa itu?

1. Senantiasa membaca Al-Qur’an

Yang pertama, senantiasa membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya Al-Qur’an itu bimbingan untuk kehidupan kita, di dalamnya petunjuk untuk hidup kita. Siapapun yang membaca Al-Qur’an, maka penyakit-penyakit yang ada di dalam hatinya akan hilang, biidznillah.

Siapapun yang mempelajari Al-Qur’an, Allah pasti berikan kepadanya hidayah dan rahmat. Allah berfirman:

Baca Juga:
Tata Cara Pengambilan Dalil Bagian 2 - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia, telah datang kepada kalian peringatan dari Rabb kalian dan penyembuh terhadap apa yang ada di dalam hati kalian berupa penyakit, dan sebagai hidayah serta rahmat untuk orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus[10]: 57)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati Al-Qur’an dengan 4 sifat yang agung. Yaitu: yang pertama peringatan, kedua obat untuk penyakit-penyakit hati, yang ketiga sebagai hidayah, dan yang keempat sebagai rahmat. Dan semua ini Allah berikan untuk orang-orang yang beriman yang senantiasa membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا 

“Tidakkah mereka mentadaburi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah tertutup mati?” (QS. Muhammad[47]: 24)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela orang-orang yang hatinya tak ingin lagi mentadabburi Al-Qur’an, hatinya tertutup untuk mempelajari Al-Qur’an. Maka orang seperti ini telah berpaling dari kebaikan untuk hidupnya, ia telah berpaling untuk obat hatinya. Maka siapa yang mencari kesembuhan dari selain Al-Qur’an, hakikatnya tidak akan sembuh penyakitnya. Yang ada adalah bertambah penyakit hatinya.

Maka jadikan Al-Qur’an sebagai pelipur lara kita, jadikan Al-Qur’an seperti yang Rasulullah minta:

أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

“Ya Allah jadikan Al-Qur’an sebagai pelipur lara hatiku, sebagai cahaya di dadaku, sebagai air yang menyejukkan hatiku, dan sebagai penghilang kesedihanku.” (HR. Ahmad)

Baca Juga:
Bahaya Tidak Berhukum dengan Hukum Allah

Subhanallah, betapa indahnya seorang hamba yang membiasakan membaca Al-Qur’anul Karim, setiap harinya tak lepas ia dari membaca Al-Qur’an, mentadabburi, memahami, dan mencari hidayah padanya. Maka pasti orang seperti ini diberikan oleh Allah bimbingan dan hidayah.

2. Mendirikan shalat

Sifat kedua, yaitu mendirikan shalat. Dia jaga shalatnya, rukunnya, syarat-syaratnya, dia juga jaga kekhusuannya. Dia berusaha semangat menuju shalat. Ketika mendengar adzan, hatinya senantiasa rindu Untuk bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ia datangi shalat dengan penuh kegembiraan, bukan dengan kemalasan. Tidak seperti orang-orang munafik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam Al-Qur’an:

وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malasnya, dan itupun riya ingin dilihat manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah, kecuali hanya sedikit saja.” (QS. An-Nisa'[4]: 142)

Orang yang senantiasa mengharapkan jual beli yang tidak ada kerugiannya, dia akan berusaha memperhatikan shalat, karena shalat adalah kekuatan bagi hati dan kehidupan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

“Sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 45)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الصَّلاةُ نُورٌ

“Shalat itu cahaya.” (HR. Muslim)

Lihat: Hadits Arbain Ke 23 – Keutamaan Bersuci, Shalat, Sedekah, Sabar dan Al-Qur’an

Baca Juga:
Kitab Terbaik yang Bisa Dipelajari oleh Seorang Muslim

Cahaya untuk kehidupan dan hati kita. Sehingga pada waktu itu, orang yang senantiasa betul-betul menjaga shalat, maka dia akan senantiasa dibimbing oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun mereka yang tidak menjaga shalatnya, mereka tidak peduli dengan shalatnya, shalat bagaikan ayam yang mematuk, bagaimana shalat akan bermanfaat bagi mereka?

Maka, kalau kita melihat seseorang shalat tetapi masih berbuat maksiat, itu menunjukkan bahwa masalah terletak pada shalatnya.

Khutbah Jumat: Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut

3. Bersedekah

Berikutnya, sifat ketiga dari orang-orang yang mengharapkan perniagaan yang tidak ada kerugiannya, mereka menginfakkan dari sebagian rezeki yang diberikan Allah. Hatinya tidak terbelit oleh kepelitan. Akan tetapi hanya penuh kedermawanan, etika melihat orang-orang susah selalu ingin membantu. Demikian memang sifat seorang mukmin. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اليَدُ العُليَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى

“Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.” (HR. Muslim)

Lihat: Makna Hadits Tangan Diatas Lebih Baik Dari Tangan Dibawah

Itulah sifat seorang mukmin. Yang ia pikirkan bagaimana ia membantu saudaranya, bagaimana ia bisa berbuat baik kepada saudaranya, bagaimana ia bermanfaat untuk orang lain, bukan untuk memanfaatkan orang lain.

Saudaraku.. Pahala berinfak sangatlah besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang berinfak dibukakan pintu-pintu kebaikan. Ketika Rasulullah menyebutkan tentang tiga pintu kebaikan, di antaranya yaitu sedekah. Kata Rasulullah:

Baca Juga:
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 83 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْـخَطِيْئَةَ كَمَـا يُطْفِئُ الْـمَـاءُ النَّارَ

“Sedekah itu bisa memandangkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Lihat: Hadits Arbain 29 – Pintu-Pintu Kebaikan

Sedekah menyelamatkan pelakunya dari api neraka. Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan bahwasanya banyak wanita yang masuk ke dalam api neraka, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: “Aku diperlihatkan api neraka, ternyata kebanyakan penduduknya adalah wanita.” Maka Rasulullah bersabda:

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ

“Wahai para wanita, bersedekahlah kalian.”

Kata para ulama, karena sedekah perkara yang paling kuat untuk menyelamatkan seseorang dari api neraka.

Maka saudaraku.. Seorang mukmin berusaha untuk sedekah, berusaha untuk dermawan. Dan mukmin dermawannya bukan hanya pada saat senang. Dermawannya mukmin adalah saat senang maupun susah. Saat senang ia dermawan, saat susah pun ia dermawan. Itulah kedermawanan yang paling tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Download mp3 Khutbah Jumat: Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Perniagaan Yang Tidak Akan Pernah Bangkrut” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.