Telegram Rodja Official

Syarh Riyaadhush Shaalihiin

Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah – Bagian ke-2 – Bab 234 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Jumat, 28 Maret 2014 pukul 8:05 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5342

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Alhamdulillah kita bisa melanjutkan kembali pengajian kitab Riyadhush Shalihin yang dikaji oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah, kajian ini merupakan hasil rekaman yang disiarkan secara live pada Senin sore, 2 Rabi’ul Akhir 1435 / 3 Februari 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kesempatan kali ini beliau melanjutkan kajian sebelumnya, yang membahas Bab 234 tentang Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah (Bagian ke-1). Adapun pembahasan kajian kali adalah masih seputar Bab 234, yaitu tentang Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah (Bagian ke-2).

[sc:status-riyadhush-shalihin-syaikh-abdur-razzaq-abdul-muhsin-2013]

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Jihad (كتَابُ الجهاد)

Bab ke-234: Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah (باب فضل الجهاد في سبيل الله) – Bagian ke-2

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

Baca Juga:
Bab Karomah Para Wali dan Keutamaan Mereka - Bagian ke-2 - Bab 253 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

مَنْ قَاتَلَ في سَبِيلِ الله من رَجُلٍ مُسْلِمٍ فُوَاقَ نَاقَةٍ، وَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَمَنْ جُرِحَ جُرْحًا في سَبِيلِ اللهِ أَوْ نُكِبَ نَكْبَةً فَإنَّهَا تَجِيءُ يَوْمَ القِيَامَةِ كَأَغزَرِ مَا كَانَتْ: لَونُها الزَّعْفَرَانُ، وَريحُها كَالمِسْكِ. رواه أَبُو داود والترمذي

“Barangsiapa yang berjihad di jalan Allah, yaitu seorang laki-laki Muslim meskipun hanya waktu sebentar saja, maka wajib baginya mendapatkan surga. Dan barangsiapa yang terluka ketika berjihad di jalan Allah, atau dia mendapatkan musibah yang besar, maka luka tersebut akan datang kepadanya di hari kiamat (dengan mengeluarkan darah yang banyak), yang warnanya seperti warna za’faraan dan wanginya seperti wangi misk.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dari Al-Baraa radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

أتَى النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – رَجُلٌ مُقَنَّعٌ بالحَدِيدِ، فَقَالَ: يَا رسولَ اللهِ، أُقَاتِلُ أَوْ أُسْلِمُ؟ قَالَ: «أَسْلِمْ، ثُمَّ قَاتِلْ». فَأسْلَمَ، ثُمَّ قَاتَلَ فَقُتِلَ. فَقَالَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم: «عَمِلَ قَلِيلًا وَأُجِرَ كَثِيرًا». متفقٌ عَلَيْهِ

“Ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kondisi mengenakan baju besi, kemudian dia mengatakan: “Wahai Rasulullah, apakah akau harus berperang kemudian masuk Islam?”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Masuk Islam lah dulu baru kemudian berperang”. Maka laki-laki tersebut masuk Islam, kemudian berperang dan terbunuh. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dia beramal sedikit , namun diberikan pahala yang banyak.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Baca Juga:
Bab Larangan Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa hingga Bab Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa - Bagian ke-1 - Bab 219-222 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَحَدٌ يَدْخُلُ الجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا عَلَى الأرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ الشَّهِيدُ، يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا، فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ؛ لِمَا يَرَى مِنَ الكَرَامَةِ.
وفي رواية: «لِمَا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ». متفقٌ عَلَيْهِ

“Tidak ada seorang pun yang masuk surga kemudian ingin kembali ke dunia, meskipun dia diberikan segala kenikmatan yang ada di dunia, kecuali yang mati syahid. Orang yang mati syahid akan berharap agar kembali ke dunia kemudian dia terbunuh 10 kali (karena berjihad di jalan Allah), hal itu karena dia melihat kemuliaan (yang begitu besar dengan mati di jalan Allah)”.
Dan di riwayat yang lain dikatakan: “Karena dia telah melihat begitu besar keutamaan mati syahid “. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Silakan simak selengkapnya ceramah agama dari kitab Riyadhush Sholihin, Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah (Bagian ke-2) oleh Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 234 – Bab Keutamaan Jihad di Jalan Allah (Bagian ke-2)

Mari kita raih pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang kita miliki. Jazakumullahu Khoiron

2 Comments

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    3 × = 27

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.