Masjid Al-Barkah

Al-Adabul Mufrad

Mengucapkan Subhanallah Ketika Heran

By  |  pukul 9:27 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 07 Mei 2024 pukul 4:33 pm

Tautan: https://rodja.id/59s

Mengucapkan Subhanallah Ketika Heran adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 19 Jumadal Akhir 1445 H / 01 Januari 2024 M.

Kajian Islam Tentang Mengucapkan Subhanallah Ketika Heran

Kita sampai pada باب قول الرجل عند التعجب : سبحان الله (Bab ucapan seseorang ketika takjub/kagum/heran dengan mengatakan Subhanallah).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Aku mendengar nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam bersabda:

بينما راع في غنمه عدا عليه الذئب فأخذ منه شاة فطلبه الراعي فالتفت إليه الذئب فقال من لها يوم السبع ليس لها راع غيري فقال الناس سبحان الله فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم فإني أؤمن بذلك أنا وأبو بكر وعمر

“Ketika seorang penggembala sedang menggembala domba-dombanya, tiba-tiba datanglah serigala dan menerkam satu domba. Lalu penggembala itu mengejarnya sampai dombanya lepas dari serigala itu. Serigala itu menoleh seraya berkata: ‘Siapa nanti yang akan memelihara kambing-kambing itu dihari binatang buas? Tidak ada penggembalanya kecuali aku?’ Lalu orang-orang berkata: ‘Subhanallah!’ Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Saya, Abu Bakar, dan Umar mengimani hal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Abu Hurairah meriwayatkan dengan riwayat yang lebih lengkap. Beliau mengatakan: “Rasulullah suatu hari mengimami kita dalam shalat. Setelah selesai shalat, Beliau menghadap kepada kita dengan wajahnya. Ketika ada seseorang yang sedang menggiring sapi betina, lalu sapi betina ini ditunggangi oleh orang yang menggiringnya. Tiba-tiba, sapi betina itu berkata kepada yang menungganginya: ‘Kami ini diciptakan bukan untuk ditunggangi, kami diciptakan untuk membajak sawah.’ Orang-orang mengatakan: ‘Subhanallah’, karena mereka takjub dengan apa yang diucapkan sapi betina itu. Mereka mengatakan: ‘Sapi bisa bicara!’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Aku beriman dengan cerita ini. Abu Bakar dan Umar juga beriman.’ Kata Abu Hurairah, saat itu tidak ada Abu Bakar dan tidak ada Umar di situ.'”

Baca Juga:
Cara Untuk Meraih Istiqamah

Nabi menyandarkan kepada keyakinan yang menancap di dada Abu Bakar dan Umar. Mereka percaya bahwa Nabi tidak berbicara dari hawa nafsunya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ‎﴿٣﴾‏ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ‎﴿٤﴾

“Beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya. Ini adalah wahyu yang disampaikan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepadanya.” (QS. An-Najm[53]: 3-4)

Kalau menilik hadits-hadits Nabi, kita akan mendapatkan ucapan ketika mengagumi sesuatu ada dua, ada tasbih (Subhanallah), artinya menyucikan Allah. Yang kedua yaitu Allahu Akbar. Biasanya takbir itu untuk satu hal yang mengherankan tapi menyenangkan. Namun, kalau itu mengherankan tapi tidak disukai, biasanya pakai Subhanallah. Walaupun kadang-kala dua-duanya boleh dipakai. Terkadang Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam menggunakan Allahu Akbar terhadap hal yang tidak disukai dan Subhanallah terhadap hal yang disukai.

Contohnya, ketika Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam bersama para sahabatnya, setelah penaklukan kota Makkah beliau menuju ke Hunain. Para sahabat datang ke kota Makkah dengan 10.000 pasukan. Kemudian, ada 2000 orang beriman dari penduduk Makkah yang baru masuk Islam. Ketika melewati pohon keramat tempat mereka meletakkan pedang dan senjata mereka, mereka berkata: “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, buatkanlah kami pohon keramat seperti orang-orang kafir punya pohon keramat.”

Kita lihat, ada budaya lokal dan kearifan lokal yang tidak boleh dilestarikan. Orang-orang yang baru masuk Islam meminta agar budaya yang dimiliki oleh orang-orang kafir jahiliyah, mereka juga punya tapi yang diislamkan. Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Allahu Akbar.”

Baca Juga:
Memperbanyak Dzikir Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah

Nabi tidak suka, tapi Nabi tidak mengatakan Subhanallah, Nabi mengatakan Allahu Akbar. Ini menunjukkan bahwa boleh menggunakan Allahu Akbar atau Subhanallah, walaupun pemakaian Subhanallah lebih kepada hal yang mengherankan dan tidak disukai.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Mengucapkan Subhanallah Ketika Heran” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.