Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Penjelasan Rukun Iman Sebagai Pondasi-Pondasi Keimanan

By  |  pukul 12:55 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 12 Desember 2023 pukul 12:56 pm

Tautan: https://rodja.id/597

Penjelasan Rukun Iman Sebagai Pondasi-Pondasi Keimanan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 28 Jumadal Ula 1445 H / 11 Desember 2023 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Penjelasan Rukun Iman Sebagai Pondasi-Pondasi Keimanan

Telah berlalu pada pertemuan sebelumnya pembahasan hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, yaitu tentang kisah datangnya Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan bertanya beberapa hal kepada Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam untuk mengajari para sahabat perkara agama mereka.

Di antara pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah pertanyaan Malaikat Jibril ‘Alaihis Salam: “Ajarkan kepadaku apa itu iman?” Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam menjawab: “Engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-malaikatNya, kepada kitab-kitabNya, kepada rasul-rasulNya, kepada hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir baik dan takdir buruk.”

Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam menjadikan iman dibangun di atas pokok-pokok yang enam yang agung ini yang tempatnya di hati dan merupakan asas-asas yang kuat. Dengan pokok-pokok ini, iman itu menjadi baik. Bahkan, hati tidak akan mungkin menjadi baik kecuali dengan menegakkan pokok-pokok ini.

Iman kepada Allah

Pokok yang paling penting dari pokok-pokok ini adalah iman kepada keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada rububiyah, pada nama-nama dan sifat-sifatNya, juga pada uluhiyah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu seorang hamba beriman dengan rububiyah Allah ‘Azza wa Jalla dan meyakini bahwa tidak ada yang menciptakan kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan, yang memberi rezeki, yang memberi nikmat, yang mengatur alam semesta, yang mengatur urusan seluruh makhlukNya.

Baca Juga:
Menyelisihi Manhaj Salaf Bersifat Menjauhkan Umat dari Agama - Al-Ishbah (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Dan beriman dengan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya yang tertera dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan mengatakan: “Aku beriman kepada Allah dan yang datang dari Allah ‘Azza wa Jalla, sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Dan kami beriman dengan Rasulullah dan apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sesuai dengan maksud Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Tidak mencari pemimpin selain Al-Qur’an dan Sunnah, tidak melangkahi keduanya kepada selainnya, tidak melenceng dari apa yang tertera pada Al-Kitab dan As-Sunnah. Berbicara dengan apa yang dibicarakan oleh kitab dan sunnah, dan diam dari apa yang tidak disebutkan dalam kitab dan sunnah.

Sebagaimana perkataan Imam Ahmad Rahimahullah: “Kami sifati Allah dengan apa yang Allah sifatkan diriNya, dan kami sifatkan Allah dengan sifat yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kami tidak melangkahi Al-Qur’an dan Sunnah.”

Juga berkata Imam Al-Zuhri Rahimahullah: “Dari Allah risalah, dan bagi Rasul menyampaikan. Dan kewajiban kita adalah menerima.” Maka apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang diriNya, tentang satu nama atau sifat atau perbuatan atau selainnya, maka kita wajib beriman dan membenarkannya tanpa melakukan tashbih (penyerupaan) dengan makhlukNya, juga tanpa melakukan ta’til (peniadaan) atau tahrif (penyelewengan) atau takwil yang tidak ada dalilnya.

Dan kita mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan semua bentuk ibadah. Tidak boleh dipalingkan ibadah kepada selainNya. Karena sebagaimana tidak ada pencipta selain Allah, maka tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Persatuan Umat Islam - Bagian ke-1 - Poin 80 - Syarah 'Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ‎﴿١٦٢﴾‏ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ ‎﴿١٦٣﴾

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, kehidupanku dan kematiankuku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah aku diperintahkan dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (kepada Allah).'” (QS. Al-An’am[6]: 162)

Dan semakin besar bagian hamba dari keimanan ini maka akan semakin baik dan semakin bersih hatinya.

Iman kepada Para Malaikat

Di antara pokok-pokok keimanan yang agung ini, yang kedua yaitu iman kepada para malaikat. Dengan cara seorang hamba mengikrarkan dan meyakini semua yang tertera dikabarkan di dalam Al-Qur’an, juga di dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; dari nama-nama malaikat, pekerjaan-pekerjaan mereka, sifat-sifat mereka, jumlah mereka yang tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Taala berfirman:

…وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ…

“Dan tidak ada yang mengetahui berapa tentara-tentara Tuhanmu kecuali Dia.” (QS. Al-Muzzammil[73]: 31)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Pondasi-Pondasi Keimanan

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Baca Juga:
Ahlussunnah wal Jamaah Memperingatkan Bahayanya Menyerupai Orang Kafir - Kitab Al-Ishbah

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.