Masjid Al-Barkah

Al-Bayan Min Qashashil Qur'an

Kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam

By  |  pukul 9:30 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 10 November 2023 pukul 9:40 am

Tautan: https://rodja.id/581

Kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 22 Rabi’ul Akhir 1445 H / 6 November 2023 M.

Kajian sebelumnya: Faedah Mempelajari Kisah Para Nabi dan Rasul

Kajian Tentang Kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam

Kita akan bahas beberapa poin:

  1. Apakah Adam seorang nabi?
  2. Adam adalah manusia yang pertama kali, dia adalah nenek moyang kita.
  3. Penciptaan dan keistimewaan Nabi Adam.
  4. Di antara keistimewaan Nabi Adam yang dibahas adalah para malaikat sujud kepada Adam dalam rangka memuliakannya. Sedangkan iblis tidak mau sujud. Kemudian dibahas apakah iblis itu bagian dari malaikat atau bukan, dan kenapa iblis berada dalam shaf malaikat?

Apakah Adam seorang nabi?

Pertanyaan ini dijawab oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara langsung. Di dalam sebuah hadits yang shahih dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan yang lainnya. Dikatakan bahwa Abu Dzar pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يا رسول الله أي الأنبياء كان أول ؟ قال : آدم، قلت : يا رسول الله ونبي كان ؟ قال : نعم نبي مكلم

“Wahai Rasulullah, nabi yang pertama kali itu siapa?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Adam.” Kemudian Abu Dzar bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, apakah dia nabi?” Kata Rasul: “Iya, Nabi Mukallam (yang diajak bicara langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala).” (HR. Imam Ahmad)

Baca Juga:
Keagungan Rububiyahnya Allah - Tafsir Surah Al-Baqarah 285

Menit ke-6:30 Dalam hadits yang shahih, riwayat Tirmidzi dan yang lainnya, Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ، وَأَنَا أَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ وَلاَ فَخْرَ.

“Aku penghulunya anak cucu Adam pada hari kiamat, dan aku tidak sombong. Di tanganku ada bendera Al-Hamd, dan aku tidak sombong. Tidak ada seorang nabi pun, dari Nabi Adam dan selainnya, melainkan di bawah benderaku. Aku nabi yang pertama kali memberikan syafaat, dan diberi syafaat.” (HR. Tirmidzi)

Dari sini kita mengetahui bahwa beliau adalah nabi.

Kemudian, telah datang banyak dalil yang memperkuat hal ini. Di antaranya, dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 33, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran di atas alam semesta.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 33)

Kemudian, Surah Thaha ayat 121 dan 122, Allah berfirman:

…وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ ‎﴿١٢١﴾‏ ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ‎﴿١٢٢﴾

“Dan durhakalah Adam kepada Rabbnya dan sesatlah ia. Kemudian Rabbnya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (QS. Tha Ha[20]: 121-122)

Ini juga dalil bahwa beliau adalah seorang nabi. Jadi, Allah memilih Adam dengan kenabian dan risalah. Dzahirnya dari dua ayat yang tadi disebut, beliau adalah nabi. Sehingga sudah menjadi kepastian bahwa Adam termasuk para nabi. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Tidak ada satupun yang menyelisihinya. Tapi perbedaan pendapat yang terjadi antara ulama, apakah beliau itu seorang rasul atau bukan? Sebagian ulama berpendapat bahwa dia rasul, dan beliau diutus untuk anak cucunya. Pendapat ini yang lebih unggul. Wallahu a’lam.

Baca Juga:
Kalimat Tauhid adalah Pemersatu Umat dan Syarat untuk Masuk Surga - Bagian ke-2 - Jakarta 1438 / 2017 (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Adam itu adalah manusia yang pertama

Menit ke-9:54 Ini yang harus kita yakini. Adam adalah manusia yang pertama, bapaknya manusia.

Dalilnya banyak dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang mulia Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala sering sekali memanggil manusia dengan “anak cucu Adam”. Kita dapati di Surah Al-A’raf ayat 27:

يَا بَنِي آدَمَ…

“Wahai anak cucu Adam (manusia)…” (QS. Al-A’raf[7]: 27)

Berarti kita adalah anak cucunya Adam, nenek moyang kita adalah Adam, bapak kita yang paling ujung adalah Adam. Bukan monyet seperti teori evolusi Darwin?

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Kisah Nabi Adam ‘Alaihis Salam” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.