Masjid Al-Barkah

Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu

Qunut dalam Shalat Witir

By  |  pukul 1:33 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 5:50 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=53256

Qunut dalam Shalat Witir ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 11 Safar 1445 H / 28 Agustus 2023 M.

Download kajian sebelumnya: Masalah-Masalah Terkait Shalat Witir

Kajian Tentang Qunut dalam Shalat Witir

Qunut dalam shalat witir diperselisihkan oleh para ulama. Ada yang mengatakan bahwa qunut dalam shalat witir itu wajib. Pendapat ini dipilih oleh Imam Abu Hanifah. Ada pula yang mengatakan bahwa qunut dalam shalat witir itu mustahab. Pendapat ini dipilih oleh jumhur ulama. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa qunut dalam shalat witir itu makruh. Ini adalah pendapat dari Imam Malik Rahimahullahu Ta’ala.

Pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan bahwa qunut dalam shalat witir itu sunnah. Hal ini didukung oleh beberapa hadits yang menjelaskan tentang doa untuk qunut witir.

Terkait waktu pelaksanaannya, para ulama juga berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa qunut witir disunnahkan di sepanjang tahun. Ini adalah pendapat mazhab Hanabilah, yang juga dipilih oleh dua sahabatnya, yaitu Muhammad bin Hasan dan Abu Yusuf.

Beberapa ulama Syafi’i mengatakan bahwa qunut dalam shalat witir dianjurkan di setengah terakhir bulan Ramadhan. Namun, ada juga sebagian ulama Syafi’i yang mengatakan bahwa qunut witir dapat dilakukan di semua bulan Ramadhan. Tidak ada dalil yang kuat yang menunjunjukkan pengkhususan qunut witir ini di bulan Ramadhan. Sehingga pendapat yang lebih kuat adalah bahwa qunut dalam shalat witir dianjurkan untuk dilakukan sepanjang tahun. Wallahu Ta’ala a’lam.

Hadits yang menunjukkan bahwa qunut witir disunahkan adalah hadits dari sahabat Al-Hasan ibn Ali Radhiyallahu ‘Anhuma, yang merupakan cucu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku baca dalam shalat witir:

علَّمني رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمات أقولهن في الوتر: «اللهم اهدني فيمن هديت، وعافني فيمن عافيت، وتولَّني فيمن تولَّيت وبارك لي فيما أعطيت، وقني شر ما قضيت، فإنك تقضي ولا يُقضى عليك، وإنه لا يذلُّ من واليت، تباركت ربنا وتعاليت»

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah.

Dan dari Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يوتر فيقنت قبل الركوع

“Bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu shalat witir dan beliau qunut sebelum rukuknya.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

Hadits ini menunjukkan bahwa qunut dalam shalat witir disyariatkan. Hadits ini juga menunjukkan bahwa qunut dalam shalat witir dilakukan sebelum rukuk, bukan setelah rukuk. Ini lebih utama, karena hadits dari Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu.

Adapun qunut nazilah dalam shalat subuh, dhuha, ashar, maghrib, dan isya, maka yang afdhal dilakukan setelah rukuk.

Shalawat dalam Doa Qunut

Apakah disunahkan untuk membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam doa qunut? Jawabannya adalah dianjurkan untuk membaca shalawat untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dalilnya adalah perbuatan yang dilakukan oleh Ubay ibn Ka’ab Radhiyallahu ‘Anhu. Begitu pula, perbuatan yang dilakukan oleh Abu Halimah ketika diperintahkan oleh sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu untuk mengimami shalat tarawih di bulan Ramadhan. Dan tidak ada pengingkaran. Hal ini menunjukkan bahwa dianjurkan untuk membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di akhir doa qunut witir.

Kemudian yang perlu diperhatikan bahwa dalam doa qunut witir tidak dianjurkan untuk diperpanjang. Walaupun kita lihat banyak para imam di zaman ini yang memperpanjang doa qunut witirnya.

Kalau melihat hadits-hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kita tidak melihat hal tersebut. Maka sebaiknya doa dalam qunut witir itu diperpendek. Dan alangkah baiknya kita berdoa dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kalau ingin menambahnya maka jangan sampai terlalu panjang. Bukan berarti memperpanjang doa qunut witir menjadi haram karena memang itu waktunya berdoa. Tapi yang lebih afdhal pendek saja sebagaimana diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada cucu beliau.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Qunut dalam Shalat Witir” penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.