Masjid Al-Barkah

Al-Bayan Min Qashashil Qur'an

Para Nabi dan Rasul Memiliki Sifat Amanah

By  |  pukul 9:36 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 22 September 2023 pukul 9:37 am

Tautan: https://rodja.id/569

Para Nabi dan Rasul Memiliki Sifat Amanah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 2 Rabi’ul Awal 1445 H / 18 September 2023 M.

Kajian Tentang Para Nabi dan Rasul Memiliki Sifat Amanah

Semua nabi dan rasul yang kita pelajari dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, semuanya memiliki sifat amanah (bisa dipercaya). Para nabi dan rasul secara umum memiliki sifat amanah, dan secara khusus, ketika mereka menyampaikan wahyu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wahyukan kepada mereka, mereka benar-benar menyampaikan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya tanpa menambahkan, mengurangi, atau mengubahnya.

Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 39:

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

“Orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepadaNya, dan mereka tidak takut kepada siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Ahzab[33]: 39)

Para nabi dan rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam, mereka benar-benar amanah dalam menyampaikan wahyu Allah. Mereka tidak berkhianat, dan tidak menyembunyikan apa yang Allah wahyukan kepada mereka. Dalilnya banyak, seperti yang terlihat dalam Al-Qur’an. Sebagai contoh, Nabi Nuh, ‘Alaihis Salam, dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 107:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ‎﴿١٠٦﴾‏ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ‎﴿١٠٧﴾

“Ingatlah ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka: ‘Tidakkah kalian bertakwa kepada Allah? Aku adalah rasul yang amanah yang Allah utus untuk kalian.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 107)

Juga, tentang Nabi Hud dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 124-125, Allah berfirman:

 إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ‎﴿١٢٤﴾‏ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ‎﴿١٢٥﴾

“Ingatlah ketika saudara mereka, Hud, berkata kepada mereka, ‘Apakah kalian tidak takut kepada Allah? Aku adalah rasul (utusan Allah) untuk kalian yang terpercaya.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 124-125)

Kemudian Nabi Shalih yang Allah sebutkan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 143:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ‎﴿١٤٢﴾‏ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ‎﴿١٤٣﴾

“Ingatlah ketika saudara mereka, Shalih, berkata kepada mereka, ‘Tidakkah kalian takut kepada Allah? Aku adalah rasul (utusan Allah) untuk kalian yang terpercaya.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 142-143)

Semua nabi dan rasul berkata: “Aku adalah rasul untuk kalian yang terpercaya.”

Para nabi dan rasul semua menyampaikan risalah yang Allah amanahkan kepada mereka tanpa menyembunyikannya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga dijuluki oleh kaumnya dengan “Al-Amin (orang yang terpercaya)”. Bahkan mereka orang-orang kafir menitipkan barang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka tahu bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang terpercaya.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya: “Seandainya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyembunyikan sesuatu dari apa yang diturunkan kepadanya, pasti akan menyembunyikan ayat ini:

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ…

“Dan ingatlah ketika engkau berkata kepada orang yang Allah beri nikmat kepadanya dan kau juga telah memberi nikmat kepadanya (maksudnya kepada Zaid bin Haritsah): ‘Pertahankanlah istrimu dan takutlah kepada Allah,’ dan kau menyembunyikan apa yang ada di dalam hatimu, yang nantinya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menampakkannya, dan engkau takut kepada manusia (orang-orang munafik), sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” (QS. Al-Ahzab[33]: 37)

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa nabi akan menikahi Zainab binti Jahsy, yang mana dia adalah istrinya Zaid bin Haritsah yang merupakan anak angkat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Pada masa itu, menikahi istri dari anak angkat yang dicerai sangat dianggap aib. Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin membatalkan hal ini. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam khawatir akan ucapan manusia, Allah menegaskan: “sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.”

Kata ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha: “Kalau seandainya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyembunyikan sesuatu, maka nabi akan menyembunyikan ayat ini.”

Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki sifat amanah dalam menyampaikan wahyu.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Para Nabi dan Rasul Memiliki Sifat Amanah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.