Masjid Al-Barkah

Tafsir Al-Quran

Bangga Sebagai Muslim – Tafsir Surah Ali Imran 16-17

By  |  pukul 4:39 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 29 November 2023 pukul 4:42 pm

Tautan: https://rodja.id/58w

Bangga Sebagai Muslim – Tafsir Surah Ali Imran 16-17 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa, 15 Jumadal Ula1445 H / 28 November 2023 M.

Download kajian sebelumnya: Yang Lebih Baik Daripada Kesenangan Dunia – Tafsir Surah Ali Imran 15

Bangga Sebagai Muslim – Tafsir Surah Ali Imran 16-17

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ‎﴿١٦﴾‏ الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ ‎﴿١٧﴾

“(Yaitu) orang-orang yang mengatakan: ‘Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari azab api neraka,’ (yaitu) orang-orang yang sabar, yang jujur, yang senantiasa taat, dan senantiasa berinfak dan memohon ampun di waktu sahur (di akhir malam).” (QS. Ali ‘Imran[3]: 16-17)

Dari ayat ini, kita ambil faedah, kata Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Rahimahullah:

Memperlihatkan jati diri sebagai seorang muslim

Di antara sifat orang yang bertakwa adalah mereka memproklamirkan keimanannya kepada Allah, tidak menutup-nutupinya, tidak merasa malu kalau dia beriman kepada Allah. Tapi dia memperlihatkan keimanannya kepada manusia. Makanya, seorang mukmin harus bangga, yaitu senang dan gembira dengan atribut-atribut keislamannya.

Seseorang memperlihatkan jati diri sebagai seorang muslim dalam pakaian, dengan memakai peci, misalnya, itu merupakan perkara yang termasuk keimanan. Karena itu sifat orang yang bertakwa. Mereka senantiasa memperlihatkan iman mereka kepada manusia, artinya memperlihatkan jati diri dia sebagai seorang muslim.

Baca Juga:
Khutbah Jumat: Gembira Dengan Ketaatan

Dan mereka mengakui bahwa mereka adalah hamba, ini berdasarkan firman Allah tadi: “Yaitu orang-orang yang berkata.” Berkata di sini adalah dengan lisan, dan tentunya diikuti dengan hati.

Tidak berbangga dengan diri sendiri

Di antara sifat orang yang bertakwa, dia tidak berbangga dengan dirinya sendiri; dengan keilmuannya, amal shalihnya, apalagi dengan dunia/harta, dan yang lainnya. Orang yang bertakwa selalu merasa dirinya melakukan kekurangan. Karena Allah berfirman: “Yaitu orang-orang yang berkata: ‘Wahai Rabb kami, ampuni dosa kami.'” Maka orang yang senantiasa meminta ampun kepada Allah, itu artinya dia selalu mengingat dosa-dosanya.

Dan orang yang senantiasa mengingat dosanya, insyaAllah, akan selamat dari penyakit ‘ujub dan sombong. Berbeda dengan orang yang selalu mempelihatkan kelebihan dirinya saja, sehingga akhirnya dia lebih pandai melihat kesalahan orang lain daripada melihat kesalahan diri sendiri. Maka orang yang seperti ini biasanya pasti kena penyakit ‘ujub dan sombong. Dia akan merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan menganggap remeh orang lain

Orang yang bertakwa memiliki dosa

Takwa tidak menjamin seorang untuk tidak berdosa. Tapi orang yang bertakwa memiliki dosa. Akan tetapi kehebatannya orang yang bertakwa adalah segera bertaubat, segera ia minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini sifat orang yang bertakwa.

Makanya, kalau syarat orang yang bertakwa adalah tidak pernah berbuat dosa, saya yakin di dunia ini tidak ada orang bertakwa. Tapi orang yang bertakwa terkadang jatuh kepada dosa, terseret oleh hawa nafsu syahawat. Tapi orang yang bertakwa, segera dia bertaubat kepada Allah, minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga:
Bab Tanda-Tanda Orang Munafiq

Bertawasul dengan keimanan

Bolehnya bertawasul dengan keimanan, karena di situ dikatakan: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami beriman kepada Engkau, maka ampunilah dosa kami.” Berarti ini kita sedang tawasul dengan keimanan kita kepada Allah. Ini namanya tawasul dengan amalan shalih, hal ini diperbolehkan.

Senantiasa minta ampun

Selayaknya seorang insan untuk senantiasa minta ampun kepada Allah dan minta agar Allah memeliharanya dari api neraka. Rasul kita yang mulia saja, beliau sudah dijamin masuk surga, sudah diampuni, bahkan dosanya yang telah lalu maupun akan datang. Tapi ternyata, setiap harinya beliau istighfar itu 100 kali. Bagaimana dengan kita yang tidak dijamin masuk surga? Seharusnya lebih dari itu.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Bangga Sebagai Muslim – Tafsir Surah Ali Imran 16-17

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian “Bangga Sebagai Muslim – Tafsir Surah Ali Imran 16-17” ini ke facebook, twitter dan yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi orang lain.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Baca Juga:
Syirik Asghar Dalam Ucapan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.