Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur

By  |  pukul 10:45 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 24 November 2023 pukul 10:47 am

Tautan: https://rodja.id/58l

Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 8 Jumadil Awal 1445 H / 21 November 2023 M.

Kajian sebelumnya: Membongkar Kedustaan Seseorang dengan Bukti

Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur

Hadits terakhir yang kita bahas, yaitu hadits Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata:

أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – مرَّ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ: «إنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ في كَبيرٍ! بَلَى إنَّهُ كَبِيرٌ: أمَّا أَحَدُهُمَا، فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وأمَّا الآخَرُ فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ».

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati dua kuburan, beliau bersabda: “Sesungguhnya dua orang penghuni kubur ini sedang disiksa dengan siksaan kubur. Mereka tidak diazab pada suatu hal yang besar, namun memang perbuatan itu perbuatan yang besar. Adapun salah satu di antara dua orang tersebut berjalan untuk mengadu domba di antara manusia (dengan menyampaikan perkataan dari satu orang ke orang yang lain untuk merusak hubungan di antara dua orang tersebut). Adapun satunya lagi yang diazab dalam kubur, dia adalah orang yang tidak membersihkan kencingnya.” (Muttafaqun alaih)

Di dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ketika mengetahui dua orang ini diazab dalam kubur mereka, maka beliau mengambil sebuah pelepah kurma, kemudian membagi dua, dan menanam salah satu pelepah kurma itu di satu kuburan, sedangkan yang satunya lagi di kuburan yang sampingnya. Kemudian beliau mengatakan: “Aku berharap dengan syafaatku ini, selama pelepah kurma ini masih basah, semoga mereka dihentikan azab tersebut.”

Baca Juga:
Sunnah-Sunnah Fi'liyah dalam Shalat

Yang diambil dari hadits ini bahwa Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam pada hakikatnya tidak mengetahui yang ghaib, karena mengetahui yang ghaib itu hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengapa Nabi ‘Alaihi Shalatu Wasalam’Alaihish Shalatu was Salam mengetahui bahwa dua orang ini diazab dalam kubur mereka? Karena Allah yang memperdengarkan dan memberitahukan kepada beliau. Jadi bukan setiap beliau jalan di kuburan kemudian mengetahui bahwa ini diazab atau tidak diazab. Tapi Allah memberitahukan kepada beliau, dan tentu hikmahnya adalah apa yang beliau sampaikan.

Salah satu orang tersebut karena melakukan namimah, yaitu menyampaikan perkataan kepada seseorang untuk menimbulkan permusuhan antara dua orang. Kemudian orang yang kedua diazab karena tidak bersuci ketika selesai buang air ini.

Allah memberitahukan kepada Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam tentang sebab dua orang itu diazab adalah agar umat beliau berhati-hati. Jangan menjadi seorang pengadu domba yang kerjaannya hanya memindahkan perkataan dari seseorang ke yang lainnya. Ini adalah perbuatan dosa besar. Kemudian juga agar umat ini berhati-hati dan selalu memperhatikan masalah kebersihan.

Pelajaran yang berikutnya adalah kita beriman akan adanya azab kubur. Maka hendaknya kita selalu memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari azab kubur.

Hadits ini juga menjelaskan kepada kita tentang apa yang dilakukan oleh Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam ketika mengambil pelepah kurma, kemudian membagi dua pelepah kurma itu, lalu ditancap di atas kuburan dua orang itu. Perbuatan ini khusus untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bukan untuk setiap orang dari umatnya. Artinya, kita tidak bisa melakukan hal ini. Misalnya, ada orang meninggal, kemudian kita mengambil pelepah lalu ditanamkan di atas kuburannya, ini tidak berlaku. Perlakuan ini hanya untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Baca Juga:
Perbandingan Ilmu dan Harta

Mengapa demikian? Pertama, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diberitahu oleh Allah bahwa dua orang itu diazab. Kalau kita, dari mana kita mengetahui bahwa orang yang meninggal di antara kita diazab dalam kuburnya? Tidak ada yang memberitahukan.

Lalu, mengapa kita punya prasangka buruk bahwa dia pasti diazab? Sehinga kita ambil pelepah lalu ditancamkan di atas kuburannya. Dari mana kita dapat informasi? Jadi, perlakuan tersebut hanya untuk Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam, bukan untuk setiap orang.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.