Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Indahnya Syariat Allah

By  |  pukul 9:51 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 30 Oktober 2023 pukul 10:21 am

Tautan: https://rodja.id/57k

Khutbah Jumat: Indahnya Syariat Allah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 13 Rabi’ul Akhir 1445 H / 27 Oktober 2023 M.

Khutbah Jumat Pertama: Indahnya Syariat Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah menciptakan manusia hidup di dunia ini sia-sia. Allah berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

“Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja?” (QS. Al-Qiyamah[75]: 36)

Imam Syafi’i berkata: “Artinya tidak diberikan perintah dan tidak diberikan larangan?” Itu tidak mungkin. Allah juga berfirman:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ ‎﴿١١٥﴾‏ فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ…

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian ini sia-sia dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maha Tinggi Allah, Raja yang Haq.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 115-116)

Semua ini Allah ingatkan kepada kita sebagai manusia, bahwa kita adalah hamba yang diciptakan oleh Allah. Kewajiban kita adalah untuk senantiasa mengingat Allah dan beribadah kepadaNya. Kita adalah hamba, kita hidup di dunia tidak seperti binatang ternak yang hanya makan, minum, dan kawin, karena tidak ada untuk mereka surga dan neraka. Sedangkan untuk manusia, Allah telah menyediakan surga dan neraka. Siapa yang menaati Allah, Allah akan memasukkannya ke dalam surgaNya, dan siapa yang memaksiatiNya, maka Allah akan menyiksanya dengan nerakaNya.

Baca Juga:
Allah Bersemayam Di Atas 'Arsy

Ketika seorang hamba menyadari tujuan hidupnya di dunia, dia akan berusaha untuk meniti jalan yang diridhai oleh Allah, Penciptanya. Dia akan paham kemana dia harus melangkahkan kakinya, dan hidupnya akan terbimbing, karena ia yakin akan adanya Hari Pembalasan, dimana manusia akan diberikan oleh Allah balasan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ‎﴿٧﴾‏ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ‎﴿٨﴾‏

“Barangsiapa yang melakukan perbuaatan kebaikan walaupun sebesar biji sawi, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang melakukan keburukan walaupun sebesar biji sawi, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Az-Zalzalah[99]: 7-8)

Seorang hamba yang yakin bahwa dirinya adalah hamba Allah akan berusaha menghambakan dirinya kepada Allah, bukan menghambakan dirinya kepada setan, hawa nafsunya, atau dunianya. Dia lebih ridha untuk menjadi hamba Allah, untuk senantiasa bertakarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan dia senantiasa gembira untuk diatur oleh Rabbnya, karena dia yakin bahwa penciptanya pastilah Maha Kasih Sayang. Kasih sayang Allah kepada hambaNya melebihi kasih sayang orang tua kepada anaknya.

Oleh karena itu, betapa bahagianya seorang hamba dan betapa indah hidupnya ketika dia mengenal Allah, penciptanya. Ketika dia berusaha untuk menaati Allah, walaupun perintah Allah tidak sesuai dengan keinginannya. Dan ketika dia berusaha untuk meninggalkan larangan Allah, walaupun larangan Allah sesuai dengan selera dan hawa nafsunya.

Baca Juga:
Kisah Sahabat Nabi dalam Berinfaq Bagian 3 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Saudaraku.. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia di dunia ini, dan Allah memberikan kepada manusia ujian demi ujian yang menimpa kehidupannya. Ujian itu akan menyaring keimanannya. Siapapun yang berkata: “Kami beriman,” Allah pasti akan mengujinya. Allah berfirman:

الم ‎﴿١﴾‏ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ‎﴿٢﴾‏

“Alif Lam Mim. Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata, ‘Kami beriman,’ sementara ia tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 1-2)

الم ‎﴿١﴾‏ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ‎﴿٢﴾‏

“Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Dengan ujian itu, Allah mengetahui siapa yang imannya jujur dan siapa yang imannya tidak jujur.” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 3)

Oleh karena itu, perjalanan kita dalam kehidupan dunia ini penuh aral yang melintang. Setan berusaha menggoda kita, dan iblis telah bersumpah, ia berkata:

فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

“Karena Engkau telah sesatkan aku Ya Allah, aku akan halang-halangi hamba-hambaMu dari jalanMu yang lurus.” (QS. Al-A’raf[7]: 16)

Dia menggunakan segala cara untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah yang lurus.

Subhanallah.. Saudaraku.. Belum lagi dunia yang sangat menipu. Banyak manusia yang tertipu dengan kehidupan dunia, seakan-akan dia hidup di dunia selama-lamanya. Setan pun menjadikan dia lupa kepada kematian. Ketika kematian telah mendatanginya, mereka baru berkata, ” Ya Allah, tolonglah tunda walaupun satu menit.” Namun, apabila ajal telah datang, tidak mungkin ditunda lagi, saudaraku.

Baca Juga:
Hadits-Hadits Nabi Tentang Pendidikan

Maka hendaklah setiap kita berpikir, untuk apa kita hidup di dunia? Hendaklah kita menggunakan akal yang Allah telah berikan kepada kita untuk memahami ayat-ayatNya dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sehingga kita menjadi hamba-hamba Allah yang diridai olehNya.

Khutbah Jumat Kedua: Indahnya Syariat Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak ingin hamba-hambaNya tersesat jalan. Maka Allah pun mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci untuk menjelaskan kepada kita tentang hakikat jalan kebenaran, serta jalan menuju surga. Maka Allah menurunkan syariat bukan untuk memberatkan kita, melainkan karena Allah sayang kepada kita.

Gunakan akal dan pikiran kita, adakah perintah-perintah Allah yang merugikan hidup kita? Adakah larangan-larangan Allah yang apabila kita tinggalkan akan merugikan hidup kita? Jawabnya tidak ada. Karena perintah-perintah Allah dan syariatNya tidak lepas dari ilmu Allah yang luar biasa, penuh kasih sayang, dan keadilanNya. Maka pastilah syariat Allah itu sangat indah sekali dan cocok untuk setiap tempat, waktu, dan zaman.

Maka tidakkah kita bahagia meniti jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Tidakkah kita ridha untuk diri kita mengikuti syariat Allah, yang langsung turun dari pencipta alam semesta? Tidakkah kita merasa gembira ketika kita bisa menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya?

Ataukah kita lebih mengharapkan kehidupan dunia sehingga kita menganggap dunia segala-galanya, lalu kita tidak lagi peduli dengan agamaNya? Silahkan.. Tapi ingat, pasti disana ada sebuah hari yang ditegakkan padanya keadilan dan diberikan padanya balasan.

Baca Juga:
Pelajaran dan Hikmah dari Kisah Khubaib bin Adi

Download mp3 Khutbah Jumat: Indahnya Syariat Allah

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Indahnya Syariat Allah” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.