Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Sifat-Sifat Hati

By  |  pukul 2:14 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 21 September 2023 pukul 9:45 pm

Tautan: https://rodja.id/568

Sifat-Sifat Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 2 Rabi’ul Awal 1445 H / 18 September 2023 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Sifat-Sifat Hati

Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari sahabat An-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘Anhu, beliau mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ما مِن قَلبٍ إلَّا بيْنَ أُصبُعينِ مِن أَصابعِ الرَّحمنِ إنْ شاءَ أَقامَه، وإنْ شاءَ أَزاغَه.

“Tidak ada hati kecuali berada di antara dua jari Allah ‘Azza wa Jalla. Jika Allah berkehendak Allah akan meluruskannya, dan jika Allah berkehendak maka Allah akan memalingkannya.” (HR. Ibnu majah)

Dan dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda sering berdoa:

يَا مُثَبِّتَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ

“Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agamaMu.” (HR. Ibnu Majah)

Juga Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam senantiasa berdoa dengan mengatakan:

اللهم مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك 

“Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agamaMu.”

Maka Ummu Salamah berkata: “Wahai Rasulullah, apakah hati itu berbolak-balik?” Jawaban nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

نَعَمْ مَا مِنْ خَلْقِ اللَّهِ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ بَشَرٍ إِلَّا أَنَّ قَلْبَهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَإِنْ شَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَقَامَهُ وَإِنْ شَاءَ اللَّهُ أَزَاغَهُ فَنَسْأَلُ اللَّهَ رَبَّنَا أَنْ لَا يُزِيغَ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا وَنَسْأَلُهُ أَنْ يَهَبَ لَنَا مِنْ لَدُنْهُ رَحْمَةً إِنَّهُ هُوَ الْوَهَّابُ

Baca Juga:
Khutbah Jumat: Tidak Cukup Sebatas Niat Yang Baik

“Iya, tidak ada hati dari Bani Adam kecuali berada di antara dua jari-jemari Allah. Jika Allah berkehendak maka Allah akan meluruskannya, jika Allah berkehendak maka Allah akan memalingkannya. Maka kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar tidak melencengkan hati-hati kita setelah diberi petunjuk, dan kita memohon kepada Allah agar memberikan rahmatNya, sesungguhnya Allah Maha Pemberi.”

Maka seyogyanya setiap muslim -selain senantiasa membaca doa tadi- juga mengetahui sifat-sifat hati yang melenceng, juga keadaan-keadaan hati tersebut. Hal ini agar mengetahui betapa besar kebaikan dan keselamatan yang dia dapatkan, dan bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan dia dari keburukan dan kerusakan. Tujuannya adalah agar dia memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas perlindungan yang Allah berikan. Juga senantiasa memohon keselamatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta agar Allah senantiasa menjaga hatinya, menyelamatkannya dari kesesatan dan penyimpangan. Ini menjadi sangat penting karena hati sangat mudah berbolak-balik, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

لقلب ابن آدم أشد انقلابا من القدر إذا اجتمع غليانا

“Sungguh hati anak Adam lebih mudah untuk terbalik daripada panci yang bergetar karena mendidihnya air di dalamnya.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda:

 إن هذا القلب كريشة بفلاة من الأرض يقيمها الريح ظهرا لبطن

“Sesungguhnya hati ini seperti bulu yang berada di tengah padang pasir yang luas, yang dibolak-balikkan oleh angin yang bertiup.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Baca Juga:
Keutamaan Ilmu dan Penuntut Ilmu (Ustadz Fachrudin Nu'man, Lc.)

Semua ini menunjukkan besarnya pengaruh fitnah terhadap hati manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan beberapa sifat-sifat hati yang mempunyai penyakit. Hal ini adalah dalam rangka memperingatkan kita semua dari bahaya sifat-sifat tersebut.

Di antara sifat-sifat hati yang sakit yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah buta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

…فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Sesungguhnya bukanlah mata yang buta, akan tetapi hati-hati yang buta yang berada di dalam dada.” (QS. Al-Hajj[22]: 46)

Maksudnya adalah bahwa kebanyakan kebutaan, asal kebutaan, dan inilah kebutaan yang berbahaya bagi agama kita. Karena jika hati itu buta, maka dia tidak akan dapat mengetahui kebenaran sebagaimana orang buta tidak mampu melihat sesuatu yang terlihat oleh orang yang tidak buta.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Baiknya Hati dengan Iman

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.