Masjid Al-Barkah

Fiqih Do'a dan Dzikir

Adab Buang Hajat

By  |  pukul 8:27 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 08 Januari 2024 pukul 9:11 am

Tautan: https://rodja.id/59u

Adab Buang Hajat ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 19 Jumadal Akhir 1445 H / 01 Januari 2024 M.

Kajian Tentang Adab Buang Hajat

Ajaran Islam yang diwariskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah yang terbaik dan sudah sempurna. Menambahkan atau mengurangi label pada Islam tidak diperlukan, karena sesuatu yang sudah sempurna tidak perlu penambahan atau pengurangan. Contohnya adalah manusia yang memiliki dua mata dan satu hidung. Menambah atau mengurangi bagian tersebut tidak akan membuatnya lebih baik, melainkan justru bisa merusak keindahan dan kesempurnaannya. Begitu pula dengan Islam yang diwariskan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang tidak perlu tambahan atau pengurangan karena telah menjadi ajaran yang sempurna.

Maka seharusnya umat Islam merasa bangga dan senang dengan agama Islam. Karena beragama Islam adalah karunia yang diberikan oleh Allah tidak kepada semua orang. Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih sebagian manusia untuk diberi karunia beragama Islam.

Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah membawa Islam sebagai karunia khusus yang diberikan kepada manusia yang terpilih oleh Allah. Berarti kalau kita ditakdirkan oleh Allah beragama Islam, maka ini adalah nikmat.

Para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sadar dengan karunia ini, sehingga tidak mudah diprovokasi oleh pernyataan negatif terhadap Islam.

Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘Anhu, salah satu sahabat Nabi, pernah diprovokasi oleh seorang Yahudi:

 قدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ كُلَّ شيءٍ حتَّى الخِراءَةَ 

“(Hai umat Islam), Nabi kalian mengajarkan segala sesuatunya hingga masalah adab buang hajat.”

Seolah-olah orang Yahudi ini mengatakan: “Hal yang remeh saja harus diajarkan?” Begitu diprovokasi seperti itu, justru Salman percaya diri. Jadi kalau kita dipojokkan dengan orang yang tidak mengerti Islam jangan minder. Tetapi kita harus bangga, senang dan bersyukur memiliki ajaran yang sempurna.

Salman Al-Farisi Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan:

 أجَلْ لقَدْ نَهانا أنْ نَسْتَقْبِلَ القِبْلَةَ لِغائِطٍ، أوْ بَوْلٍ، أوْ أنْ نَسْتَنْجِيَ باليَمِينِ

“Tentu, Nabi kami mengajarkan ketika buang air kecil maupun besar, kami dilarang untuk menghadap kiblat, dan kami juga diajarkan ketika membersihkan untuk tidak menggunakan tangan kanan.” (HR. Muslim)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Adab Buang Hajat” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.