Masjid Al-Barkah

Fiqih Pendidikan Anak

Makan Bersama Anak

By  |  pukul 7:47 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 28 November 2023 pukul 7:48 am

Tautan: https://rodja.id/58q

Makan Bersama Anak ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 14 Jumadal Ula1445 H / 27 November 2023 M.

Kajian Tentang Makan Bersama Anak

Makan bersama anak itu adalah salah satu aktivitas yang banyak sekali manfaatnya. Namun, sayangnya, banyak di antara keluarga hari ini yang tidak melakukannya, ataupun kalau ada yang melakukannya, masing-masing sibuk dengan HP-nya. Sehingga, manfaat yang diharapkan akan bisa didapatkan dari makan bersama itu menjadi sedikit. Hal ini karena Bapaknya pegang HP, ibunnya pegang HP, anaknya juga sama, semuanya pegang HP. Sehingga, keakraban, keharmonisan, dan kehangatan yang diharapkan akan didapatkan, tidak jadi didapatkan.

Maka, ayo kita berusaha menghidupkan kembali kebiasaan makan bersama antara bapak, ibu, dan anak. Syukur-syukur, kalau masih ada Mbah Kakung (Kakek), Mbah Putri (nenek), ajak sekalian bersama-sama satu keluarga besar.

Jadikan kebiasaan makan bersama menjadi rutinitas harian. Apa manfaatnya ketika bisa makan bersama-sama dengan keluarga?

Pertama, manfaatnya adalah akan mengakrabkan hubungan antara anggota keluarga, hubungan antara suami dengan istri, bapak dengan anak, dan ibu dengan anak. Kalau keakraban antar anggota keluarga ini terjalin dengan baik, maka InsyaAllah rumah tangga itu akan kuat. Rapuhnya rumah tangga, salah satu sebabnya adalah karena hubungan antar anggota itu tidak akrab. Sehingga kita sering mendengar istilah “broken home (suaminya punya WIL, istrinya punya PIL, anak-anaknya tidak tahu pada ke mana)” na’udubillahi min dzalik.

Bisa jadi, adanya perselingkuhan dalam sebuah rumah tangga diawali dari ketidakharmonisan hubungan antara suami dengan istri. Ada sesuatu yang hilang dari kehidupan mereka. Laki-laki yang mencari tempat curhat selain istri (wanita yang bukan sah), itu bisa jadi karena dia tidak mendapatkan istrinya sebagai tempat yang nyaman untuk curhat. Begitu pula sebaliknya, sebagian istri yang mencari tempat curhat berupa pria yang bukan apa-apanya. Yaitu bukan bapaknya, bukan suaminya, bukan kakaknya, bukan adiknya, tidak ada hubungan kekerabatan. Itu bisa jadi karena si istri tidak mendapatkan suaminya sebagai tempat yang nyaman untuk curhat.

Begitu pula anak-anak yang suka keluyuran, nongkrong di pinggir jalan, di lampu merah, rambutnya dicat, tidurnya di pingir toko. Kemungkinan besar mereka masih punya bapak dan ibu. Akan tetapi bisa jadi mereka tidak mendapat kenyamanan, tidak ada tempat bagi mereka untuk berbagi canda, bercerita atau curhat. Padahal itu kebutuhan manusia. Manusia butuh tempat untuk mencurahkan isi hatinya. Ketika itu tidak mereka dapatkan, akhirnya mencari pelarian. Dan mirisnya pelarian itu ternyata adalah ada di tempat-tempat yang tidak kita harapkan.

Maka, supaya kita bisa menghindarkan keluarga dari fenomena yang memprihatinkan tadi, salah satu caranya adalah harus sering bersama, ada aktivitas yang diikuti oleh seluruh keluarga. Aktivitas harian yang bisa kita lakukan bersama-sama yang mudah dilakukan adalah makan bersama. Ini tidak butuh biaya besar, hanya sekadar butuh biaya untuk masak, kemudian effort sedikit untuk mengajak.

Jadi, salah satu momen yang sering diabaikan itu adalah momen makan bersama, apalagi di zaman ini yang masing-masing anggota keluarga super sibuk, bapak kerja, ibu pun kerja, anak bersekolah dan main. Kapan mereka akan bertemu? Bapak lembur, ibu lembur, anak entah ke mana. Subhanallah! Ayo kita berusaha menghidupkan kembali kebiasaan baik makan bersama.

Maka, sesibuk apapun, coba kita luangkan waktu untuk makan bersama. Paling tidak kalau bapaknya siang-siang masih di kantor, maka makan pagi sama makan malam dilakukan bersama-sama. Nah, kalau makan siangnya ternyata bapaknya tidak ada, tinggal ibunya sama anaknya, maka tetap makan bersama.

Kedua, makan bersama merupakan momen untuk menyampaikan nasihat. Ketika nasihat ingin diterima oleh orang yang dinasihati, kita harus memperhatikan momen yang pas untuk menyampaikan nasihat.

Jadi, ada trik, siasas dan strateginya dalam menyampaikan nasihat. Hal ini agar nasihat itu gampang diterima. Salah satu strategi penting dalam menyampaikan nasihat adalah mencari momen yang pas. Dan salah satu momen yang kelihatannya pas adalah ketika lagi makan bersama. Karena saat itu semuanya lagi kondisi akrab dan santai.

Jadi, kadang-kadang nasihat itu ditolak bukan karena isinya tidak benar, tapi karena waktunya yang tidak pas. Nah, waktu makan adalah salah satu waktu yang pas untuk menyampaikan nasihat.

Apa lagi manfaat makan bersama anak? Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Makan Bersama Anak” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.