Masjid Al-Barkah

Mukhtashar Shahih Muslim

Doa Setelah Adzan

By  |  pukul 9:10 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 13 September 2023 pukul 9:12 am

Tautan: https://rodja.id/55v

Doa Setelah Adzan merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 24 Safar 1445 H / 10 September 2023 M.

Kajian Hadits Tentang Doa Setelah Adzan

Hadits 200:

عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ ﵁ عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ.

Dari Sa’ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Siapa yang mengucapkan ketika muadzin bersyahadat: ‘Asyhadu alla ilaha illallah wahdahulaa syarikalah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh‘ ia ucapkan: ‘radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa (aku ridha Allah sebagai Rabb, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama), maka akan diampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan disyariatkannya mengucapkan kata-kata ini. Namun terjadi ikhtilaf para ulama tentang tempatnya kapan. Pendapat yang dirajihkan oleh Syaikh Utsaimin Rahimahullah -dan insyaAllah ini pendapat yang paling kuat- yaitu ketika muadzin telah selesai mengucapkan dua kalimat syahadat. Ketika muadzin telah selesai dari: “Asyhadu alla ilaha illallah asyhadu alla ilaha illallah. Asyhadu ann muhammadarrasulullah.” Ini masing-masing kita jawab, setelah itu baru kita mengucapkan ‘radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa.’

Baca Juga:
Hukum Qunut Dalam Shalat Fardhu

Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa ini diucapkan setelah selesai adzan. Namun berdasarkan riwayat ini -wallahu a’lam- itu diucapkan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Pahalanya adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan dalam hadits Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 مَنْ قَالَ : رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا ، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا ، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Siapa yang mengucapkan radhitu billahi robbaa wa bil islami diinaa wa bi muhammadin rosulaa wajib masuk surga.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan tentang makna ucapan ini. Kata beliau bahwa ucapan ini mengandung ridha kepada Allah dari sisi rububiyah dan uluhiyahNya, dan ridha kepada Rasulullah, dan senantiasa tunduk kepadanya, dan ridha terhadap agamanya, dan senantiasa taslim untuknya. Dan siapa yang terkumpul padanya empat perkara tadi, maka ia seorang yang benar-benar siddiq sejati.

Maka ridha dengan uluhiyahNya Allah mengandung ridha untuk hanya mencintai Allah segala-galanya. Ridha untuk hanya takut kepada Allah melebihi segala sesuatu. Kita senantiasa berharap kepada Allah, senantiasa kembali kepada Allah, senantiasa bertaqarrub kepada Allah, dan kita gunakan kekuatan keinginan kita kepada Allah. Demikian pula cinta kita semua karena Allah. Dan ini mengandung ibadah dan mengikhlaskan ibadah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.

Ridha dengan rububiyahNya Allah mengandung ridha terhadap semua aturan Allah untuk hamba-hambaNya, mengesakan Allah dalam tawakal kepadaNya. Demikian pula senantiasa meminta pertolongan kepadaNya, senantiasa yakin kepada Allah, menyandarkan hati kita kepada Allah, dan kita ridha terhadap semua yang Allah lakukan terhadap diri kita.

Baca Juga:
Bab Berwudhu dengan Satu Mud - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Maka yang pertama -yaitu ridha dengan uluhiyahNya-, mengandung ridha terhadap perintah-perintahNya. Yang kedua mengandung ridha terhadap semua yang Allah takdirkan.

Adapun ridha kepada Nabi sebagai Rasul, ini mengandung kesempurnaan ketundukan kepada beliau, dan taslim (menyerahkan diri kita) kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sifatnya mutlak, lebih mengedepankan Rasulullah daripada kepentingan dirinya sendiri. Maka kita tidak mengambil petunjuk kecuali dari sabda-sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kita tidak berhukum kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kita pun tidak menjadikan selain Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai hakim diri kita.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajianDoa Setelah Adzan” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.