Masjid Al-Barkah

Tematik

Hukum-Hukum Yang Tertera dalam Surah Al-Fatihah

By  |  pukul 9:12 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 09 Oktober 2023 pukul 9:16 am

Tautan: https://rodja.id/56r

Hukum-Hukum Yang Tertera dalam Surah Al-Fatihah adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 16 Rabi’ul Awal 1445 H / 1 Oktober 2023 M.

Kajian Tentang Hukum-Hukum Yang Tertera dalam Surah Al-Fatihah

Al-Fatihah adalah surah yang paling agung dalam Al-Qur’an, ia adalah Ummul Qur’an (induknya Al-Qur’an). Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika itu bertemu dengan sahabat, lalu kemudian Rasulullah memegang tangannya sambil berkata:

أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِى الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ » . فَأَخَذَ بِيَدِى فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ . قَالَ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) هِىَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِى أُوتِيتُهُ »

“Maukah aku ajarkan kepada kamu surah yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum kamu keluar dari masjid?” Terus Rasulullah berbicara dengan sahabat ini sampai mau keluar masjid. Lalu sahabat ini berkata: “Hai Rasulullah, tadi engkau mengatakan mau mengajarkan aku surah yang paling agung dalam Al-Qur’an?”

Beliau menjawab, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam) dan ia adalah merupakan tujuh ayat yang diulang-ulang, ia adalah Al-Qur’an yang agung yang Allah berikan kepadaku.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu perhatian para ulama dalam mengkaji, menafsirkan dan memperdalam surah Al-Fatihah sangat luar biasa. Karena kandungan Al-Fatihah ini hakikatnya menceritakan seluruh Al-Qur’an.

Baca Juga:
Iman Kepada Para Rasul

1. Memulai dengan basmalah

Disyariatkannya memulai menulis “Bismillahirrahmanirrahim”, baik dalam kitab-kitab, surah, khutbah, nasihat, dalam rangka mencontoh Al-Qur’an. Yang perlu digarisbawahi, beda antara basmalah dengan tasmiyah. Kalau tasmiyah adalah “Bismillah” saja. Adapun basmalah adalah ucapan lengkap “Bismillahirrahmanirrahim”.

Dalam masalah bagaimana membacanya juga harus sesuai dengan dalil. Adaupun “Bismillahirrahmanirrahim” yang disebutkan dalam dalil, Rasulullah mengucapkannya saat menulis surat, saat mau membaca Al-Qur’an di awal surah.

Adapun “bismillah” saja, itu dianjurkan dalam banyak tempat. Di antaranya sebelum berwudhu, ketika mau keluar rumah, ketika mau jima, ketika mau masuk WC. Demikian pula dalam perkara-perkara yang sifatnya mubah seperti kita mau duduk, mau berbaring, itu dianjurkan untuk membaca bismillah.

Manfaatnya adalah dalam rangka kita isti’anah (meminta dan memohon pertolongan kepada Allah). Karena ب dalam kata “bismillah”, mempunyai makna isti’anah, yaitu meminta pertolongan melalui nama Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Disyariatkannya memuji Allah

Disyariatkan memuji Allah ketika membuka tulisan, baik dalam kitab, khutbah, nasihat, dan ini adalah sunnah. Hal ini karena berbicara dan menulis adalah nikmat dari Allah. Kita bisa mengungkapkan apa yang ada di dalam hati, bisa bicara dengan teman-teman, demi Allah itu nikmat sekali.

Subhanallah.. dengan kita bisa bicara itu luar biasa. Kita bisa menulis yang dengan tulisan itu kita menyampaikan ilmu, menyampaikan berbagai macam faedah, maka kita memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Nama-Nama Allah Menunjukkan Sifat-SifatNya

3. Allah memuji dan memuliakan diriNya

Allah memuji diriNya dan memuliakan diriNya. Karena Allah-lah pemilik sifat yang sempurna. Ketika ada makhluk yang kerjanya memuji diri sendiri, saya yakin semua kita tidak suka. Hal ini karena kita semua sepakat bahwa yang namanya makhluk itu tempat kekurangan. Adapun semua kelebihan yang ia miliki itu pemberian dari Allah.

