Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Haramnya Mengarang Mimpi

By  |  pukul 2:19 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Januari 2024 pukul 7:54 am

Tautan: https://rodja.id/59t

Haramnya Mengarang Mimpi adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 20 Jumadal Akhir 1445 H / 02 Januari 2024 M.

Kajian sebelumnya: Bab Diharamkannya Berdusta

Kajian Tentang Haramnya Mengarang Mimpi

Kita telah sampai pada hadits Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, yaitu hadits dari Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam:

أَفْرَى الفِرَى أن يُرِيَ الرجل عينيه ما لم تَرَيَا

“Kedustaan yang paling dusta adalah seseorang yang menceritakan sesuatu yang tidak dilihatnya.” (HR. Bukhari)

Artinya dia tidak bermimpi sesuatu, namun mengarang-ngarang bahwa bermimpi melihat ini dan itu. Ini termasuk kedustaan yang paling dusta. Seseorang menceritakan sesuatu dengan alasan bahwa dia bermimpi melihat sesuatu tersebut, padahal dia tidak melihatnya. Karena pada dasarnya mimpi adalah sesuatu yang rahasia, hanya diketahui oleh orang yang bermimpi. Oleh karena itu, seseorang tidak boleh mengarang-ngarang mimpi dan menceritakannya kepada orang lain.

Manusia kadang-kadang menggunakan tipu daya semacam ini untuk mencapai keinginan dunia, seperti harta, pengaruh, atau hal-hal dunia duniawi lainnya. Berbohong dengan mimpi ini termasuk perbuatan haram.

Hadits berikutnya:

وعن سَمُرَةَ بنِ جُنْدُبٍ – رضي الله عنه – قَالَ: كَانَ رسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – مِمَّا يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ لأَصْحَابِهِ: «هَلْ رَأَى أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ رُؤْيَا؟» فَيَقُصُّ عَلَيْهِ مَنْ شَاءَ اللهُ أَنْ يَقُصَّ…

Baca Juga:
Larangan Menghina Orang Tua, Hukuman bagi yang Durhaka kepada Orang Tua, Tangisan Orang Tua, dan Doa Orang Tua - Hadits 27-33 - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘Anhu, Beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering bertanya kepada para sahabat: “Apakah ada salah seorang di antara kalian yang melihat sesuatu dalam mimpinya?” Maka orang yang ditanya oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (kalau memang dia bermimpi) menceritakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam…”

Menit ke-39:04 Yang diambil dari hadits ini bahwa kalau seseorang bermimpi, dan mimpi itu benar, maka waktu yang paling tepat, kalau memang harus diceritakan, adalah di pagi hari. Hal ini sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu bertanya pada para sahabat di pagi hari: “Siapa di antara kalian bermimpi di malam hari?”

Beliau pun demikian, ketika beliau mimpi di malam hari, paginya langsung beliau ceritakan kepada para sahabat.

Kemudian yang kedua, dianjurkannya seseorang bertanya tentang mimpi, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ini pun hal yang boleh kita bertanya kepada keluarga, anak, atau murid. Apa ada di antara mereka yang bermimpi, kemudian dia menceritakan mimpinya.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Haramnya Mengarang Mimpi” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Disyariatkannya Wali Dalam Pernikahan Wanita - Tuntunan Praktis Fiqih Wanita

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.