Masjid Al-Barkah

Tematik

Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya

By  |  pukul 1:57 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 05 Oktober 2023 pukul 1:59 pm

Tautan: https://rodja.id/56q

Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Sabtu, 15 Rabi’ul Awal 1445 H / 30 September 2023 M.

Kajian Tentang Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya

Mencintai Rasulullah ‘Alaihish Shalatu was Salam adalah kewajiban setiap muslim. Siapa yang tidak mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka mungkin ia bukan muslim, karena muslim tidak mungkin membenci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah konsekuensi iman. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أحَدُكُمْ، حتَّى أكُونَ أحَبَّ إلَيْهِ مِن والِدِهِ ووَلَدِهِ والنَّاسِ أجْمَعِينَ.

“Tidak beriman seseorang dari kalian sampai aku lebih ia cintai dari anaknya, dari orang tuanya, dan dari seluruh manusia.” (HR. Bukhari)

Maka ketika kita lebih mencintai anak, orang tua dan dari seluruh manusia, daripada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ini musibah untuk agama kita. Allah mengancam dalam surah At-Taubah bagi mereka yang lebih mencintai selain Allah dan RasulNya. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: ‘jika ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, keluargamu, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian ridhai, adalah lebih kalian cintai daripada mencintai Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan urusannyaNya.’ Dan Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah[9]: 24)

Allah menyebutkan bahwa orang yang lebih mencintai bapaknya, anaknya, keluarganya, teman-temannya, istrinya, perniagaannya, jika ternyata itu lebih ia cintai daripada Allah dan RasulNya, maka Allah menganggap mereka fasik. Dan Allah tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang fasik.

Berarti ini menunjukkan bahwa kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya harus melebihi segala-galanya. Ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Demi Allah, Hai Rasulullah, engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu, kecuali dari diriku sendiri.” Apa kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?

لا والذي نفسي بيده، حتى أكون أحب إليك من نفسك

“Belum (sempurna imanmu Hai Umar), sampai aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri.”

Maka ‘Umar bin Khattab berkata: “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu sampai dari diriku sendiri.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

الآن يا عمر

“Sekarang imanmu sempurna, Umar.” (HR. Bukhari)

Subhanallah, saudaraku seiman, berarti mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu hukumnya wajib, bukan sunah. Bahkan itu merupakan konsekuensi iman. Iman kita tidak sempurna kalau ternyata masih ada yang lebih kita cintai daripada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dan mengaku-ngaku cinta itu mudah, tapi perbuatanlah yang akan membuktikan apakah benar kita mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka kita tidak butuh pengakuan, yang kita butuhkan adalah praktik. Yang kita inginkan adalah bahwa cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mewujudkan sebuah kekuatan dalam beramal.

Kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat kita cintai, karena beliau adalah nabi yang membawa rahmat untuk alam semesta, karena beliau adalah pelita untuk umatnya, karena beliau berusaha sekuat tenaga menyelamatkan umatnya dari api neraka.

Antum tahu betapa sayangnya Rasulullah kepada umatnya? Beliau sangat sayang sekali, dan Allah sendiri yang mengatakan itu. Allah berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepada kalian seorang rasul dari diri kalian yang merasa susah terhadap kesulitan yang menimpa kalian, yang semangat memberikan hidayah kepada kalian dan kepada kaum mukminin beliau sangat kasih sayang sekali.” (QS. At-Taubah[9]: 128)

Banyak sekali wujud kasih sayang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada umatnya. Di antaranya adalah Rasulullah menjelaskan semua kebaikan kepada umatnya. Tidak ada satupun kebaikan yang mendekatkan ke surga kecuali Rasulullah sudah jelaskan. Dan tidak ada satu pun keburukan yang bisa memasukkan ke neraka kecuali Rasulullah sudah ingatkan.

Inilah hakikat kasih sayang. Bukan dengan memanjakan sehingga mereka jadi orang yang lalai. Karena hakikat kasih sayang adalah usaha untuk memberikan kebaikan dan menolak kemudaratan dari orang yang kita sayangi.

Rasulullah sangat sayang kepada umatnya, makanya kita mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah selalu memikirkan umatnya. Dalam hadits yang sahih, ketika Allah turunkan firmanNya dalam surah Al-Maidah:

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Jika Engkau mengadzab mereka Ya Allah, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMU, dan jika Engkau mengampuni mereka Ya Allah, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 118)

Ketika Allah turunkan ayat ini, Rasulullah menangis, sambil berkata: “Umatku, umatku.”

Melihat itu Allah berfirman kepada Malaikat Jibril: “Hai Jibril, pergilah kepada Muhammad, tanya apa yang membuatnya menangis.” Pergilah Jibril kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu maka Jibril bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ternyata Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam menangis karena memikirkan umatnya.

Kembalilah Malaikat Jibril kepada Allah. Lalu Allah berfirman:

يَا جِبريلُ، اذهَبْ إِلى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّا سَنُرضِيكَ في أُمَّتِكَ وَلا نَسُوؤُكَ

“Hai Jibril, temuilah Muhamad dan berikan kabar gembira kepadanya: ‘Kami pasti akan meridhakan kamu kepada umatmu dan kami tidak akan berbuat buruk kepadamu.” (HR. Muslim)

Subhanallah, sampai saking sayangnya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengakhirkan doanya untuk umatnya itu nanti di hari kiamat. Semua nabi sudah mendahulukan doanya untuk umatnya di dunia. Adapun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengakhirkan doanya untuk umatnya di hari kiamat berupa syafaat. Masyaallah.

Apa tanda orang yang mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Dengarkan dan Download Kajian Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link kajian ini ke media sosial Antum. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Antum semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.