Sehingga manusia yang memuji dirinya sendiri tercela, sedangkan Allah memuji diriNya sendiri itu terpuji. Karena semua kelebihan dan kesempurnaan hanya milik Allah. Allah memuji diriNya karena semua sifat Allah terpuji, semua nama Allah terpuji, semua perbuatan Allah terpuji.

Di antara contoh perbuatan Allah adalah menciptakan lalat dan nyamuk yang terkadang kita merasa risih dengan lalat dan nyamuk. Tapi orang yang beriman yakin bahwa perbuatan Allah pasti terpuji. Pasti ada hikmah-hikmah di belakangnya. Hanya Allah yang Maha Tahu, tapi ilmu kita yang terbatas. Makanya Allah terpuji dalam perbuatanNya.

Allah pun terpuji dalam takdir dan ketentuanNya. Allah takdirkan Si Fulan sakit, Si Fulan sehat, Si Fulan kaya, Si Fulan miskin, Si Fulan mancung, Si Fulan pesek, yang satu hitam, yang satu putih, yang satu cantik, yang satu jelek, semua ketentuan Allah ini terpuji. Namun banyak di antara kita tidak mengerti dibalik hikmah takdir dan ketentuanNya.

Orang yang kurang yakin tidak akan ridha dengan ketentuan Allah. Dan orang yang tidak ridha dengan ketentuan Allah seakan mengatakan ketentuan Allah tidak terpuji. Adapun orang yang yakin, dia yakin ketentuan Allah semua terpuji. makanya Allah memuji diriNya.

Baca Juga:
Mencontoh Nabi Dalam Berdakwah

4. Senantiasa memuji Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hambaNya untuk senantiasa memuji Allah, menyanjungNya, dan memuliakanNya. Hal ini karena Allah memiliki sifat-sifat yang sangat sempurna. Makanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 وَالحَمْدُ للهِ تَمْلأُ المِيْزَانَ

“Ucapan Alhamdulillah memenuhi timbangan.” (HR. Muslim)

Lihat: Hadits Arbain Ke 23 – Keutamaan Bersuci, Shalat, Sedekah, Sabar dan Al-Qur’an

Disebutkan dalam atsar, bahwa ucapan “Alhamdulillah,” saat diberi nikmat, itu jauh lebih baik daripada nikmat yang Allah berikan kepada kita. Makanya, kenikmatan itu menjadi berkah dan pahala saat kita memuji Allah.

Maka, jangan lupa untuk banyak memuji Allah. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji Allah, bukan hanya saat dikasih nikmat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji Allah bahkan saat dikasih kesulitan, dan menganjurkan kita memuji Allah ketika ditimpa musibah.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ» ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jika melihat sesuatu yang menyenangkan, Beliau mengatakan: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ (Segala puji bagi Allah dengan nikmatNya lah menjadi sempurna kebaikan). Dan jika melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, Beliau membaca: الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ (Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan).” (HR. Ibnu Majah)

Baca Juga:
Mukaddimah Kajian Kitab Al-Fawaid

Sebagian ulama memberikan hikmahnya, bahwa sesuatu yang tidak kita sukai, sebetulnya baik buat kita. Ketika diberi sakit, kita semua tidak mau dikasih sakit. Tapi sakit itu kebaikan buat kita, yaitu menggugurkan dosa dan mengangkat derajat.

Apa lagi Hukum-Hukum Yang Tertera dalam Surah Al-Fatihah? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Dengarkan dan Download Kajian Hukum-Hukum Yang Tertera dalam Surah Al-Fatihah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link kajian ini ke media sosial Antum. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Antum semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.