Masjid Al-Barkah

Mukhtashar Shahih Muslim

Pemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah

By  |  pukul 2:35 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 04 Desember 2023 pukul 2:36 pm

Tautan: https://rodja.id/58y

Pemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 20 Jumadal Ula 1445 H / 3 Desember 2023 M.

Kajian Hadits Tentang Pemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah

Kita sampai pada باب: في تحويل القبلة عن الشام إلى الكعبة (bab pemindahan kiblat dari Syam ke Ka’bah). Kiblat itu tadinya menghadap Ka’bah, kemudian Allah perintahkan untuk menghadap ke Syam, dan itu membuat orang-orang Yahudi senang. Lalu kemudian, Allah pindahkan lagi kiblatnya ke Ka’bah, sehingga dengan kejadian ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji sebagian kaum Muslimin. Siapa yang betul-betul beriman? Siapa yang keimanannya setengah-setengah?

Dan kejadian itu berakibat pada orang-orang munafik yang memperolok. Katanya: “Ini bagaimana, kemarin ke Ka’bah, kemudian pindah lagi ke Syam, dari Syam pindah lagi ke Ka’bah?” Mereka menganggap bahwa seperti tidak punya pendirian. Akan tetapi, semua ini adalah ujian yang Allah ingin uji kaum Mukminin dengannya. Apakah mereka tetap beriman atau tidak? Ujian itu terkadang dengan perintah, dengan larangan, dan diuji dengan hal-hal seperti ini di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Hadits 262:

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ ﵁ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي في الْبَقَرَةِ ﴿وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ﴾ فَنَزَلَتْ بَعْدَمَا صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَمَرَّ بِنَاسٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُمْ يُصَلُّونَ فَحَدَّثَهُمْ بالحديث فَوَلَّوْا وُجُوهَهُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ.

Baca Juga:
Pengantar Pelajaran Kitab Al-Khalashah Al-Asasiyah dan Arti Kalam

Dari Bara’ bin Azib Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Aku shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadap Baitul Maqdis selama 16 bulan lamanya, sehingga Allah turunkan ayat yang ada dalam surah Al-Baqarah. Allah berfirman: “Dan di mana saja kalian berada, hendaklah kalian hadapkan wajah kalian ke Masjidil Haram (Ka’bah).”

Maka ayat ini turun setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat. Lalu kemudian ada seorang laki-laki yang pergi dan melewati orang-orang dari Anshar yang sedang shalat (dalam riwayat yang lain, disebutkan bahwa itu shalat Ashar). Lalu kemudian lelaki ini menyampaikan kepada mereka bahwa kiblat telah dipindahkan lagi ke Ka’bah. Maka mereka yang sedang shalat tersebut langsung berputar menghadap ke Ka’bah.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan adanya nasikh dan mansukh yang merupakan ujian. Nasikh dan mansukh artinya adalah ada hukum yang sudah dihapus dengan hukum yang baru datang. Adapun orang-orang Muktazilah mengingkari nasikh dan mansukh. Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa nasikh dan mansukh sangat bsia terjadi, karena banyak ayat-ayat yang dimansukh, Allah gantikan dengan hukum yang baru.

Allah juga berfirman:

 مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا…

“Tidaklah Kami menghapus suatu ayat pun kecuali Kami datangkan dengan hukum yang sama dengannya atau lebih berat dari itu.” (QS. Al-Baqarah[2]: 106)

Baca Juga:
Keistimewaan Ayat Kursi

Nasikh dan mansukh itu tidak menunjukkan bahwa Allah itu plinplan, sebagaimana seperti yang dikatakan oleh orang-orang Muktazilah. Sebab menurut mereka nasikh dan mansukh itu berarti Allah tidak tahu kemaslahatan yang akan terjadi di masa depan, sehingga Allah harus mengubah-ubah hukum?

Maka kita katakan sama sekali tidak menunjukkan kepada hal itu. Akan tetapi, Allah Maha Tahu keadaan-keadaan dalam pensyariatan itu. Kenapa Allah mensyariatkan ini, kemudian mensyariatkan itu? Karena dengan ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa itu yang paling maslahat.

Yang kedua, ini sebagai ujian untuk para hamba. Apakah para hamba itu mau beriman atau tidak? Makanya Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 142:

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَن قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُل لِّلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

“Berkatalah orang-orang bodoh dari manusia: ‘Apa yang membuat mereka itu berpaling dari kiblat yang dahulu mereka menghadap kepadanya?’ Katakanlah kepada mereka (Hai Muhammad): ‘Milik Allahlah timur dan barat; Allah memberikan hidayah kepada siapa yang Allah kehendaki kepada jalan yang lurus.'” (QS. Al-Baqarah[2]: 142)

Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang memprotes keputusan Allah untuk mengubah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah sebagai orang-orang bodoh. Dan Allah mengatakan bahwa Allah memberi hidayah kepada jalan yang lurus, siapa yang Allah kehendaki. Yaitu dengan cara menguji. Dengan ujian itu Allah ingin memilah dan memilih.

Baca Juga:
Nasihat-Nasihat Kematian

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajianPemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.