Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Bab Diharamkannya Berdusta

By  |  pukul 12:56 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 29 November 2023 pukul 12:58 pm

Tautan: https://rodja.id/58u

Bab Diharamkannya Berdusta adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 15 Jumadal Ula1445 H / 28 November 2023 M.

Kajian sebelumnya: Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur

Kajian Tentang Diharamkannya Berdusta

Berdusta adalah perbuatan yang sangat tercela, ini salah satu sifat yang buruk. Makanya kita melihat dalam kehidupan sehari-hari, apabila ada orang yang sering berdusta, maka manusia takut jika orang itu datang dan dia mengingatkan temannya: “Hati-hati, orang yang datang ini banyak dustanya.”

Kemudian, perbuatan dusta adalah sifat dari orang-orang munafik, sedangkan kejujuran adalah salah satu sifat yang paling tampak pada seorang mukmin. Itu di antara perbedaan yang sangat jelas antara seorang beriman dan munafik. Kalau orang beriman itu jujur, sedangkan orang munafik berdusta.

Definisi dusta

Para ulama menyebutkan definisi dari dusta, yaitu memberitahukan sesuatu tetapi tidak sesuai dengan realita. Seseorang memberitakan sesuatu, namun yang diberitakan itu tidak benar, tidak sesuai dengan realita yang ada. Dia dengan sengaja menyampaikan berita tersebut, padahal tahu bahwa berita itu tidak sesuai dengan realita.

Dalam Al-Qur’anul Karim, ada sejumlah ayat yang menjelaskan tentang tercelanya perbuatan dusta atau yang semakna dengan hal-hal tersebut, salah di antaranya ayat yang dibawakan oleh Al Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala dalam bab tentang diharamkannya berdusta adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu berbicara tentang sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya, karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati masing-masing akan ditanya di hari kiamat kelak.” (QS. Al-Isra'[17]: 36)

Ini adalah di antara ayat-ayat yang menjelaskan tentang diharamkannya berdusta. Seorang berbicara tanpa ilmu, atau seorang mengingkari sebuah realita, ini juga termasuk orang yang dusta dan khianat.

Kemudian Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala membawakan firman Allah ‘Azza wa Jalla:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidaklah seorang manusia mengucapkan satu perkataan, melainkan padanya ada malaikat-malaikat yang mengawasinya.” (QS. Qaf[50]: 18)

Ini juga sebagai satu peringatan agar seseorang berhati-hati dalam berbicara dan agar seseorang tidak berdusta. Karena dusta ini sesuatu yang sangat memalukan, suatu kepribadian yang cacat dan aib, apalagi apabila yang berdusta itu adalah orang yang berilmu. Na’udzubillah.

Adapun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dibawakan oleh Imam An-Nawawi Rahimahullah Ta’ala dalam bab ini, hadits yang pertama adalah hadits:

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وإنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الجَنَّةِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا. وإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وإنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya perbuatan jujur itu akan membawa seseorang kepada kebaikan, dan bahwasanya perbuatan yang baik itu akan menunjuki seseorang kepada surga. Sesungguhnya seseorang benar-benar jujur sehingga kemudian dia dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang betul-betul jujur. Dan bahwasanya berdusta itu akan membawa seseorang kepada kejahatan, dan perbuatan kejahatan itu menggiring seseorang kepada api neraka. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar berdusta, sehingga dicatat dia di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits ini menjelaskan tentang dua sifat yang bertolak belakang, demikian dampak dan akibatnya pun juga berbeda. Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Bab Diharamkannya Berdusta” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.