Masjid Al-Barkah

Talbis Iblis

Hidup Mengembara Seorang Diri

By  |  pukul 2:16 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 02 Oktober 2023 pukul 2:17 pm

Tautan: https://rodja.id/56j

Hidup Mengembara Seorang Diri ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 10 Rabi’ul Awal 1445 H / 25 September 2023 M.

Kajian Tentang Talbis Iblis Untuk Hidup Mengembara Seorang Diri

Berkaitan dengan pengembaraan yang biasa dilakukan oleh kaum Sufi, yang sering melakukannya seorang diri, sebenarnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang seseorang melakukan pengembaraan seorang diri. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الرَّاكِبُ شَيطانٌ، والرَّاكِبانِ شَيطانانِ، والثَّلاثةُ رَكبٌ. 

“Orang yang bepergian sendirian adalah setan. Orang yang berpergian berdua adalah dua setan, sedangkan tiga orang yang berpergian itu adalah rombongan.” (HR. Abu Daud)

Penyematan sifat setan di sini maksudnya adalah perbuatan yang tidak baik, tercela, dan sebaiknya dihindari.

Para ulama mengatakan bahwa hukumnya makruh seseorang berjalan seorang diri. Mereka sepakat bahwa ini adalah perbuatan yang sebaiknya dihindari, meskipun tidak sampai jatuh menjadi haram. Hendaknya dia mencari teman perjalanan yang bisa mendampingi atau bepergian bersamanya.

Berjalan sendirian bisa membawa banyak ancaman dan bahaya. Orang yang berjalan seorang diri tidak memiliki orang lain yang dapat memberitahu atau menolongnya jika terjadi sesuatu. Misalnya, jika dia mengalami kecelakaan, tidak ada orang lain yang mengetahuinya atau dapat membantu.

Baca Juga:
Fikih Beribadah di Bulan Ramadan (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي الْوَحْدَةِ، مَا سَارَ أَحَدٌ وَحْدَهُ بِلَيْلٍ أَبَدًا

“Seandainya orang-orang tahu bahaya yang ada pada bepergian seorang diri, maka tidak ada seorang pun yang akan berjalan seorang diri pada malam hari selamanya.” (HR. Bukhari)

Berapa banyak orang-orang yang tidak diketahui beritanya, ketika berjalan sendirian dia mendapatkan musibah. Kalau ada orang bersamanya, mungkin dia bisa menghindari petaka itu.

Oleh karena itu, ketika bepergian, kita sebaiknya bukan hanya menyiapkan bekal, tapi juga menyiapkan teman perjalanan sehingga tidak berjalan sendirian. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu membawa salah satu istri beliau dengan mengundi mereka. Siapa yang keluar undiannya maka dialah yang akan menyertai beliau dalam perjalanan. Bahkan terkadang beliau membawa lebih dari satu istri dalam perjalanan.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Hidup Mengembara Seorang Diri” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Baca Juga:
Khutbah Idul Adha: Hikmah Disyariatkannya Kurban

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.